Sub 7 Sektor 22 Citarum Harum Hadiri Syukuran Solokan Cirateun

Bandung,swarabandung.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mendukung Budaya Sunda (Daerah), termasuk Salametan Solokan Cirateun, Kelurahan Isola Kecamatan Sukasari Kota Bandung, yang dihadiri oleh satgas citarum harum sub 07 sektor 22, dipimpin oleh Peltu Bayu Dc, Minggu (17/11/2019).

Salametan Solokan Cirateun Bertemakan “Pelestarian Sumber Daya Air Sebagai Sumber Kehidupan dan Kesederhanaan Juga Perekat Persaudaraan Warga Masyarakat Cirateun dan Sekitarnya”.

Salamatan Solokan Cirateun, menurut sesepuh cirateun, Abah Haji Neneng, mengatakan, ini merupakan tradisi yang sudah berjalan sejak Puluhan Tahun kebelakang, kami berharap salametan ini perlu dipertahankan, selain memelihara hasil karya Mama Cirateun (Alm), yang telah berkarya membuat saluran terowongan Cadas Gantung yang airnya sudah bermanfaat buat masyarakat banyak.

Peltu Bayu (Dansub 07-22) Citarum Harum menyetujuinya atas argumen yang dilontarkan oleh Abah Haji Neneng, Dia beralasan hal ini beririsan dengan program citarum harum, dirinya sebagai satgas citarum yang bertugas untuk mengembalikan ekosistem air.

“Saya sangat setuju dengan argumen Abah Neneng, hal ini akan menerapkan pada masyaraktnya untuk melestarikan kebersihan sungai, soalnya sungai disini tiap harinya dipakai kebutuhan rumah tangga, yaitu mandi dan mencuci” katanya.

Masyarakat Cirateun masih memiliki budaya kuat daerahnya, terbukti sampai saat ini masih melakukan upacara tradisi salametan solokan cirateun yang sudah dilaksanakan sudah puluhan tahun kebelakang, bahkan mengesankan pada jaman hinduisme yang masih memiliki kepercayaan sunda buhun atau sunda jaman doeloe.

Menurut Kepala Seksi Pengembangan Produk budaya dan kesenian Bidang Produk Budaya dan Kesenian Disbudpar Kota Bandung, Drs. Rendra Karjawan, M.Si., bahwa kebudayaan daerah harus tetap dilestarikan karena dianjurkan oleh pemerintah sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2017, yaitu tentang pemajuan budaya merupakan penguat bangsa.

“Salametan Solokan Cirateun merupakan budaya sunda asli, hal ini perlu dipertahankan, sebagai upaya dari pelestarian pemajuan budaya sunda, mengusung pada penguatan karakter asli orang sunda yang patuh pada pemeliharaan lingkungan, sehingga akan berpengaruh pada peningkatan objek wisata” terangnya.

Dilanjutkan dengan pandangan Peltu Bayu Dc. “Pelestarian budaya orang sunda hal yang sangat saya harapkan, ini berhubungan pula dengan kebersihan sungai, apabila kita jaga kebersihan sungai maka masyarakat akan tentram dan ini akan mengangkat pada budaya daerah di Cirateun dan sekitarnya, dengan harapan budaya penjagaan dan pemeliharaan Solokan Cirateun ini bisa meluas ke masyarakat yang ada di Kota Bandung termasuk di Curug Cigay bisa di tindak lanjut pula oleh Disbudpar” jelasnya

Program Citarum Harum yang kuat dengan pembersihan sungai dan lingkungan, merupakan tindakan yang tepat dalam pembangunan daerah dalam mewujudkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan tata kelola sungai, maka sangat akomoditas dengan Pemerintah Kota Bandung pada bidang kesehatan lingkungan, utamanya keindahan sebagai modal dasar pemajuan objek wisata.

Hadir pada acara ini, Ceu Popong Djundjunan, Camat Sukasari, Lurah Isola, Danramil & Kapolsek Sukasari, Tokoh Budaya Sunda, Kompepar Kota Bandung, masyarakat hingga ratusan orang.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *