Pendidikan

Berita informatif terkini seputar kota Bandung dengan mengangkat topik mengenai pendidikan. Yuk segera baca berita terbaru di swara bandung!

Kemenkominfo Talkshow dan Diskusi “Menjadi Pemilih Cerdas” Bersama Pelajar SMAN 2 Bandung

Bandung, swarabandung.net -Pemahaman dan pengenalan proses pemilu sangat penting untuk dilakukan khususnya kepada pemilih pemula terutama mereka yang baru berusia 17 tahun, sehingga dengan pemahaman yang baik diharapkan dapat menjadi motivasi untuk menjadi pemilih yang cerdas dan tumbuh kesadaran, serta tanggung jawab untuk berpartisipasi pada Pemilu 2019 sehingga pembangunan demokrasi tetap berlangsung. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik menyelenggarakan Talkshow dan Diskusi dengan tema MENJADI PEMILIH CERDAS bersama Pelajar SMA Negeri 2 Bandung, bertempat di Aula SMA Negeri 2 Bandung, Jl. Cihampelas No. 173 Bandung, Kamis, 24/1/2019. Adapun pembicara pada Talkshow dan Diskusi teraebut, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Kemenkominfo, Gun Gun Siswadi dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPI) Peovinsi Jawa Barat. Selain pelajar, Talkshow dan Diskusi ini juga diikuti oleh Kepala, Pegawai dan Tenaga Pengajar SMA Negeri 2 Bandung. Kepala SMA Negeri 2 Bandung, Yanyan mengucapkan terima kasih kepada Kemenkominfo yang menyelenggarakan Talkshow dan Diskusi Menjadi Pemilih Cerdas bersama Pelajar SMA Negeri 2 Bandung. Dengan harapan tentunya, siswa/i kami menjadi Pemilih Cerdas pada Pemilu 2019, ” ucap Yanyan. Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Kemenkominfo, Gun Gun Siswadi,  menerangkan bahwa pada tahun 2019 bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pelaksanaan Pemilu yang merupakan wujud dari kedaulatan rakyat, baik pemilu untuk Legislatif maupun Pemilu Presiden/Wakil Presiden. Pemilu 2019 merupakan instrumen demokrasi dan perubahan bagi penyelenggaraan pemerintahan, sehingga menjadi penting maknanya bagi bangsa Indonesia. Pemilihan Umum yang baik dan bersih, mensyaratkan adanya pemilih yang mempunyai pengetahuan, kesadaran dan bebas dari intimidasi berbagai pihak. Oleh sebab itu, bagi setiap warga Negara diharapkan keterlibatan dan peran sertanya sesuai peran masing-masing untuk mendukung dan menyukseskan agenda tersebut, ” ungkap Gun Gun.  Gun Gun menjelaskan pelaksanaan pemilu di Indonesia sejak era reformasi mengalami kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya, karena setiap warga negara bebas dan langsung dapat mengapresiasikan hak suaranya untuk memilih wakil yang dipercayai mewakili lembaga legislatif dan memilih Presiden/Wakil Presiden. Namun dari kebebasan tersebut muncul sikap dengan sengaja dan dengan suatu maksud dan tujuan tertentu menolak memberikan suara dalam pemilu ataupun golput. Menurut Gun Gun, golput memang bukan sesuatu yang haram, apalagi dihubungkan dengan prinsip demokrasi. Memilih untuk golput adalah hak setiap orang, bisa digunakan dan boleh juga tidak, karena golput juga merupakan instrument politik rakyat untuk mengkritik terhadap system politik yang sedang berjalan. Namun partisipasi politik tetap saja menjadi hal yang lebih baik, karena pada hakikatnya suara yang diberikan itu yang akan menentukan pemimpin lima tahun mendatang. Dengan memilih pemimpin yang baik berarti pemilih berkontribusi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik pula, ” ujar Gun GuEdwandmentara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok menyampaikan beberapa cara menjadi pemilih yang ceras, salahsatunya terdaftar sebagai daftar pemilih tetap. 

Pemilu 2019 ini berbeda dengan Pemilu 2014. Pemilu 2019, kita akan memilih 6 peserta Pemilu, yaitu Pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden,  DPD RI,  DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupten Kota, ” ujar Rifqi.
Lebih lanjut dikatakan Rifqi, untuk surat suara Pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dan DPD RI ada foto, sedangkan unuk surat suara DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten Kota tidak ada foto para calon, ” ungkap Rifqi.

Dua Anak KPM PKH Raih Prestasi di Ajang Internasional

Lurah Cipedes Dedi Rustandi,S.H, Bag. Pelayanan Samsudin, Ketua RW 08 sedang berbincang dengan Bayu Anak PKH Berprestasi di ajang Indternasional

SUKAJADI, KIM CIPEDES – Dua anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) diwilayah Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung berhasil meraih medali emas dan medali perak diajang Pencak Silat Championship, 4th Singapore Open 2018.

Dua anak berprestasi tersebut yaitu Bayu meraih medali Emas, warga RT. 03 RW 08 dan Wahyu R meraih medali Perak Warga RT. 02 RW 07 yang merupakan warga Kelurahan Cipedes.

Mendengar kabar tersebut, Lurah Cipedes Dedi Rustandi, S.H langsung menyambangi kediaman Bayu didampingi Bagian Pelayanan Samsudin dan Ketua RW 08 Agus Sugiarto. Kedatangan Lurah Cipedes beserta rombongan disambut oleh Orangtua Bayu, Selasa, 22/05/2018.

Lurah Cipedes mengucapkan selamat kepada Bayu atas prestasi yang diraih di Kancah internasional, prestasi yang sangat luar biasa dan jarang sekali terjadi. Dan kami patut bangga dengan prestasi Bayu yang telah mengharumkan nama bangsa di kanca Internasional. “Mudah-mudahan dengan keahlian dan bakat yang dimiliki Bayu bisa terus mengharumkan nama keluarga dan bangsa,” ucap Lurah Dedi.

Lurah Cipedes Dedi Rustandi S.H. melihat medali yang diraih Bayu

Bayu adalah anak dari keluarga prasejahtera yang menjadi penerima manfaat PKH, meski kurang mampu tapi ia tetap berprestasi. Semoga ini, memicu motivasi anak-anak keluarga penerima manfaat PKH untuk berprestasi. Bayu dan Wahyu R merupakan Perwakilan KONI Jawa Barat Pencak Silat Championship, 4th Singapore Open 2018. Bayu yang masih menimba ilmu di SMA PGRI 1 Kota Bandung.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Cipedes Dedi Rustandi,S.H. memberikan kadeudeuh kepada Bayu sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Hal senada juga dikatakan Ketua RW 08, Agus Sugiarto yang merasa bangga, warga RW 08 meraih prestasi dikanca Internasional. Kita apresiasi dan telah mengukir sejarah keluarga PKM PKH Kelurahan Cipedes mampu menoreh prestasi diajang internasional,” ucap Agus.

40 Orang Relawan RW Mendapat BIMTEK Dari Diskar PB

Swara Bandubg.Net.Taman Pramuka – Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Satwankar kota Bandubg  mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek ) dari Diskar PB Kota Bandung yan di adakan di Taman Pramuka  Jalan Riau, Bandung. Acara tersebut digelar Rabu – Kamis (18-19 April 2018).

Perwakilan satwankar dari tiap RW se kota Bandung berjumlah sekitar 40 orang , mereka begitu antusias mengikuti bimtek tersebut  .

Kasie Bina Partisipasi Masyarakat Diskar PB Kota Bandung, Cecep Rustiana mengatakan ,” saya ingin merubah maensete para relawan jangan sampai bahwa satwankar ikut memadamkan kebakaran , satwankar tugasnya mengedukasi kepada masyarakat guna pencegahan dalam  kebakaran dan bencana lain nya , ” Ucap Cecep.

Menurut Cecep “Kita menyadari bahwa kita (Diskar PB -red) kekurangan personil di lapangan sehingga menggunakan relawan-relawan untuk membantu Diskar mengedukasi warga dalam upaya pencegahan kebakaran,

Kedepannya anggota Satwankar tersebut akan memberikan penyuluhan kepada warga untuk mencegah kebakaran minimal teredukasi bagaimana cara mencegah kebakaran dan disebarluaskan kepada masyarakat di wilayahnya,”masyarakat tau cara pencegahan nya ,” Kata Nya.

Dalam kegiatan Bimtek tersebut sambung  Cecep, anggota Satwankar diberikan materi tentang tata cara mencegah terjadinya kebakaran, dari mengetahui pengaruh kebakaran sampai  cara menanggulanginya. Selain itu, anggota Satwankar juga dibekali materi penanganan korban.

“Prinsipnya tiga materi besar, pertama relawan bisa mengedukasi warga pada kedaruratan kebakaran, tahu apa yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi. Kedua kedaruratan medis, mereka tahu cara menanganinya, misalnya menghubungi 119 atau PMI. Kemudian kedaruratan kebencanaan, mereka teredukasi kalau ada bencana, tahu harus melakukan apa,” ungkapnya.

(A1).

POTADS: JANGAN BEDAKAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME

Swara Bandung.Net.Wastukencana – Tak banyak perbedaan antara anak down syndome dengan anak reguler lainnya. Mereka hanya memiliki keterbatasan dan keterlambatan dalam hal intelektual. Selebihnya, sama.

Hal itu dikemukakan Rina Niawati (43), anggota Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome (POTADS) Kota Bandung pada Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (6/3/2018).

Down Syndrome adalah kelainan genetik pada kromosom 21 yang menyebabkan perbedaan fisik maupun kemampuan intelektual pada manusia. Perbedaan ini dapat dideteksi sejak usia 2,5 bulan di dalam kandungan.

“Secara fisik anak down syndrome memang berbeda, wajahnya hampir sama, maka banyak disebut dengan anak seribu wajah,” ucap Rina.

Secara intelektual, anak down syndrome pun memiliki keterlambatan. Tapi mereka memiliki kemampuan lain yang juga tak kalah dengan anak reguler lainnya.

“Secara fisik mereka kuat. Kalau olahraga atau kesenian mereka bagus, karena mereka sangat teliti. Bagusnya di situ. Tak heran, banyak anak down syndrome yang memiliki bakat di dalam olahraga atau berkesenian,”  kata Rina.

Hanya saja, Rina masih memiliki kekhawatiran ketika anak-anak down syndrome diberi stigma negatif oleh masyarakat. Rina menuturkan, banyak orang yang merasa takut berdekatan dengan anaknya.

“Orang mengira takut galak, takut gigit, dan semacamnya. Padahal tidak. Mereka lucu kok, mereka baik,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia bersama komunitas POTADS Kota Bandung akan menggelar acara untuk memberikan kesadaran, informasi, dan sosialisasi kepada masyarakat tentang down syndrome. Kegiatan peringatan Hari Down Syndrome Sedunia itu akan dilaksanakan pada 25 Maret 2018 di Parkir Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung.

Di sana, komunitas yang berdiri sejak 2012 itu akan menghadirkan 650 anak Down Syndrome se-Jawa Barat untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap down syndrome. Akan hadir pula para praktisi kesehatan, terapis, dokter, dan masyarakat umum.

“Perlu ditekankan, Down Syndrome itu bukan penyakit, bukan pula akibat keturunan. Ini bisa terjadi pada siapa saja yang Tuhan kehendaki,” ungkapnya.

Semenjak lahir, anak down system harus diberi penanganan secara intensif. Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh harus dilakukan untuk.mendeteksi apakah ada kelainan pada organ lainnya, terutama jantung. Sebab, 30% penyandang Down Syndrome memiliki gangguan pada jantungnya.

“Jadi ketika lahir, hal pertama yang harus dilakukan adalah ke dokter anak, lebih bagus kalau ke spesialis tumbuh kembang anak. Setelah itu, mereka diberi terapi sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” jelasnya.

Bagi para orang tua, Rina menyarankan agar bergabung dengan komunitas para orang tua dengan anak down syndrome. Di sana, setiap saat para anggota bisa saling berbagi pengalaman, informasi, dan saling menguatkan satu sama lain.

Komunitas ini juga menyediakan hotline yang bisa dihubungi selama 24 jam jika sewaktu-waktu ada situasi darurat dan membutuhkan bantuan. Hotline itu bisa diakses di 088218807018. Komunitas ini juga membuka komunikasi melalui media sosial instagram dan twitter di @pikpotadsbdg.

“Kami selalu menekankan bahwa anak down syndrome itu tidak boleh dihakimi, tapi diberi kesempatan. Karena mereka punya kemampuan. Mereka bisa melakukan apapun sama seperti kita, hanya memang lebih lambat saja,” pesannya. ( Jat ).

Diplomasi Budaya Indonesia Ukraina Lewat Patung Dan Cerita Anak-Anak

swarabandung.netWastukencana – Seniman patung ternama Ukraina, Konstyantin Skrytutskyy, membagi ilmu kepada anak-anak SD di Kota Bandung untuk membuat patung dari lilin malam atau plastisin. Bersama anak-anak SDN Merdeka dan SDN Banjarsari, Konstantyn membuat berbagai bentuk patung di Taman Dewi Sartika, Kamis (22/2/2018).

Konstyantin juga hadir memberikan workshop pembuatan patung di hadapan para mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) pada 21 Februari 2018 lalu. Di sana, ia disambut dengan antusias tatkala mengajari teknik terbaru pembuatan patung menggunakan aplikasi digital.

Kedatangannya ke Kota Bandung merupakan bagian dari misi budaya Ukraina di Indonesia, juga sebagai kunjungan balasan atas kunjungan Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil ke Ukraina beberapa waktu lalu. Ia datang bersama Head of Indonesian House Ukraina, Fedir Balandin yang juga sedang menjajaki peluang usaha di Indonesia.

Diplomasi Budaya Indonesia – Ukraina

Kepala Bagian Kerja Sama Kota Bandung, Dodit Ardian Pancapana menerangkan, misi diplomasi budaya ini merupakan agenda kerja sama antara Pemerintah Ukraina dan KBRI Kiev. Pada agenda tersebut, Kota Bandung menjadi salah satu kota yang proaktif dalam mempromosikan potensi daerah, khususnya di Kiev, ibu kota Ukraina.

“Kota Bandung sebagai salah satu kota utama yang ditawarkan untuk membuat satu taman yang cukup luas di sana, disediakan untuk Indonesia corner, diisi salah satunya oleh Bandung. Termasuk Little Bandung dan Indonesia House,” ungkap Dodit.

Tak hanya seniman Ukraina yang datang ke tanah air memperkenalkan seni patung, Indonesia juga memperkenalkan budaya melalui buku cerita anak-anak. Fedir Balandin menuturkan, buku tersebut diterima sangat baik oleh masyarakat Ukraina. Seluruh buku yang telah cetak laris di pasaran.

“Kami sekarang sedang menyiapkan cetakan kedua dengan penambahan cerita. Kami juga sedang siapkan lima buku lainnya tentang Indonesia yang sudah siap cetak,” ungkap Fedir.

Buku yang diberi judul “Indonesian Fairy Tales” itu memuat cerita-cerita anak dari berbagai daerah. Salah satu cerita yang popular adalah dongeng Gajah dan Semut. Cerita tentang semut yang mengalahkan gajah, menurut Fedir, memberikan pelajaran yang penting bagi anak. Ia bahkan menceritakannya di depan anak-anak yang hadir di Taman Dewi Sartika.

“Cerita ini yang paling saya suka, dan juga populer di Ukraina,” ujarnya.

Fedir menambahkan, salah satu legenda Jawa Barat, Sangkuriang dan Tangkuban Parahu, juga tercantum dalam buku Indonesia Fairy Tales. “Cerita itu juga bagus. Ada di buku itu,” imbuhnya.