Inovasi

Berita informatif terkini seputar kota Bandung dengan mengangkat topik mengenai inovasi. Yuk segera baca berita terbaru di swara bandung!

Rancang Bangun Gelar Kekuatan Militer Berbasis Artificial Intelligence

Jakarta,swarabandung.net – Seiring dengan lompatan teknologi yang berekplorasi secara eksponensial, menyebabkan implikasi strategis terhadap berbagai bidang kehidupan. Tak terkecuali system pertahanan dengan kiblat desain dalam melakukan rancang bangunnya pada pemanfaatan Artificial Intelligence seoptimal mungkin dalam bidang kemiliteran.

Dede Farhan Aulawi seorang Pengamat Teknologi Pertahanan yang diwawancarai masalah tersebut di Jakarta, Rabu (6/11) mengatakan bahwa Inteligensi Buatan (Artificial Intelligence / AI) semakin menjadi bagian penting dari peperangan masa depan.

Pergeseran paradigma pertempuran pun akan bergeser dari system yang berlandaskan pada jumlah pasukan kepada system yang berlandaskan penggunaan modernisasi persenjataan. Pusat kekuatan yang bertumpu pada jumlah orang akan bergeser pada alokasi anggaran untuk persenjataan. Kekuatan fisik manusia akan bergeser pada kecerdasan dalam pemanfaatan teknologi persenjataan.

Dede juga mengatakan bahwa bila dibandingkan dengan sistem konvensional, sistem militer yang dilengkapi dengan AI mampu menangani volume data yang lebih besar dengan lebih efisien. Selain itu, AI meningkatkan kontrol diri, pengaturan diri, dan aktuasi diri dari sistem tempur karena kemampuan komputasi dan pengambilan keputusan yang melekat.

Saat ini menurut pengamatannya, AI telah ditempatkan di hampir setiap aplikasi militer. Termasuk peningkatan dana penelitian dan pengembangan dari lembaga penelitian militer untuk mengembangkan aplikasi baru dan canggih dari kecerdasan buatan yang diproyeksikan untuk mendorong peningkatan adopsi sistem yang digerakkan AI di sektor militer.

“ Misalnya saja, Badan Proyek Penelitian Pertahanan AS membiayai pengembangan sistem kapal selam robot, yang diharapkan akan digunakan dalam aplikasi mulai dari deteksi tambang bawah laut hingga keterlibatan dalam operasi anti-kapal selam. Selain itu, Departemen Pertahanan AS secara keseluruhan menghabiskan USD 7,4 miliar untuk pengembangan kecerdasan buatan, Big Data, dan cloud pada tahun fiskal 2017, dan alokasi anggaran ini terus bertambah sampai saat ini. Begitupun dengan Tiongkok yang berinvestasi besar pada AI untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya dan diperkirakan akan menjadi pemimpin dunia di bidang ini pada tahun 2030 “, ungkap Dede.

” Penguatan aplikasi AI harus bertitik tolak pada bagaimana cara otak dan akal manusia bekerja. Bagaimana otak bekerja saat “bertahan” dan “menyerang”. Kapan dan bagaimana cara “menyerangnya” sebagai autodefence system yang ter-install dalam naluri manusia harus diterjemahkan ke dalam sistem aplikasi persenjataan otomatis, dan untuk memahami hal ini sudah saatnya mengajak keterlibatan para pakar neurosains dan teknologi untuk memberikan kontribusi keahliannya pada bangsa dan negara “, ujar Dede dengan penuh semangat.

