HARI SANTRI NASIONAL: PEGAWAI PEMKOT BANDUNG BERPAKAIAN MUSLIM

Swara Bandung.Net.Bandung – Ada suasana yang berbeda ketika apel pagi mengawali aktivitas di Balai Kota Bandung, Senin (22/10/2018) ini. Para pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dari mulai kepala perangkat hingga staff ramai-ramai berpeci dan berkoko.

Para pegawai mengenakan peci dan koko ternyata dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh tepat pada hari ini.

“Sesuai arahan pak Wali Kota, kita mengenakan pakaian yang berbeda dari biasanya,” ungkap Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Elly Wasliah yang menjadi pembina apel di Plaza Balai Kota Jalan Wastukancana.

Arahan yang beredar melalui grup-grup internal pegawai Pemkot Bandung, seluruh kepala perangkat daerah dan seluruh ASN Pemkot Bandung diwajibkan mengenakan pakaian yang menunjukkan ciri khas santri.

Pakaian dimaksud adalah laki-laki mengenakan atasan koko berwarna putih, bawahan celana gelap dan peci nasional. Sedangkan perempuan mengenakan pakaian muslim berwarna putih.

“Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional,” ujar Elly yang mengenakan baju dan kerudung putih.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Bina Sosial Keagamaan Bagian Keagamaan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Latief mengemukakan, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama kota Bandung dalam rangka mendukung Hari Santri nasional. Salah satunya dengan mengadakan halakah para alim ulama dan santri. Selain itu juga memberikan dukungan untuk perkemahan pramuka santri dengan mengirimkan santri  ke Jambi.

“Kami pun memberikan bantuan bagi guru tahfiz di ponpes, mengerahkan masa dari kalangan santriawan santriawati dan majelis taklim untuk memeriahkan Hari Santri Nasional,” sebutnya.

Menurutnya, semangat yang bisa ditularkan bahwa hari santri bukan hanya milik pesantren saja tapi milik bangsa Indonesia. Santri punya peran dan tanggung jawab strategis untuk melakukan perjuangan perdamaian.

“Santri pun punya peran membuat rukun, bersatu dan menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” imbuhnya. (Asep.M.)**

ODED BERTEKAD HADIRKAN 1000 PENGHAFAL ALQURAN DI KELURAHAN

Swara Bandung.Net.Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mendorong setiap kelurahan melahirkan penghafal Alquran atau hafiz dan hafizah. Mulai dari kategori 1 juz hingga 30 juz.

“Targetnya 5 tahun ke depan, ada 1000 Hafiz dan Hafizah di setiap kelurahan. Kenapa ini dilakukan? Saya punya keyakinan, jika Kota Bandung dihuni oleh manusia yang mencintai Alquran, Insya Allah Rahmat Allah akan selalu turun di Kota Bandung,” kata Wai Kota Bandung, Oded M Danial pada acara silaturahmi di Masjid Al-Jabbar Komplek Rusunawa, Kota Bandung, Sabtu (20/10/2018).

Untuk menyukseskan program tersebut, Pemkot Bandung telah mengadakan pelatihan bagi masyarakat Kota Bandung yang ingin menjadi Hafiz dan Hafizah.

“Sekarang kita sudah menyeleksi, ada 300 pelatih untuk disebar ke Kewilayahan. Mereka nantinya akan memberikan pelatihan bagi masyarakat. Insya Allah ke depannya akan ada kebijakan sebagai penguat,” imbuhnya.

Menurut Oded, program tersebut masih seiring dengan visinya mewujudkan Kota Bandung yang agamis.

“Mang Oded bersama kang Yana memiliki visi dan misi salah satunya menjadikan masyarakat Kota Bandung yang agamis. Dengan beberapa program Pemkot Bandung, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghadiri majelis untuk menambah ilmu dan aktif di program Bersatu (Berjamaah Shalat Tepat Waktu),” ujar Oded.

Oded menjelaskan, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu produktif dan berbuat baik. Di samping beriman dan beribadah kepada Allah SWT, umat Islam wajib membangun prestasi-prestasi kebaikan.

“Sudah jelas, konsep Islam itu, mengajarkan kita untuk selalu produktif. Bahkan dalam surat Al-Hajj dijelaskan selain beriman kepada Allah, juga ada aspek prestasi dalam berbuat kebaikan dan kegiatan positif. Baru setelah itu mendapatkan kemenangan dan sukses,” jelasnya.

Mm”Saya akan terus mendorong semua lapisan masyarakat agar produktif. Seperti contoh dalam mengelola sampah. Mengelola sampah bukan hanya tugas Pemerintah. Kita sebagai yang memproduksi sampah, harus ada tanggung jawab moral,” tutur Oded.(**)

BERSAMA RATUSAN WARGA, MANG YANA MENARI LINE DANCE

Swara Bandung.Net.Bandung – Car Free Day (CFD) di Kota Bandung telah menjadi sarana untuk berolahraga bagi warga. Momentum itu dimanfaatkan oleh Organisasi Masyarakat Buah Batu Corps (BBC) untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat kepada masyarakat.

BBC menggelar Minggu Geraaak (Guraaak) di CFD Buah Batu, Minggu (21/10/2018). Di acara tersebut, lebih dari 500 orang bergerak menarikan Line Dance.

Line Dance merupakan tarian asal Amerika Serikat yang dilakukan dengan menggerakkan kaki dengan ritme hitungan tertentu. Line Dance di Indonesia mirip dengan tarian Poco-Poco.

Pada acara Guraaak, BBC bekerja sama dengan Universal Line Dance komunitas pecinta line dance di Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian acara peringatan Milad 12 tahun BBC, organisasi masyarakat Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pun ikut serta dalam Guraaak. Ia menari line dance bersama Ketua BBC, Mugi Sujana dan ratusan warga Bandung lainnya.

“Saya mengapresiasi kegiatan pagi ini. Mari kita bergerak berolah raga agar meningkatkan persaudaraan dan persahabatan. Dan insya Allah kita juga jadu sehat,” ucap Yana saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

Ia juga mengucapkan selamat kepada BBC atas usianya yang menginjak 12 tahun. Menurutnya, BBC merupakan salah satu wadah kegiatan masyarakat yang banyak berperan di Kota Bandung.

“Selamat ulang tahun kepada BBC di manapun berada. Semoga BCC senantiasa jaya dan selalu berkontribusi positif untuk Kota Bandung,” tutur Yana.

Ia berpesan kepada organisasi penggagas CFD di jalan Buah Batu ini agar terus berinovasi dan berkarya untuk masyarakat. Ia ingin agar BBC terus memberi kebermanfaatan untuk warga.

“Teruslah berkarya, teruslah menebar manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.(Asep.M).**

Ursula Gaet Dansubsektor 12 – 22 Bersihkan Taman Petpark

Swara Bandung.Net.Bandung –

Giat bersih-bersih di wlayah Kelurahan Cihapit dengan thema “Ursula Peduli Merawat Sungai di Taman Cibeunying”  tepatnya di area Petpark Cilaki Bandung berlangsung pada hari Sabtu (20/10/2018) oleh Satgas Citarum sub 12 – 22 , Kodiklat, Kelurahan Cihapit dengan pasukan Gober nya, sekolah Santa Ursula dari mulai TK, SD, SMP dan para guru. Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.

Serka Abdullah Fauzy  mengungkapkan bahwa area yang menjadi wilayah pengawasan sub sektor 12 ini meliputi dua kecamatan yaitu wilayah Bandung Wetan dan Sumur Bandung.  “Dalam dua kecamatan tersebut ada 7 kelurahan,”  jelas Serka Abdullah.

Dalam melaksanakan tugasnya selaku satgas Citarum Harum, subsektor 12 – 22 ini lebih konsentrasi terhadap kondisi  sungai dimana terdapat 4 sungai yang ada di wilayah sub sektor 12 – 22. “Di wilayah sub sektor ini terdapat 3 sungai yaitu sungai Cikapundung, sungai Cibeunying, sungai Cikapayang, dan sungai Cilaki,” papar Serka Abdullah.

dijelaskan bahwa kegiatan di Cilaki ini meliputi area sepanjang 850 meter dan taman Petpark serta sungai Cilaki sepanjang kurang lebih 200 meter di wilayah kelurahan Cihapit. Dan dari kegiatan ini terkumpul sampah sebanyak kurang lebih 10 kubik.

Sementara dari pihak sekolah Santa Ursula yang dipimpin oleh kepala sekolahnya yaitu Cio mengungkapkan bahwa kegiatan seperti bersih-bersih ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. “Kami biasanya melakukan secara sporadis. Kadang secara mandiri atau perorangan,” ungkap Cio. “Dan untuk kegiatan hari ini kami mengundang Lurah dan Satgas Citarum,” lanjutnya lagi.

Cio juga menjelaskan bahwa kegitan seperti yang telah dilaukan oleh Santa Ursula selama dua tahun ini untuk membangun kesadaran masyarakat karena sekolah itu tidak terlepas dari masyarakat sekitarnya. “Kami ingin membuka mata karyawan, siswa dan lain-lain bahwa di lingkungan kita itu sangat banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dalam rangka kepedulian terhadap kondisi lingkungan termasuk membersihkan kali, jalan dan taman,” papar Cio.

Cio juga berharap, dengan kegiatan ini akan membuka mata siapapun untuk sadar bahwa banyak pekerjaan yang terkait dengan lingkungan di sekitar kita. Hal lain adalah kerjasama dengan pihak lain seperti TNI dan kelurahan bisa lebih erat lagi dan solid.

Pihak kelurahan yang dihadiri langsung oleh lurahnya yaitu Endang mengungkapkan bahwa di kelurahan Cihapit ini tiada hari tanpa bersih-bersih. “Bahkan kita punya pasukan Gober yaitu pasukan gorong-gorong dan kebersihan ditambah dengan linmas,” jelas Endang.

Pada kesempata tersebut Endang mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap TNI serta sekolah Santa Ursula yang berkenan membantu melakukan giat bersih di kelurahanya tersebut. Endang juga mengatakan bahwa dalam rangka membersihkan sungai-sungai di wilayahnya manapun, hal yang juga penting adalah menjaga kebersihan di jalan-jalan dan sampah dari rumah-rumah. “Ada cucu dan cicit sungai yang mengelilingi lingkungan rumah warga yang bisa mempengaruhi kondisi induk dari sungainya yaitu Citarum,” papar Endang.(Asep.M).

Diskusi Dansektor 22 Dan KPSBU ” Kotoran Sapi Jadi Bermanpaat

Swara Bandung.Net.Lembang – (20-10-2018) Kunjungan Dansektor 22 ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang terkait bukti pembuangan kotoran sapi yang 80% nya dibuang ke aliran Sungai berdampak sungai Cibeureum dan sungai Cikapundung kotor tercemari kotoran sapi.

Dedi Setiadi (Ketua KPSBU) menyambut baik kedatangan Dansektor 22 dan satgasnya, langsung memperkenalkan pada anggota KPSBU dan memaparkan fungsi dan kepentingan keberadaan Satgas Citarum dalam penertiban pelaku industri dan masyarakat yang mencemari sungai yang berhubungan dengan Program Citarum Harum, Sabtu (20-10-2018)

Pertemuan dihadiri 70 Anggita KPSBU berikut pengurusnya, semua anggota KPSBU adalah para peternak sapi, giat forum diskusi ini sebagai persiapan Peninjauan BAPPENAS ke Sektor 22 khusus kota Lembang pada tanggal  24 Oktober 2018, Minggu Depan

Pemaparan tentang Program Revitalisasi Sungai Citarum berawal dari vonis citarum sungai terkotor sedunia hingga kasus yang dialami Sungai Citarum saat ini dan beberapa penanganannya dan antisipasi bahaya sungai lainnya oleh Dansektor 22 Citarum Harum.

Dansektor 22, mengatakan, “Problem utama Sungai Citarum adalah gundulnya hutan dan gunung karena ditanami palawija, sehingga kalau hujan mengakibatkan banjir yang besar dan berdampak pembentukan Sedimentasi sungai hingga dangkal dan terjadi penyempitan sungai” Tegasnya.

“Penceremaran sungai terjadi bukan hanya karena limbah Kimia (B3) saja tapi ada juga limbah kotoran manusia dan kotoran sapi (Limbah Ecolly) yang secara langsung dibuang ke sungai, juga sampah rumah tangga” Imbuh Dansektor.

“Kota Lembang pembuang kotoran sapi terbanyak ke sungai (Sungai Cibeureum dan Cikapundung) hingga 220 Ton per hari, salah satu solusi yang cerdas adalah dilakukan Sektor 22 adalah pemanfaatan kotoran sapi dibuatkan kompos” terangnya.

 

“Sektor 22 upaya penyelamatan sungai juga membuat pembibitan tanaman keras untuk penghijauan di sepanjang bantaran sungai hingga sepanjang 262 Km hampir menyamai panjangnya sungai Citarum 284 Km (Cisanten – Muara Gembong)” Ucapnya.

Dalam sela-sela acara jejak pendapat di forum diskusi KPSBU Dedi Setiadi (Ket. KPSBU) berdialog langsung dengan anggota dari semua Wilayah Kota Lembang dengan beberapa argumen Anggota, dalam pesannya Dedi Setiadi kepada anggota supaya mengetahui apresiasi Program Citarum Harum yang di emban Sektor 22.

Pengarahan dari Dedi (Panggilan akrab Ketua KPSBU) segala upaya yang harus dilakukan oleh semua anggota bisa menyelamatkan Kebersihan sungai dan lingkungan, apresiasi anggota dianjurkan supaya disediakan lahan untuk pembuatan instalasi Pengomposan.(Asep.M).

Dansektor 22 ” IPAL PT.GAP PATUT DI CONTOH

Swara Bandung.Net. Bandung  – 19/10/18. Kol.Inf. Asep Rahmat Taufik pada hari Jum’at 19-10-2018 melakukan sidak ke Pabrik Gajah Angkasa Perkasa (GAP) JL. Jenderal Sudirman no.823 Kota Bandung Sidak dilakukan atas dasar kordinasi Dan Subsektor 06 – 22 Pelda Mulyanto, bahwa dalam operasinya kepabrik GAP tidak pernah mendapatkan kotor dan baunya limbah yang dibuang ke sungai.

Pelda Mulyanto mengatakan, kami sering operasi kelapangan di waktu pagi, siang , sore bahkan malam hari Namum tidak pernah tercium bau limbah apalagi kekeruhan buangan limbah. Karena penasaran maka saya masuk ke Pabrik untuk memeriksa IPAL, nah ini kan hasil limbah nya bening dan tidak berbau, maka saya langsung lapor ke Dansektor 22, bahkan ketika di pinta fasilitas pembuatan tempat pembuangan sampah (TPS) buat 4 Rw manajemen pabrik pun mau, Tutur Pelda Mulyanto.

Patut diacungi jempol bukan hanya menertibkan IPAL,dukungan Pabrik GAP terhadap Program Citarum Harum bahkan membagikan air bersih setiap hari kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik bahkan membuat tempat pembuangan sampah (TPS) sebanyak dua titik untuk masyarakat.

Manager Enggenering GAP Yohanes Indra memaparkan, kalau dalam pengolahan IPAL kami lakukan penyaringan dan menggunakan obat kimia dan Biologi, memang chemical yang kami gunakan dengan cara penelitian lab untuk mencari kecocokan dan hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama, maka dari bermacam-macam chemical hanya satu produk yang kami pakai.

Kalau masalah sosialisasi kepada warga kamipun merespon, seperti kebutuhan air dan beberapa yang lain kami penuhi sesuai dengan kemampuan kami. Sekarang kami buatkan dua lokasi tempat pembuangan sampah masyarakat berukuran 4 x 5 m2 dan yang satu lagi TPS mampu menampung dua conteiner sampah.

Kami sangat mendukung Program Citarum Harum dan siap berdiskusi untuk kedepannya, akan lebih bagus lagi kalau yang dilakukan Satgas Siliwangi ini bersifat Nasional keseluruhan daerah, soalnya masih ada pelaku industri diluar Jabar tidak setertip di Jabar, mereka enak karena tidak ada biaya tambahan buat IPAL, sehingga keuntungan mereka lebih besar karena tidak ada pemotongan biaya produksi IPAL.

Dalam sidak ini, Kol.Inf. Asep Rahmat Taufik menyatakan kalau Survei Dan Subsektor 06 memang betul tidak ada kecurigaan terhadap PT. GAP, kita ketahui bersama bahwa limbah yang dibuangnya ini sudah bening, tidak berbau dan panas, serta baku mutu limbah limbah sudah bagus, maka saya Apresiasi kalau Pabrik GAP ini bisa dijadikan contoh pabrik – pabrik lainnya.

Pungkasnya, mudah-mudahan PT. GAP ini bisa mempertahankan bahkan bisa menjadi lebih baik lagi, kalo semua Pabrik di Jabar ini sama seperti PT. GAP maka Ecology pun akan sempurna bahkan sungai pun akan bisa jadi sumber hidup dan kehidupan.(Asep.M).

Ketua DPP Prabu, Kang Irvan : LSM Tidak Hanya Memberikan Kritik dan Desakan

Ketua DPP Prabu, Kang Irvan

Swara Bandung, Bandung , – Ketua DPP Pergerakan Rakyat Bersatu ( PRABU ) Kang Irvan menginginkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  yang dikomandoinya ini semenjak tahun 2012 tidak hanya dapat memberikan kritik dan desakan kepada pemerintah, akan tetapi, LSM PRABU  juga akan ikut berkarya untuk bangsa dengan bersinergi dengan pemerintah pusat dan khusus di pemerintahan Kota Bandung  dengan sosok kepemimpinan yang baru saja dilantik diperiode 2018-2023, LSM PRABU akan menentukan sikapnya. Hal ini disampaikan Irvan Ketua DPP LSM PRABU  dalam releasnya kepada media Sabtu (12/10/2018).

“Pemerintah tanpa bersinergi dengan rakyat semua sulit untuk berjalan, karena saat ini kita menghadapi tantangan luar biasa dalam segala Bidang, Pemerintah Kota Bandung diharapkan bisa membuka komunikasi dengan warga masyarakat kota Bandung  agar aspirasi yang disampaikan juga bisa dapat direalisasikan langsung kepada  warga masyarakat Kota Bandung, ” kata Irvan

Lebih lanjut Irvan mengatakan, visi misi LSM PRABU adalah selain Meningkatkan kesejahteraan  kita juga akan selalu memantau dan mengkritisi kinerja aparatur  daerah didalam pemerintahan, khusus di Kota Bandung, sehingga kita bisa dapat membantu pemerintah pusat dalam meningkatan kesejahteraan masyarakat, kita juga akan selalu melaksanakan pemantauan dan akan selalu meng kritisi pemangku kebijakan pemerintah kota Bandung ketika Ada kebijakan pimpinan yang tidak pro Rakyat dan tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

“Itulah yang kita laksanakan. Karena kita melihat masih banyak potensi ekonomi, potensi pengembangan wisata  dan potensi lainnya, yang tergali juga tentang penyelesaian permasalahan didaerah yang belum  terselesaikan betul maka diperlukannya ketegasan Wali Kota Bandung Kang Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dimasa kepemimpinannya dalam  membuat suatu kebijakan yang bisa meningkatkan kinerja  aparatur daerah dalam segala bidang, sesuai progam pemerintah pusat tentang pemerintahan yang bersih Dari KKN ( korupsi ,kolusi ,nepotisme ) semoga dengan sikap yang kami tentukan kepada perintahan kota Bandung dapat merealisasikan pemerintahan Kota Bandung  yang Bersih Dari KKN (korupsi , kolusi, nepotisme ) dan pemerintah kota Bandung dapat menyelesaikan juga melaksanakan semua visi misinya ketika masa kampanye lalu bukan hanya janji janji politik saja demi sebuah kemenangan, ” pungkasnya.

KECAMATAN KIRCON BANGUN KEMANDIRIAN, DAMPINGI KELUARGA PKH

Swara Bandung.Net Bandung – Kecamatan Kiaracondong terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu agar masyarakat miskin atau prasejahtera dapat meningkatkan kesejahteraannya.

“Kita menggelar pelatihan menjahit, membuat makanan. Pelatihan ini untuk pemberdayaan mereka dan semoga beberapa tahun ke depan mereka bisa mandiri,” tutur Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Kota, Istiana pad kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana, Selasa (9/10/2018).

