Sektor 22 Sub 10 Bersihkan Sungai Cibodas Secara Rutin

Swara Bandung.Net.Bandung – Satgas Citarum Harum sektor 22 sub 10, dipimpin Serka Rudi Irawan (Dansub 10-22) membersihkan Sungai Cibodas di Rw. 05 Kelurahan Antapani Kidul Kecamatan Antapani, Kamis (8/04).

Pasca pembersihan total di Sungai Cibodas yang pernah tertutup oleh rumput liar beberapa bulan ke belakang, kini arus sungai berjalan dengan normal.

Hal ini terlihat ketika hujan intensitas tinggi dengan tidak menimbullan banjir di lingkungannya.

Dikatakan Serka Rudi, semua bergerak pada pembersihan yang besar besaran, yaitu beberapa aparat dan dinas terkait. Kini tinggal meneruskan berupa pemeliharaan sungai.

“Dengan gerakan para dinas terkait berupa pendukungan Program Citarum Harum yaitu membersihkan Sungai Cibidas tertutup oleh rumput yang menggunung, kini kita fokus pada pemeliharaannya,” jelas Rudi.

Rudi pun sangat mengapresiasi pada masyarakat yang menorehkan kepeduliannya terhadap kebersihan sungai, diantaranya masyarakat bantaran Sungai Cibodas yang biasa bersikap acuh suka membuang sampah dan kotorannya ke sungai, saat ini sudah tidak lagi berbuat jorok.

Melalui pergerakan besar bersama sama semua unsur terlibat, maka masyarakat menjadi iba terhadap kebersihan sungainya.

“Hal ini berupa pembelajaran yang realistis bisa dicerna oleh akal dan logika yang sederhana adanya, saya harap pantauan dan dorongan semua insur bisa dipertontonkan di wilayah lainya, supaya masyarakat teredukasi spontan dan kaget. Maka prilaku bisa berubah drstis,” saran Rudi.

Satgas Citarum Harum bergerak lurus ke atas satu komando yang menganut sikap humanis kepada masyarakat, sikap ini perlu didorong oleh aparat terkait utamanya penegak hukum yang bisa bertindak sesuai koridornya.

Yaitu sebuah tindakan yang pragmatis bagi masyarakat yang bebal terhadap budaya merugikan orang banyak dengan bangga melanggar aturan kebersihan lingkungan. Karena perbuatan ini akan berdampak pada bencana banjir yang beberapa tahun kebelakang langganan terjadi.

Kebersihan lingkungan dan sungai merupakan acuan sikap gentlement warga yang membimbing dan kampaye terhadap warga lainnya, dengan menuntun kesadaran bersikap bersih.

“Bersihnya sungai adalah dampak dari jiwa masyarakat yang mencintai kepada kebersihan dirinya, sehingga bisa menciptakan suasana yang bersih terhadap lingkungan. Disitulah peradaban akan muncul dengan paradigma yang positif bermunculan dari masyarakat lainnya karena terbawa oleh kebaiakan,” papar Rudi ( Asep/ Jpch).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!