Aplikasi AI di bidang militer di dunia saat ini, secara umum diimplementasikan pada sector (1) Platform Warfare yang memberdayakan senjata otonom dan berkecepatan tinggi untuk melakukan serangan kolaboratif, (2) Keamanan siber untuk melindungi jaringan, komputer, program, dan data dari segala jenis akses yang tidak sah, serta mampu merekam pola serangan dunia maya dan mengembangkan alat serangan balik untuk mengatasinya, (3) Logistik & Transportasi untuk mendeteksi anomali dan dengan cepat memprediksi kegagalan komponen kendaraan dan persenjataan tempur, atau dengan kata lain meningkatkan reliabilitas sistem persenjataan, (4) Pengenalan Target yang mencakup prakiraan perilaku musuh yang berbasis probabilitas, agregasi cuaca dan kondisi lingkungan, antisipasi dan penandaan kemacetan atau kerentanan jalur pasokan potensial, penilaian pendekatan misi, dan strategi mitigasi yang disarankan, misalnya program Target Recognition and Adaption in Contested Environments (TRACE) yang menggunakan teknik pembelajaran mesin untuk secara otomatis menemukan dan mengidentifikasi target dengan bantuan gambar Radar Aperture Sintetis (SAR), (5) Battlefield Healthcare yang meng integrasikan Robotic Surgical Systems (RSS) dan Robotic Ground Platforms (RGPs) untuk memberikan dukungan bedah dan kegiatan evakuasi jarak jauh, misalnya prototipe penalaran klinis yang dikenal sebagai Electronic Medical Record Analyzer (EMRA) yang dirancang untuk memproses rekam medis elektronik pasien dan secara otomatis mengidentifikasi dan memberi peringkat masalah kesehatan yang paling kritis, dan (6) Simulasi dan Pelatihan Tempur yang memasang rekayasa sistem, rekayasa perangkat lunak, dan ilmu komputer untuk membangun model terkomputerisasi yang memperkenalkan prajurit dengan berbagai sistem tempur yang digunakan selama operasi militer, misalnya Angkatan Laut AS bekerjasama dengan Leidos, SAIC, AECOM, dan Orbital ATK, sementara Angkatan Darat AS bekerjasama dengan SAIC, CACI, Torch Technologies, dan Millennium Engineering.

Aplikasi AI di bidang militer ini tentu akan terus berkembang, termasuk aplikasi dalam pesawat, kendaraan dan senjata tempur tanpa awak. Ungkap Dede mengakhiri percakapan.

(Red)

KAPOLRES CIREBON BERI HADIAH UMROH KEPADA ANGGOTA BERDESIKASI

Swara Bandung.net.Cirebon –  Pada kesempatan Apel Jam Pimpinan dilapangan Apel Mapolres Cirebon, Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto S.I.K., M.S.I menyampaikan 7 progam Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Aziz. M.Si yaitu :

1. mewujudkan SDM yang unggul,
2. pemantapan pemeliharaan keamanan kletertiban masyarakat (harkamtibnas),
3. penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan
4. pemantapan manajemen media,
5. penguatan sinergi polisi,
6. penataan kelembagaan,
7. penguatan pengawasan (04/11/19).

Kapolres Cirebon menyampaikan pemberian hadiah umroh tersebut agar anggota Polres Cirebon lebih terpacu lg dalam pelaksanaan tugas pemberian pelayanan kepada masyarakat dalam Pemeliharaan Kamtibmas.

Selanjutnya Kapolres Cirebon mengundi 27 Anggota Polres Cirebon yang Berdedikasi Tinggi dari masing masing bag dan Sat Polres Cirebon, dan yang beruntung mendapat hadiah umroh kepada anggota yang berdedikasi tinggi dalam berdinas di Polres Cirebon yaitu BRIPKA Rudi Rudiansyah S.H Anggota Bag Sumda Polres Cirebon.

Rudi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolres Cirebon, atas pemberian hadiah umroh yang didapatnya, dan akan berusaha lebih baik lagi dalam tugas memberikan pelayanan kepada msyarakat, tuturnya.

(joei)

Investigasi Kejahatan Keuangan dari CIPFA

Swarabandung.net – Merujuk data yang disampaikan oleh PBB pada tahun 2018 dimana setiap tahun secara global $ 3,6 triliun dibayarkan dalam bentuk suap atau diperoleh dengan cara korup lainnya. Nilai tersebut setara dengan lebih dari 5% dari PDB global. Bagi para pegiat anti korupsi, data ini menjadi tantangan bagaimana cara mereka harus merumuskan konsep pencegahan dan pemberantasan korupsi agar dana publik tidak menguap terlalu tinggi. Idealnya tentu menghilangkan, namun jika hal dianggap sebagai sesuatu yang sulit maka perlu difikirkan cara menekan untuk meminimalisir atau mencegahnya.

Pada kesempatan ini, media mewawancarai Pemerhati Kejahatan Keuangan Dede Farhan Aulawi yang dihubungi melalui sambungan seluler, Senin ( 14/10 ). Dede menyampaikan pandangan komparatifnya terhadap kiprah CIPFA yang dinilainya berada di garis depan dalam mengatasi penipuan, kejahatan finansial dan korupsi, baik di Inggris maupun di luar negeri. The Chartered Institute of Public Finance & Accountancy (CIPFA) merupakan Lembaga Keuangan Publik dan Akuntansi yang resmi dan merupakan satu-satunya badan akuntansi profesional yang didedikasikan khusus untuk keuangan publik di dunia dengan spesialisasi dalam layanan publik dengan pengalaman lebih dari 130 tahun. Ujar Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa CIPFA memiliki Nota Kesepahaman dengan asosiasi akuntansi di seluruh dunia untuk mempromosikan manajemen keuangan publik yang baik. Termasuk melatih dan memberi nasihat kepada auditor, inspektur, penyelidik, dan manajer senior melalui program pelatihan anti-penipuan dan korupsi. Program pelatihannya dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam penyelidikan profesional di bidang kejahatan keuangan, yang meliputi penipuan dan penggelapan, penyuapan dan korupsi, penyelewengan aset dan pencucian uang.

“ Prinsip dan konsep yang diajarkan didasarkan pada praktik yang baik yang diperoleh dari pengalaman nyata dan penelitian kejahatan keuangan dari seluruh dunia. Tipologi kejahatan keuangan, pelanggaran, dan jenis kejahatan keuangan yang sering ditemukan diungkap secara rinci untuk menambah wawasan dan kemampuan dalam merancang konsep pencegahan. Prinsip-prinsip sistem manajemen pembuktian dan barang bukti menjadi daya tarik dalam melakukan langkah – langkah penyelidikan dan penyidikan. Termasuk mengembangkan pola pikir investigasi dengan instrumen penggunaan teknologi dan verifikasi kuantum sebagai model pendekatan dalam scientific investigation “, ungkap Dede.

Terakhir Dede juga menyampaikan model wawancara investigasi dan cara dalam pengambilan pernyataan saksi. Ada cara yang tepat dengan model pendekatan untuk diterapkan ketika melakukan wawancara investigasi terhadap tersangka pelaku kejahatan keuangan dan cara mendapatkan pernyataan saksi sesuai dengan pedoman praktik yang baik. Perencanaan briefing dan pelaporan temuan selalu ter-update secara efektif. Sampai kerangka pemulihan hasil kejahatan keuangan (asset recovery) yang seringkali terabaikan. Seni mengungkap alat bukti hasil kejahatan keuangan yang disembunyikan dan/ atau dihilangkan, terutama jika harus melintasi perbatasan internasional menjadi petualangan ilmu yang menarik dan menantang. Pungkas Dede mengakhiri percakapan.

(Red)

Dede Farhan Aulawi : Tol Cigatas Sangat Penting dan Urgent

Swarabandung.net – Pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat ini menuntut ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang merata. Baik pembangunan infrastruktur di wilayah utara, tengah dan selatan.

Hal ini sangat penting agar pemerataan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan secara merata di seluruh wilayah, karena jika hal ini tidak diperhatikan maka isu – isu pemekaran akan selalu timbul untuk mendirikan wilayah sendiri.

Dalam konteks ini, media menemui Tokoh Jawa Barat Dede Farhan Aulawi di sela – sela olah raga pagi, Minggu (8/9) di kawasan Jakarta Selatan selaku Pemerhati Infrastruktur yang juga Dosen K3 Konstruksi.

Pada kesempatan tersebut, Dede menyampaikan salah satu pembangunan infrastruktur yang penting di Jawa Barat adalah pembangunan Proyek Tol Cigatas, yaitu jalan tol yang akan menghubungkan Cileunyi – Garut – Tasik dan Banjar. Penyelesaian perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan tol Cigatas ini masuk kategori sangat penting dan urgen dalam menopang percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah tengah Jawa Barat.

Di samping itu jalur ini pun sering dipakai jalur alternatif saat mudik lebaran sehingga otomatis volume kendaraan akan meningkat sangat signifikan. Ujar Dede.

“ Di hari – hari biasa saja volume kendaraan yang melintasi jalur tengah ini sangat tinggi, apalagi di hari raya atau hari libur sekolah misalnya.Di samping itu lebar jalan yang relatif kecil sementara pembangunan pabrik dan perumahan terus meningkat menambah semakin semrawutnya jalan terutama di jam – jam kerja. Lihat saja contohnya di sekitar Cileunyi dan Rancaekek saat bubaran jam kerja pabrik sering timbul kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Bertahun – tahun terjadi tanpa ada penyelesaian yang berarti “, ungkap Dede.

Oleh karena itu secara objektif, Dede berpandangan bahwa pembangunan jalan tol Cigatas ini bisa diwujudkan dengan secepatnya, dan hal ini akan menunjang pengembangan objek – objek wisata yang berada di wilayah – wilayah tersebut. Jika basis ekonomi pariwisata bergerak dan tumbuh, maka diyakininya akan menggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor yang lainnya pula. Misalnya hotel, rumah makan, pengrajin cinderamata, ttravel, dan lain – lain.

Terkait pendanaan yang akan bersumber pada modal investasi swasta dinilainya juga sangat baik. Terutawa swasta lokal atau nasional agar peredaran uang tetap berada di negara kita sendiri. Usahakan menghindari atau meminimalisir kemungkinan investasi asing agar peredaran uang tidak banyak ditarik keluar, yang ujungnya nilai rupiah bisa semakin anjlok. Begitupun dengan tenaga kerja yang akan dipekerjakan di proyek ini perlu diusahakan 100 % menggunakan tenaga kerja masyarakat sendiri agar mereka memperoleh penghasilan untuk menghidupi kebutuhan keluarganya. Pungkas Dede mengakhiri percakapan.

(Red)

GENPPARI Berziarah Ke Makam Alm. Jenderal. Sarwo Edhie

Swarabandung.net – Bertempat di kabupaten Purworejo Jawa Tengah alm. Jenderal. Sarwo Edhie dimakamkan yang juga merupakan daerah kelahirannya. Jasa beliau bagi negara ini sangat besar terutama ketika melakukan penumpasan Gerakan 30 September atau biasa dikenal dengan sebutan G30S/ PKI. Begitupun masyarakat Indonesia pasti mengenalnya sebagai Komandan RPKAD pada waktu itu, yang kemudian berubah nama saat ini menjadi Kopassus.

Tim DPP Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) di bawah pimpinan Dede Farhan Aulawi melakukan ziarah ke makam beliau untuk mendo’akan dan sekaligus mengenang jasa – jasa beliau. Ketika dimintai tanggapan atas kunjungan ziarah tersebut, Dede menjelaskan bahwa dirinya termasuk orang yang sangat menghormati dan mengagumi kehebatan, keberanian dan ketegasan alm. Sarwo Edhie dalam berjuang dalam membela bangsa dan negara.

“ Oleh karena itu sebagai bentuk rasa hormat dan kagum, maka dirinya dan Tim GENPPARI sengaja datang dari Bandung ke Purworejo untuk melakukan ziarah kubur dan sekaligus mendo’akan arwah beliau agar diterima disisi Alloh SWT, diampuni segala khilafnya dan dilipatgandakan segala amal sholihnya. Aamiin YRA “, kata Dede menjelaskan.

Adapun terkait pariwisata, Dede menjelaskan bahwa GENPPARI secara sungguh – sungguh ingin terus memajukan pariwisata Indonesia sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara. Bukan hanya pariwisata yang bersifat hiburan saja, tetapi juga ada wisata sejarah, cagar alam, keraton, kerajaan dan kesultanan nusantara, serta objek – objek wisata lainnya beserta semua atribut pendukung kemajuan pariwisata.