Menurutnya, pelatihan tak hanya meningkatkan keterampilan warga. Tetapi juga untuk mengubah pola pikir agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah.

“Harapannya dengan adanya program tersebut masyarakat miskin atau prasejahtera dapat berubah pola pikirnya. Setiap bulannya, pendampingan berupa pembinaan dan penyuluhan tentang pengelolaan ekonomi maupun peningkatan sumber daya manusia uang disebut Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2),” jelasnya.

Sementara itu, Camat Kiaracondong, Tarya mengungkapkan, salah satu program unggulan Kecamatan Kiaracondong yaitu Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai. Program ini dapat meningkatkan kesejahteraan untuk warga miskin. Mereka memperoleh bantuan dari pemerintah pusat dari Kementerian Sosial.

Pada program PKH, warga yang mendapatkan dua jenis bantuan. Pertama yaitu berupa bantuan pangan non tunai dan tunai. Untuk bantuan pangan non tunai warga bisa mencairkannya melalui e-warung PKH.

“Bisa dicairkaan melalui e-warung PKH dan di Kota Bandung sudah ada 77 e-warung, kebetulan di Kiaracondong ada 4 untuk bisa mengakses pencairan bantuan pangan non tunai,” ujarnya.

Sedangkan mulai tahun 2017 lalu, kata Tarya, ada bantuan tunai sebesar Rp500.000 per kepala keluarga.(**)

PKL MALABAR AKAN PUNYA KIOS BARU

Swara Bandung.Net.Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan PT. Mayora Indah Tbk. menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Malabar. Penataannya dengan mempercantik kios dan pedestrian di sekitar jalan tersebut.

“Kami arahkan PT. Mayora ke dua pihak. Untuk penataan PKL-nya kita sambungkan dengan asosiasi PKL. Sedangkan untuk pedestrian, kita arahkan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” ungkap Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Bandung Lusi Lesminingwati di Balai Kota Bandung.

Lusi mengatakan, PT. Mayora memberikan bantuan perbaikan pedestrian melalui mekanisme hibah. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut juga dialokasikan untuk menyediakan kios baru untuk para pedagang.

Sebanyak 18 kios baru telah siap diisi oleh para pedagang. Kios tersebut menggunakan sistem knock down sehingga memudahkan untuk dibongkar pasang.

“Ada 15 kios PKL yang mendapatkan manfaat, ditambah 1 kios untuk menjual produk ibu-ibu PKK, 1 kios untuk produk Mayora, 1 lagi untuk sekretariat,” imbuh Lusi.

Rencananya, PT. Mayora beserta Satuan Tugas (Satgas) PKL akan meresmikan penyerahan bantuan itu pada Sabtu, 20 Oktober 2018 mendatang. Rencananya, Wali Kota Bandung Oded M. Danial akan meresmikannya.

Selain Jalan Malabar, PT. Mayora Indah Tbk juga akan menata dua titik lainnya. Dua titik lain yang sudah proses penataan, yaitu di Jalan Purnawarman dan Jalan Hasanudin.

“Tapi yang 100% sudah selesai baru yang Jalan Malabar,” imbuh Lusi.

Sementara itu, Oded mengapresiasi bantuan oleh perusahaan swasta itu kepada Pemerintah Kota Bandung. Ia bahkan secara terbuka mengajak PT. Mayora Indah untuk membantu Pemkot Bandung menata di titik-titik lainnya.

“Atas nama warga Bandung, Mang Oded sangat berterima kasih. Kota Bandung ini memang dibangun dengan prinsip kolaborasi, baik bersama masyarakat, sektor swasta, juga stakeholder lain. Ini akan terus kita jaga agar semua warga merasa memiliki kota ini,” tutur Oded.(**)

Bentuk Bank Sampah Ala PisMan, Kecamatan Sukajadi Dapat Apresiasi

KIM Cipedes, Bandung – Kecamatan Sukajadi salahsatu wilayah dalam pengolahan sampah berbasis Kang PisMan (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan) disalurkan dan dikelola melalui Bank Sampah.

