KECAMATAN BUAHBATU SURGANYA INDUSTRI KREATIF KOTA BANDUNG

Swara Bandung.Net.Buah batu – Tak banyak yang tahu, ada sebanyak 144 unit industri di Kecamatan Buahbatu Kota Bandung. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah kecamatan, mulai dari Kelurahan Cijawura, Margasari, Jatisari, sampai Sekejati. Jenis produksinya pun beragam, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.

Camat Buahbatu, Deny Sany mengatakan, ada 36 industri yang menjadi produk unggulan Kecamatan Buahbatu. Industri-industri tersebut merupakan hasil pembinaan dari Wirausaha Baru Kota Bandung.

“Bahkan ada juga binaan PKK melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga. Di RW-RW ada juga yang punya produk unggulan sendiri, seperti lilin-lilin ini,” ujar Deny sembari menunjukkan salah satu produk unggulan dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (17/4/2018).

Perkembangan produk-produk tersebut juga beragam. Namun beberapa unit usaha masih menemukan kendala pada proses pemasaran. Sebab pada tahap permodalan, sebagian telah terbantu melalui program Kredit Melati.

“Kita bina terus, yang penting jangan sampai mereka ini terjerat ke rentenir,” katanya.

Lain halnya dengan produk kreatif seperti tas dan kerajinan tangan berbahan dasar kulit. Sebut saja merk Droplets yang telah mampu meraup omzet Rp 150 juta per bulan..

“Mereka ini jualannya online, memanfaatkan kecanggihan teknologi,” imbuh Deny.

Ada pula sentra produksi sepatu berbahan dasar serat bambu yang namanya mulai dikenal di mancanegara. Produk tersebut, menurut Deny, bahkan sudah bisa diekspor karena banyak peminat.

Deny menuturkan, industri-industri kreatif di Kota Bandung memang sedang tumbuh cukup pesat. Terlebih lagi, Kota Bandung merupakan kota wisata dengan pertumbuhan ekonomi 7,8%.

Menurutnya, setiap daerah ingin agar produk-produk asal daerah memiliki kekuatan, terutama di pasar dalam negeri. Hal ini membuatnya optimis industri kreatif di Kota Bandung akan terus berkembang.

“Kita lihat saja, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk semua,” tuturnya.

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

Muri Memberi Sertifikat Di Gunung Putri Garut

Swara Bandung.Net.Garut – Pembukaan kegiatan Kejuaraan Paralayang & Gantolle Open Cup Kapolda Jabar Dalam Rangka HUT Bayangkara Ke-72, Anti Hoax, dan mendukung Pilkada Damai serta mendukung Program pemerintah dalam bidang pengembangan Pariwisata.
kamis 19 April 2018 Pada pkl 07.00 Wib brtmpt di Bukit Parama Satwika Gunung Putri Tarogong Kabsekitar

Gantole di ikuti 250 peserta para layang dari berbagai Kabupaten propinsi dan paralayang serta di bagi kedalam sua bagian 16 org peserta para layang dan
153 org peserta para layang gantole.

Di hadiri kapolda jabar irjen pol agung budi maryoto, Dir Sabhara Polda Jabar Kombes Drs.M.Aris, Danrem 062/Tn kolonel inf tantan ardianto, Dandim 0611/grt di wakili kasdim , Myr inf.Hamjah budi, Dandenpom III/2 Garut di wakili sama Wadandenpom Mayor Cpm Pardyana, Kapolres Grt berikut perwira stap polres grt, danyon 303/ssm di wakili Kakorum Yonif R 303/Ssm Kapten Inf.Zaenal, danlanud wiriadinata, kolonel PNB cahyo wibowo kajari grt azwari SH MH, Plt Sekda kab grt Ir H UU Saepudin, Kadisbudpar Kab.Garut H. Budi Gangan SH , Kadispora Garut
Kuswendi, pengurus FAJi jabar para pengusaha kab grt, tim juri para layang, dan Warga Maayarakat sekitar

Kapolda jabar irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam sambutanya mengucapakan kepada semua pihak yqng terlubat dan ikut andil atas terselenggaranya acara serta buat TNI yang selalu berdampingan dalam mengankan Negara Rwpublik Indonesia terjauh dari Hoak dan Intimidasi ini semua wujud kepedulian polri dalam mendukung olahraga bidang paralayang dan gantolle sekaligus rangkaian HUT Polri pada tgl 1 juli 2018.

Kapolda menyikapi berita Hoax di medsos, facbook, WA dll yang mana pada saat ini gencar n pdan cepat tersebar dimasyarakat, jangan sampai isu tersebut di respon apabila kebenaran nya belum di kroscek.supaya lebih hati hati jangan asal kirim baik kepada teman saudara apa lagi di grup gruo tertentu…tungkasnya.

Budi atlet paralayang untuk mengukur kemampuan sekaligus silaturahmi dan mempromosikan bukit “Pamasatwika Destinasi Wissata” parawisata utama di kab. Garut , nuasa dan suasana kab garut bila di kemvangkan akan lebih bagus sebab kehistorisanya masih terjaga alam yang asri dan alami …ungkapnya

Sambutan PLT Sekda H. Uu Saepudin mengucapkan terimakasih kepada Kapolda jabar yang telah mengadakan acara Paralayang & Gantolle Open Cup Kapolda Jabar Dalam Rangka HUT Bayangkara Ke-72, dan seluruh yang terlibat pada acaa ini yang akan membawa kab garut lebih di kenal lagi oleh propinsi dan dunia nantinya,” Ungkapnya

H Uu dengan adanya gunung Putri di jadikan ajang para layang oleh seluruh para atlit membuktikan kalo garut merupakan sebuah kota yang sangat bagus sebagai Destinasi Wisata sebagai tujuan para wisatawan asing yang akan mengunjungi kab garut.

Setda Kab Garut H Uu menirutnya Kekayaan garut sangat luas untuk di jadikan bahan kajian untuk para wisatawan asing yang ingin menjadikan garut sebagai tempat perindustrian kedepanya.

Sambutan Muri Drs. Andri Pihak Muri sangat mengafresiasi kegiatan lomba kejuaraan paralayang dan Gantolle di Kab. Garut yang mana sebelum nya muri telah memberikan sertifikat muri di gunung payung dengan peserta sebanyak 110 pesert.

Drs. Andri Harapanya kabupaten semakin di kenal di indonesia dan dunia sebagai obyek wista dan bisa membawa harum kab garut kedepanya (Wahyudin )

40 Orang Relawan RW Mendapat BIMTEK Dari Diskar PB

Swara Bandubg.Net.Taman Pramuka – Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Satwankar kota Bandubg  mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek ) dari Diskar PB Kota Bandung yan di adakan di Taman Pramuka  Jalan Riau, Bandung. Acara tersebut digelar Rabu – Kamis (18-19 April 2018).

Perwakilan satwankar dari tiap RW se kota Bandung berjumlah sekitar 40 orang , mereka begitu antusias mengikuti bimtek tersebut  .

Kasie Bina Partisipasi Masyarakat Diskar PB Kota Bandung, Cecep Rustiana mengatakan ,” saya ingin merubah maensete para relawan jangan sampai bahwa satwankar ikut memadamkan kebakaran , satwankar tugasnya mengedukasi kepada masyarakat guna pencegahan dalam  kebakaran dan bencana lain nya , ” Ucap Cecep.

Menurut Cecep “Kita menyadari bahwa kita (Diskar PB -red) kekurangan personil di lapangan sehingga menggunakan relawan-relawan untuk membantu Diskar mengedukasi warga dalam upaya pencegahan kebakaran,

Kedepannya anggota Satwankar tersebut akan memberikan penyuluhan kepada warga untuk mencegah kebakaran minimal teredukasi bagaimana cara mencegah kebakaran dan disebarluaskan kepada masyarakat di wilayahnya,”masyarakat tau cara pencegahan nya ,” Kata Nya.

Dalam kegiatan Bimtek tersebut sambung  Cecep, anggota Satwankar diberikan materi tentang tata cara mencegah terjadinya kebakaran, dari mengetahui pengaruh kebakaran sampai  cara menanggulanginya. Selain itu, anggota Satwankar juga dibekali materi penanganan korban.

“Prinsipnya tiga materi besar, pertama relawan bisa mengedukasi warga pada kedaruratan kebakaran, tahu apa yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi. Kedua kedaruratan medis, mereka tahu cara menanganinya, misalnya menghubungi 119 atau PMI. Kemudian kedaruratan kebencanaan, mereka teredukasi kalau ada bencana, tahu harus melakukan apa,” ungkapnya.

(A1).

Wakapolri Komjen Syafruddin : Opini dan Peredaran Miras/ Oplosan Harus Berhenti Sebelum Bulan Ramadhan

Swara Bandung.Net. – KAB.BANDUNG,  Rumah sekaligus pabrik minuman oplosan milik tersangka utama Syamsudin Simbolon (SS) yang berlokasi di Jalan Bypass Cicalengka Kab.Bandung hari ini Kamis (19/4) dikunjungi Wakapolri Komjen Syafrudin, Kadiv Humas Irjen Setyo Waskito, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Wakapolda Brigjen Supratman beserta seluruh jajaran Direktorat Narkoba dan Polres Bandung.

 

Kedatangan orang nomor 2 di Kepolisian RI ini  untuk meninjau sekaligus menggelar konfrensi pers dan levih menekankan penuntasan kasus yang menghebohkan ini. Menurut Wakapolri 112 orang telah menjadi korban akibat miras oplosan dan korbannya tidak hanya terjadi di Jabar, DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan, tapi diyakini terjadi juga di daerah lain di Indonesia.

“Kita hentikan dan tangkap melalui sistematis dan progres yang jelas, aparat kepolisian daerah tolong serius dan Polda Jabar saya kira paling serius, kalo yang diungkap banyak berarti aparatnya bertindak progresif, namun sebaliknya jika ungkapan tidak ada berarti pada diam tutup mata. Kita pantau setiap kejadian dan pengungkapan seluruh daerah akan jelas mana yang serius mana yang tidak”, sebutnya.

Wakapolri menambahkan bahwa pelaku utama berinsial SS sudah tertangkap dan malam tadi sudah sampai di Bandung setelah ditangkap di perbatasan Propinsi Jambi dan Sumatera Selatan berkat kerjasama Mabes Polri, Polda Jabar dan Jambi. “Saya tekankan kepada jajaran Polri masalah miras oplosan ini harus dihentikan karena merugikan dan mengorbankan masyarakat banyak.

Semua pihak harap bahu membahu menangani hal ini, karena untuk menghentikan tidak hanya oleh Polri karena menyangkut perizinan dan kewenangan seluruh stake holder. Kasus ini merupakan kesempatan yang baik untuk bekerjasama agar tidak berlarut larut, sebelum Bulan Ramadan opini yang tengah ramai ini harus berhenti termasuk peredaran”, tandasnya.

Syafrudin juga menghimbau agar kasus ini dijadikan pintu masuk oleh seluruh stake holder agar kejadian ini diperhatikan karena merupakan kejadian besar, “adapun keterlibatan oknum dalam kasus ini saya kira menjadi perhatian berikutnya setelah opini dan peredaran miras berbahaya ini berhenti jelang Ramadhan”, tegasnya. (Yusman)

Ketua FKPA Sukajadi Usman : “Anak Usia 13 Tahun Sudah Merasakan Nikmatnya Seks”

KIM Cipedes,  Sukajadi Fenomena yang mencengangkan prilaku anak termajinal yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang orangtuanya. Faktanya, diwilayah Sukajadi dari 40 orang anak hampir separohnya sudah mengetahui apa itu alat kontrasepsi bahkan kita tercengang anak usia 13 – 14 tahun sudah merasakan nikmatnya seks sehingga akan rentan terserang penyakit HIV Aids.  Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Peduli Anak (FKPA) Sukajadi, Usman dihadapan Deputi Bidang Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Valentina Gintings,. M.Si saat melakukan kunjungan ke Forum Peduli Anak (FKPA) Sukajadi, bertempat di Aula Kelurahan Cipedes, Rabu, 17/04/2018.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Eem Sukaemah, Sekretaris Kecamatan Sukajadi, Agung Purnomo, Kepala UPT Puskesmas Sukajadi dr. Erty Rostiaty, Lurah Cipedes Dedi Rustandi,SH, Sekretaris Kelurahan Cipedes Sudirman, S.Sos, Ketua Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes Dedi Djunaedi, dan mitra pelaksana Program Peduli Pilar Anak NTT, Lampung, Surabaya,Ujungpandang, Blitar, Palembang, Jember, DKI Jakarta, Garut, serta   tamu undangan lainnya.

Menurut Usman, dari tahun 2016 – 2017, peran FKPA Sukajadi hanya sebagai pendamping, teman bahkan sahabat anak-anak marjinal untuk mempermudah memperoleh informasi permasalahan yang terjadi pada diri anak tersebut. Kita mendampingi mereka untuk berobat ke Puskesmas, bahkan baru-baru ini kita memperhatikan salahsatu anak mengalami bintik-bintik merah pada kulit. Dalam waktu dekat ini kita akan upayakan anak tersebut untuk berobat ke Puskesmas. Alhamdulillah, FKPA sudah menjalin kerjasama dengan UPT Puskesmas Sukajadi dalam memberikan pelayanan pengobatan bagi anak-anak marjinal. Kami juga melibatkan anak-anak tersebut disetiap kegiatan FKPA, seperti bakti sosial, dan juga memberikan pelatihan tata boga bagi mereka. Karena keterbatasan personil dan minimnya dukungan anggaran, hanya ini yang baru bisa kami lakukan,” ujar Usman.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kecamatan Sukajadi Agung Purnomo mengatakan  bahwa kami melalui komunitas – komunitas peduli anak berupaya untuk memberdayakan anak-anak termajinal ini dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan dengan anggaran yang terbatas. Anggaran kesejahteraan sosial dalam 1 tahun Rp. 12.500.00-, untuk 6 kali kegiatan pelatihan pemberdayaan remaja. Kita akan berupaya untuk mengusulkan pada musrenbang untuk anggaran pemberdayaan remaja ini lebih ditingkatkan semakmsimal mungkin,” ungkap Agung.

Kepala UPT Puskesmas Sukajadi, dr. Erty Rostiaty mengatakan untuk pelayanan pengobatan bagi anak-anak termajinal menjadi fokus utama kami. Kita cek kesehatan mereka dan hasilnya akan kami sampaikan kepada pendamping begitu juga untuk kapan harus kembali berobat ke Puskesmas,” ucapnya.

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH mengapresiasi peran Forum KPA ini, dengan semangatnya tanpa melihat nilai komersial untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa ini. Masih banyak anak yang mengalami masalah, seperti: penelantaran, eksploitasi, diskriminasi dan tindak kekerasan. Melihat permasalahan ini, kami pihak Kelurahan Cipedes tentunya tidak tinggal diam, kami telah membentuk forum-forum diantaranya Forum Peduli Remaja, Forum Peduli Lansia bersinergi dengan Karang Taruna dengan menggunakan anggaran Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) untuk memberdayakan warga masyarakat dengan mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.

Deputi Bidang Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Valentina Gintings,. M.Si sangat mengapresiasi FKPA Sukajadi yang mendampingi anak-anak Indonesia khususnya anak – anak termajinal di sukajadi. Saya sudah mendengar upaya-upaya FKPA Sukajadi yang sangat luar biasa seperti apa yang disampaikan juga oleh Lurah Cipedes, dan akan menjadi bahan evaluasi  dan laporan kami kepada pimpinan,” ucap Valen.

RANCANG KEBIJAKAN STRATEGIS NASIONAL, WANTANNAS SAMBANGI PEMKOT BANDUNG

Swara Bandung.Net.Wastukencana — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima kunjungan kerja Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas) di Balai Kota Bandung, Selasa (17/4/2018). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka kajian daerah untuk mendapatkan informasi aktual terkait ketahanan nasional.

Sejumlah aspek di daerah seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hukum hingga permasalahan menonjol menjadi masukan untuk pertimbangan kepentingan kebijakan strategis nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Pengembangan Wantannas, Marsda TNI Emir Panji Darmawan menyampaikan, Kota Bandung dengan perkembangan yang cukup pesat memberikan beberapa keuntungan yang signifikan dalam bidang ekonomi, sosial, dan hal lainnya. Namun terdapat beberapa hal yang harus dikuatkan, khususnya menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Perlu sosialisasi dan penekanan yang tegas terkait netralitas ASN.

“Sebagai instansi pemerintah kita harus perkuat nilai NKRI dan ketahanan nasional. Apalagi jaman sekarang sudah jaman canggih, sehingga sumber informasi bisa datang dari mana saja. Intinya kita harus gotong royong satu sama lain untuk perkuat ideologi, ekonomi, sosial maupun budaya,” ujrnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dadang Supriatna memastikan, hal yang telah disampaikan oleh tim Setjen Wantannas bisa dilakukan dengan baik. Dalam hal ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hukum bisa dilakukan secara professional.

“Dengan setiap bagian atau dinas yang ada di Pemkot Bandung dipastikan bisa melakukan tugasnya dengan baik,” kata Dadang.

Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menyampaikan, ketahanan nasional di Kota Bandung terus mengalami kemajuan. Sebagai contoh dengan adanya wawasan kebangsaan, sosialisasi pencegahan narkotika, deklarasi radikalisme dan Bela Negara.

“Alhamdulilah Kota Bandung terus berkontribusi dalam ketahanan nasional. Dengan kegiatan yang dilaksanakan, kami yakin Kota Bandung mampu perkuat ketahanan nasioal,” ujar Hikmat.

Menurut Hikmat, beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Pemkot Bandung bisa mempertahankan ketahanan nasional. Salah satunya kegiatan Bela Negara. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan bela negara bagi masyarakat. Kegiatan ini telah diikuti oleh unsur mahasiswa, karyawan maupun para ASN. Terbukti kegiatan tersebut memberikan hasil yang signifikan.

“Lewat bela negara, masyarakat Kota Bandung lebih paham dan peduli akan negaranya,” kata Hikmat.

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

PERALATAN MAKAN DELEGASI KAA 1955 MASIH TERSIMPAN RAPIH DI HOTEL SAVOY HOMANN

Swara Bandung.Net.Asia Afrika – Salah satu hotel tertua di Bandung yang menjadi saksi sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 yaitu Hotel Savoy Homann. Dinamakan seperti ini karena pemiliknya bernama Mister Homann, seorang warga negara Jerman. Sejak didirikan oleh Adolf Homann pada tahun 1871, Hotel ini  terus tumbuh dan berkembang.

Namun dengan linimasa perjalanannya, Hotel Savoy Homann yang menjadi hotel tertua di Kota Bandung dan merupakan hotel legendaris Kota Bandung tetap mempertahankan eksistensinya dan mampu bersaing dengan hotel-hotel lainnya.

Menjadi hotel terbesar di Asia Tenggara pada waktu itu, hotel tersebut menjadi tempat menginap para delegasi dan pemimpin negara peserta KAA. Kamar bernomor 244 menjadi kamar pilihan keluarga presiden pertama Indonesia, Bung Karno. Sedangkan Perdana Menteri RRC Zhou Enlai menempati kamar 344 di lantai 3. Delegasi dari India, Jawaharlal Nehru di kamar 144.

Fasilitas hotel yang mewah, dengan makanan yang enak, menjadi salah satu tujuan utamanya para wisatawan maupun ketika delegasi KAA menginap di Hotel tersebut. Namun tak lepas dari itu, terdapat beberapa peninggalan sejarah seperti Memorabilia, Golden Book, furniture dan yang menarik yaitu peralatan makanan yang sampai saat ini masih terpampang mewah masih sama seperti dulu.

Sendok, garpu maupun piring yang mengkilap itu terkesan mewah, hanya bisa digunakan oleh tamu tamu VIP ketika KAA tahun 1955 berlangsung. Kemewahannya masih terlihat hingga saat ini.

Ditemui Humas Kota Bandung, Public Relations Bidakara Grand Savoy Homann, Revinna Tova Nugraha mengungkapkan, peralatan makanan yang dulu digunakan ketika KAA itu terbuat dari stainless dan perak. Peralatan mewah tersebut digunakan hanya untuk para pejabat utama peserta KAA.

Menurutnya, dahulu dengan peralatan mewah tersebut sangat terbatas, sehingga dipersipakan untuk tamu VIP saja.

“Jadi dulu itu peralatan ini dipersiapkan hanya untuk tamu tamu dari delegasi maupun Ring 1 saja, seperti presiden, wakil presiden, atau perdana menteri,” kata Revinna, Rabu (18/4/2018).

Revinna mengatakan, peralatan makanan yang mewah tersebut diproduksi sebelum KAA berlangsung atau sekitar awal 1950-an.

Peninggalan antik itu menjadi daya tarik tersendiri kepada para wisatawan yang menginap maupun berkunjung di sana.

Untuk menjaga kualitas barang tersebut, manajemen hotel membersihkannya  setiap satu bulan sekali. Itu dilakukan agar terlihat lebih apik dan menjadikan barang antik peninggalan sejarah kala.

“Kita merawatnya setiap satu bulan sekali, agar terlihat bersih dan pengunjung hotel pun bisa melihatnya dengan nyaman,” kata Revinna.

Untuk saat ini peninggalan beberapa barang peninggalan ketika KAA tersebut tersimpan rapih dan bersih. Sehingga untuk warga Bandung atau wisatawan bisa melihat barang bersejarah tersebut di hotel yang berada di Jalan Asia-Afrika tersebut.

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

PERINGATAN KE-63 KAA PERKUAT KERJASAMA KOTA BANDUNG DENGAN NEGARA ASIA-AFRIKA

Swara Bandung.Net.Asia Afrika – Rangkaian kegiatan peringatan ke-63 Konferensi Asia Afrika (KAA) 2018 memasuki acara puncak. Salah satunya dengan melakukan Historical Walk dari Hotel Savoy Homan menuju Gedung Merdeka di Bandung, Rabu (18/4/2018).

Historical tersebut dihadiri oleh Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan dan Kepala Museum KAA, Meinarti fauzi.

Historical tersebut dihadiri oleh Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan dan Kepala Museum KAA, Meinarti fauzi.

Usai berjalan kaki dari Hotel Savoy Homan menuju Gedung Merdeka, dilanjutkan dengan pengibaran 109 bendera Negara yang mengikuti KAA, yang dikibarkan langsung oleh 400 Pasukan Pengibar Bendera.

Acara ini juga dimeriahkan dengan karnaval oleh 200 anak Sekolah Dasar yang menggunakan pakaian adat Indonesia dan pakaian beberapa negara yang ada di Asia dan Afrika.

Pjs Wali Kota Bandung M. Solihin menyampaikan, peringatan KAA kali ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan hanya rangkaian kegiatan saja yang menjadi acuan utama, tetapi kerjasama antar negara pun harus lebih kuat bahkan berkembang sampai maju untuk negara negara yang menjalin kerjasama.

“Menjelang kegiatan ini kita manfaatkan posisi Kota Bandung sebagai ibu kota negara-negara Asia dan Afrika. Kita sudah melakukan kerjasama, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan beberapa negara di Asia dan Afrika,” katanya.

Diungkapkan Solihin, meskipun Kota Bandung tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA), tetapi potensi khususnya pada Sumber Daya Manusia cukup baik. Dengan pusat transaksi perdagangan maupun pusat pendidikan, Kota Bandung ini memberikan kemajuan yang signifikan.

“Kita manfaatkan kerjasama yang dibuat oleh pemerintah. Potensi Kota Bandung ini cukup besar, seperti kerjasama dengan Maroko di fesyen, Sudan mengenai peternakan dan pertanian. Lalu Tunisia di bidang wisata. Kita akan manfaatkan yang sudah dilakukan dengan cara yang bisa menguntungkan perekonomian di Kota Bandung,” kata Solihin.

Ditambahakan Cecep, beberapa aspek yang dijalin memberikan dampak yang menguntungkan bagi kedua negara. Salah satunya Indonesia bekerjasama dalam bidang teknologi yaitu pesawat terbang. Lebih membanggakan lagi, perusahaan teknik pesawat terbang itu berada di Kota Bandung yaitu PT Dirgantara Indonesia (DI).

“Kerjasama teknik di negara Afrika untuk mendukung kapasitasnya. Di sisi lain, tentunya dalam pembangunan pun membutuhkan kapasitas yang belum dimiliki. Sehingga satu sama lain kita saling membantu,” katanya.

Menurutnya, bukan hanya pemerintah saja yang mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di zaman modern ini pihak lain seperti swasta pun bisa melakukan hal yang sama.

“Dukungan tidak hanya pemerintah tapi juga swasta dan perbankan yang ada disini juga mampu melakukan kerjasama yang mampu menguatkan setiap negaranya,” ujar cecep.

Sedangkan Kepala Museum KAA Meinarti Fauzi mengatakan, peringatan ke-63 KAA diisi dengan 10 rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Mulai dari Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, kepolisian dan para mitra Museum Konferesi Asia Afrika serta komunitas.

Ditambahkan Meinarti, tujuan diselenggrakannya rangkaian peringatan KAA untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya warga Bandung akan nilai-nilai KAA.

“Perdamaian, kerjasama, kesetaraan, tolaransi.. Melalui semangat ini pula, peringatan KAA lebih berkembang dan memberikan tampilan yang berbeda,” ujar Meinarti.

Peringatan tahun ini, Museum KAA melaksanakan lebih inklusif yaitu dengan mengajak seluruh pelajar memberikan pemahaman bahwa sejarah itu harus dipahami dengan benar.

“Hal ini kami lakukan dengan mengajak pelajar dan mahasiswa asing yang sekolah di Indonesia untuk terlibat dalam pelaksanaan,” tuturnya.

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG YAYAN A. BRILLYANA

Lurah Karasak A.Sopian ” penting nya Syiar Islam *

Swara Bandung.net.Karasak –  peringatan isra miraj Nabi Muhamad SAW setiap tahun nya selalu di peringati umat islam sebagai syiar , terutama bagi generasi muda agar kelak bisa menjdikan ahlak dan dasar keimanan nya lebih kuat.

Seperti biasa kegiatan tahunan ini dilakukan di lingkungan kelurahan karasak Pada hari Rabu tanggal 18 April 2018 bertempat di Di jl. Moc toha gg. ciseureuh Vl rt. 5 rw.3 Kel. Karasak Kec. Astanaanyar Kota Bandung.

Para penceramah kondang dalam peringatan   Isra miraj Nabi Muhamad SAW 1439H, memberikan pencerahan kepada 100 orang lebih yang datang ke acara tersebut , penceramah silih berganti memberikan tausiah diantanya

KH Khoerul Huda ,Ustad Wawan Kurniawan , kH. Rd. M. Hariri Abdul Aziz , Ustad KH Ahmad Salimil Apip

Acara di buka dengan kata sambutan dari lurah karasak Ahmad sopian dan di lanjutkan oleh ketua panitia ustad Yayat dan ketua Rw 03 , sebelum acara di mulai lantunan bacaan Ayat Suci Al Qur’an
Ahmad Sopyan dalam sambutan nya menutur ” penting nya acara seperti ini dilakukan terutama untuk generasi muda agar mereka kelak berahlak yang baik, dan budayakan  kegiatan – kegiatan yang  bernilai keislaman seperti yang di canangkan pemerintah kota Bandung Magrib mengaji serta sholat subuh berjamaah ” Tutur nya.

Tausyiah dari para penceraramah cukup hidmat dan cukup mendapat antusias dari masyarakat , tokoh masyarakat serta pejabat setempat.

Tak ketinggalan dalam setiap kegiatan yang di selenggaran di wilayah keluran karasak untuk menjaga keamanan dan ketertiban tampak hadir dari jajaran Polsek Astanaanyar yang kali ini di wakili oleh  pawas Aiptu Mulyana,beserta Bhabinkamtibmas Kel. Karasak dan anggota Intelkam.

( A1).

BBWS Jalin Kerjasama dengan Sektor 8 Satgas Citarum Harum, Ratusan Rumah di Sempadan Sungai Telah Dibongkar

 

 

 

Bandung, Swarabandung.net – Satuan tugas Citarum Harum Sektor 8 yang dikomandoi Kolonel Aby Ismawan dengan konsisten tanpa mengenal lelah melaksanakan tugas di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, diantaranya  Kecamatan Bale Endah dan Katapang.

Mengingat begitu banyak jenis tugas dan luas wilayah sektor yang berkantor di Komplek Taman Kopo Indah 3 ini tentunya harus bersinergis dengan berbagai pihak. Menurut Aby selain bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah kewilayahan, pihaknya juga tengah menjalin kerjasama dengan BBWS Citarum.

Yaitu instansi milik pemerintah pusat di bawah komando Kementrian PUPR yang dikepalai Yuda Wirawan yang juga konsen merevitalisasi Sungai dan Sempadan Citarum, otomatis sangat mendukung kinerja Sektor 8. “Saat ini Sektor 8 dan BBWS bekerjasama membenahi dan menertibkan bangunan-bangunan liar di sempadan Sungai Citarum terutama yang ada di dua kecamatan tersebut.

Dari jumlah total bangunan liar 268 unit  sebelum ditertibkan, kini tinggal 100an berkat kerja keras kita siang malam dan kerjasama yang baik dengan BBWS Citarum.Dengan masih banyaknya bangunan liar yang belum ditertibkan ini maka Sektor 8 masih mengharapkan dukungan alat berat berupa excavator untuk membongkar bangunan hingga 10 hari kedepan.

Hal ini di karenakan masih adanya 100an unit bangunan liar yg perlu di “bereskan”, sebut Aby. Di tempat berbeda Kepala BBWS Citarum Yuda Wirawan menjelaskan, bahwa pihaknya sangat mendukung kinerja para Dan sektor, salah satunya Sektor 8 yang dikomandoi Kolonel Aby Ismawan, ungkapnya. (Yusman)