Kunjungan ke tempat – tempat bersejarah juga sekaligus sebagai wisata edukasi dan wisata spiritual, agar kita tidak melupakan para pahlawan yang telah berjasa untuk Indonesia tercinta ini. Sekaligus juga mampu menggugah kesadaran ruhaniah agar kita pun yang masih hidup untuk selalu mengingat akan kematian yang bisa datang setiap saat menunggu waktu dan antrian. Ujar Dede.

Mengingat kematian jangan diartikan jadi loyo atau tidak bersemangat dalam hidup. Melainkan justeru harus lebih bersemangat dalam hidup dengan mengisi ibadah dan amal sholih untuk bekal di akhirat kelak nanti. Secara psikologis, orang yang sering mengingat akan kematian pun dirinya akan banyak menge-rem diri dari segala jenis perbuatan tercela, karena setiap perbuatan dan perkataan pasti akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan nanti.

“ Mempertanggungjawabkan diri saja sudah berat, apalagi kalau banyak orang yang tersakiti dan terdzolimi oleh kita. Mereka semua akan memohon keadilan di persidangan Mahkamah Robbi yang pasti adil dan transparan.

Oleh karenanya mari sama – sama untuk saling mengingatkan dalam kebaikan agar kita bisa digolongkan menjadi hamba – hamba Alloh yang sholih dan sholihah. Aamiin YRA “, pungkas Dede menutup pertemuan.

Semoga apa yang disamppaikan oleh Dede Farhan Aulawi tadi, bisa menggugah kesadaran kolektif kita akan waktu kematian yang pasti semakin mendekat. Soal teknis penyebab kematian, apakah melalui sakit, kecelakaan, atau tiba – tiba pasti akan selalu menjadi rahasia Alloh SWT. Tugas kita hanyalah untuk selalu bersiap diri kapan saja jika Sang Malakul Maut datang. Percayalah bahwa jika ajal telah tiba maka pasti tidak bisa dimajukan ataupun dimundurkan meski sesaat saja.

Mari kita dukung himbauan dari Ketua Umum GENPPARI ini agar pariwisata Indonesia semakin maju, dan masyarakatnya semakin sholih dan bertaqwa. Aamiin YRA

(Red)

Jenis Kerusakan Aspal Jalan dan Penyebabnya

Oleh : Dede Farhan Aulawi (Pengamat Konstruksi)

Swarabandung.net – Partisipasi masyarakat dalam bentuk pengawasan pembangunan harus di buka seluas – luasnya agar kualitas pembangunan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan guna menjamin umur pakai yang sesuai serta jaminan keselamatan bagi seluruh penggunanya. Pembangunan jalan yang berkualitas rendah tidak saja merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan setiap pengguna jalan tersebut. Pertanyaannya bagaimana masyarakat bisa mengetahui kualitas aspal jalan yang baik ?

Jika ingin menguji kualitas aspal yang baik tentu harus dilakukan dengan pengujian di laboratorium. Bagi masyarakat tentu ukan hal yang mudah jika harus menguji aspal tersebut di laboratorium, oleh karena itu perlu mengetahui ciri-ciri visual aspal secara cepat untuk mencegah pembiaran kualitas aspal yang kurang baik dilakukan secara terus menerus.

Kualitas aspal jalan yang buruk bisa dicegah dengan Quality Control yang baik dan partisipasi pengawasan masyarakat dimulai saat pekerjaan aspal dimulai seperti pada saat pemilihan material, pencampuran hotmix, cara pemadatan aspal yang benar, dan sebagainya. Jika melihat kualitas aspal yang dirasa kurang baik agar segera mengambil sampel untuk diuji di laboratorium, agar kualitas aspal bisa terjaga dengan baik.

Sementara untuk melihat mengetahui kualitas aspal jalan yang kurang baik dapat dilakukan dengan memperhatikan ciri – cirinya secara visual, seperti (1) Warna aspal kurang hitam, (2) Banyak aggregat yang lepas dari aspal jalan, dan (3) Ada retak rambut di lokasi tertentu karena pemadatan aspal yang tidak merata dan kondisi tanah dibawahnya masih labil.

Dengan demikian, untuk mendapatkan kualitas aspal jalan yang baik harus mengikuti spesifikasi yang ditentukan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Dari segi perencanaannya tentu harus mengikuti Jobmix Design yang disepakati antara kontraktor, konsultan dan Pemberi tugas. Sedangkan segi pelaksanaan harus mengikuti prosedur seperti trial pemadatan yang sudah disepakati.

Aspal jalan yang sering cepat rusak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :

(1) Kadar aspal tidak sesuai Job Mix Formula, yaitu komposisi material penyusun aggregat aspal yang dibuat di laboratorium sebelum pelaksanaan di lapangan mulai. Misalnya jika dalam JMF menyebutkan kadar aspal yang harus dipakai min 6,2% maka kadar aspal yang digunakan di lapangan harus 6,2% juga.

(2) Suhu penghamparan aspal di lapangan tidak sesuai spesifikasi, biasanya terjadi karena jarak AMP (Asphalt mixing plant) dengan lokasi pengaspalan terlalu jauh. Suhu aspal yang normal pada saat dituangkan di asphalt finisher adalah 135-150 derajat celcius.

(3) LPA dan LPB belum keras tetap dipaksakan dilakukan pengaspalan. Lpa adalah lapis pondasi atas yang terletak tepat di bawah aggregat aspal sedangkan Lpb adalah lapis pondasi bawah yang terletak di bawah lpa dan diatas tanah dasar. Seringkali dalam pelaksanaan di lapangan lebih mengutamakan percepatan tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan.

(4) Aggregat aspal di atas tanah timbunan yang belum padat.

(5) Jumlah passing pemadatan kurang.

(6) Komposisi abu batu yang berpengaruh pada kualitas kerekatan.

(7) Kurangnya pemadatan menggunakan alat berat. Pemadatan aspal biasa menggunakan 2 alat yaitu tandem roller dan PTR (pneumatic tire roller).

Adapun jenis – jenis retakan di aspal jalan yang sering terjadi, adalah :

(1) Retak Kulit Buaya (alligator cracks), yaitu kerusakan jalan berupa retak yang memiliki celah cukup lebar. Kemungkinan terjadi akibat bahan perkerasan jalan yang kurang baik, tanah dasar lapisan di bawah permukaan kurang stabil yang mungkin terjadi akibat tidak dilakukannya survey terhadap kondisi tanah sebelum dilakukannya perkerasan jalan.

(2) Retak Pinggir (edge cracks) yaitu kerusakan jalan berupa retak yang terjadi pada daerah pinggir badan jalan. Kemungkinan yang menjadi penyebab kerusakan ini adalah bahan perkerasan/ kualitas material kurang baik, pelapukan permukaan, air tanah pada badan perkerasan jalan, tanah dasar di bawah permukaan kurang stabil. Selain itu retak ini kemungkinan juga terjadi akibat akar tanaman yang tumbuh di sekitar badan jalan.

(3) Retak halus/rambut.

(Red)

Perkembangan Teknologi dalam Penegakan Hukum

swarabandung.net – Pada dasarnya penegakan hukum adalah pilihan terakhir (ultimum remedium), setelah pendekatan persuasif sudah tidak bisa lagi dilakukan. Proses penegakan hukum juga tidak mudah karena semua akan berakhir di meja pengadilan maka dibutuhkan fakta – fakta hukum yang mendukungnya. Sebuah tuduhan, sangkaan ataupun dakwaan haruslah bersumber pada fakta – fakta yang mendukungnya, sehingga proses pendekatan ilmiah menjadi sangat penting. Di samping itu jam kerja aparat penegak hukum tidak bisa diberlakukan seperti jam kerja pada umumnya, misalnya dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, karena probabilitas terjadinya kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, tentu menjadi sangat penting bagi aparat penegak hukum untuk dilengkapi dengan alat yang tepat sesuai kebutuhan untuk melayani dan melindungi. Tentu semua akan berbasis pada kebutuhan teknologi terkini, sehingga kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi sangat penting.

Pada kesempatan ini media mewawancarai Pengamat Teknologi Kepolisian yang juga Komisioner Kompolnas RI Dede Farhan Aulawi melalui sambungan telepon, Sabtu (31/8). Dede menjelaskan bahwa ada beberapa teknologi yang sangat diperlukan oleh aparat penegak hukum yang dapat membantu proses pembuktian dan penaganan kasus, misalnya teknologi Transkripsi, Camera, GPS, Teknologi Perangkat Cerdas dan Alat pelindung.