Seperti halnya di Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi sudah membentuk unit-unit Bank Sampah di setiap RW sejak 6 bulan yang lalu, tepatnya, 27 April 2018, bertempat di Aula Kelurahan Cipedes. Pembentukan Unit-Unit Bank Sampah tersebut ditandai dengan lounching Ayo Menabung Sampah.
Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH mengatakan sampah merupakan salahsatu masalah lingkungan yang utama di Indonesia. Persoalan sampah saat ini sudah menjadi problem di masing-masing wilayah Rukun Warga, meskipun demikian, jika pengelolaan sampah dilakukan dengan cara yang benar, menjadi berkah bagi warga masyarakat,” ungkap Dedi.
Atas dasar hal tersebut kata Dedi, maka setiap wilayah RW perlu segera melakukan penanganan sampah dengan efektif dan berwawasan lingkungan dengan membentuk unit-unit Bank Sampah di RT/RW. Bank sampah merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah diantaranya sampah plastik, kardus, koran, dan keresek akan menjadi barrokah amal sholeh kita, …..yuuk kita jadi pendonor bank sampah Kelurahan Cipedes feat bank sampah Karimbi Abra di dukung oleh Bank Sampah Hijau Lestari Kota Bandung,” ajak Dedi.
Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan melakukan penimbangan sampah di Halaman Kantor Kecamatan Sukajadi, 16/10/2018

Sehingga, pada pencanangan Gerakan PisMan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Kecamatan Sukajadi mendapat apresiasi salahsatu Kecamatan yang membentuk Bank Sampah ala Kang PisMan dalam rangka mewujudkan dan mensukseskan Kota Bandung bebas dari sampah.

Pencanangan Gerakan PisMan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial bertempat di Cikapundung River Spot Jalan Soekarno Bandung, Rabu, 17/10/2018.
Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Sukajadi yang telah mendukung terbentuknya Bank Sampah ala Kang Pisman di wilayah Sukajadi, sehingga Kecamatan Sukajadi mendapat apresiasi dari Wali Kota Bandung, Oded M Danial atas terbentuknya Bank Sampah ala Kang PisMan,” ucap Yudi.
Menurut Yudi, Kantor Kecamatan Sukajadi yang terletak dijalan Sukamulya No. 4 Bandung menerima sedekah sampah dan tabungan sampah, termasuk di 5 (lima) Kelurahan, Cipedes, Sukabungah, Sukagalih, Pasteur dan Sukawarna. Dan untuk Pelayanan Bank Sampah dibagi 2 kategori yaitu Sedekah Sampah  dan Tabung Sampah.  Untuk pelayanan sedekah sampah kita buka tiap hari. Sedangkan untuk pelayanan Tabung Sampah 2 (dua) minggu sekali, setiap hari Selasa,” ujar Yudi.

ASN dan Aparat Kewilayahan mendatangi Pelayanan Bank Sampah di Kantor Kecamatan Sukajadi, 16/10/2018

Sedangkan untuk Pelayanan Bank Sampah di Kelurahan, kata Yudi sudah ada jadwal masing-masing tiap kelurahan dan bahkan seluruh ASN dan aparat kewilayahan dilingkungan Kecamatan Sukajadi  sudah menjadi nasabah Bank Sampah,” pungkas Yudi ketika ditemui KIM Cipedes dilokasi Pencanangan Gerakan PisMan.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial hadir didampingi Plh. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Evi S. Shaleha dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, Siti Muntamah.
Lounching Ayo Menabung Sampah di Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi

Mang Oded sapaan akrab Wali Kota Bandung ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan program Kang PisMan ini. Kepada segenap masyarakat, para tokoh-tokoh agama, pengurus tempat ibadah, RT, RW, kantor-kantor/gedung pemerintah dan swasta, komunitas, ormas untuk turut serta mendalami kepedulian bersama.

“Mari sukseskan dengan cara bergabung menjadi Balad Kang Pisman sebagai bentuk dukungan dan kepedulian menanggulangi masalah lingkungan kita bersama secara fundamental, sehingga Bandung Beresih dapat kita wujudkan,” ajak Mang Oded.

“Beberapa dinas, kecamatan dan kelurahan sudah mulai merespon dengan membuat bank sampah, diantaranya bank sampah Disdagin, Dinas Perhubungan Kota Bandung, BPPD, Kecamatan Sukajadi, dan DLHK. ***