Terkait dengan teknologi transkripsi Dede menjelaskan bahwa layanan transkripsi membantu lembaga penegak hukum berjalan lebih efisien, mengurangi dokumen dan membantu dalam pengumpulan informasi. Termasuk membantu secara signifikan bekerja sepanjang waktu dengan kecepatan yang tak tertandingi untuk mengirimkan laporan, mengurangi dokumen dan menghilangkan jaminan simpanan.

“ Sementara itu yang berkaitan dengan camera, baik body cam atau dash cam menjadi sangat penting karena dapat memberi bukti yang dibutuhkan untuk menguatkan pandangan tentang suatu situasi, membantu menjaga tetap aman, dan dapat membantu menjaga warga tetap aman juga “. Ujar Dede

Adapun yang berkaitan dengan GPS, terutama panah GPS memungkinkan polisi untuk menembakan anak panah pada kendaraan subjek yang akan menempel pada mobil yang melaju dalam pengejaran mobil, dan kemudian melacak mobil itu dengan teknologi GPS di dalam anak panah. Menggunakan panah GPS ini dapat membantu menghilangkan kebutuhan untuk mengejar kecepatan tinggi yang dapat membahayakan personel penegak hukum dan warga sipil yang tidak bersalah.

Selanjutnya yang berkaitan dengan penggunaan teknologi Perangkat Cerdas, dari ponsel pintar hingga tablet, dengan pertimbangan efisiensi dan keserbagunaannya. Alat-alat ini dapat membantu aparat penegak hukum melaporkan laporan insiden secara cepat dan nirkabel, mengambil foto, mengakses catatan polisi, mendapatkan informasi basis data kejahatan negara, dan banyak lagi. Pada dasarnya, teknologi ini memungkinkan personel penegak hukum untuk mengambil data yang diperlukan secara cepat dan efisien di mana saja. Ungkap Dede.

Kemudian masalah penggunaan alat Pelindung diri yang tepat, seperti senjata, setrum, rompi Kevlar, atau jenis perlindungan lainnya untuk memastikan bahwa petugas penegak hukum dilengkapi dengan peralatan pelindung dalam menjalankan setiap tugasnya. Alat-alat ini memberikan otoritas, perlindungan, pertahanan, dan ketenangan pikiran dalam pekerjaan yang semakin keras dan terkadang sulit diprediksi mengenai jenis maupun waktu terjadinya ancaman. Termasuk kemungkinan adanya serangan mendadak yang dilakukan oleh pelaku kejahatan. Ujar Dede mengakhiri perbincangan.

(Red)

GENPPARI Gelar Pelatihan JURNALISTIK KEPARIWISATAAN

Swarabandung.net – Seiring dengan perkembangan zaman yang terus berubah, keterampilan menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki di era ini. Ketika kita ingin membesarkan sebuah organisasi maka harus banyak orang – orang yang meliput, memberitakan dan mempromosikan rencana maupun kegiatan yang sudah dilakukan agar publik mengenal, tahu dan tertarik untuk memasuki organisasi.

Begitupun jika mau jualan produk baik yang berupa barang maupun jasa, maka dituntut keterampilan jurnalistik untuk mengolah bahasa produk menjadi bahasa pemasaran dan promosi bisnis.

Begitupun dalam mengisi kemerdekaan ini, refleksi 74 tahun Indonesia merdeka harus terus menyiapkan SDM yang unggul agar Indonesia semakin maju. Seiring dengan penyiapan SDM yang berkualitas, Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) menyelenggarakan program Pelatihan Jurnalistik Kepariwisataan di sekretariat Rumah Para Pecinta Ilmu (RUMPPI) pada Sabtu (17/8).

Sejalan dengan tema kemerdekaan tahun ini, media meminta tanggapan dari Ketua Umum GENPPARI Dede Farhan Aulawi yang menjadi narasumber pada pelatihan tersebut.

Dede menyampaikan bahwa fungsi media, baik media cetak mamupun media elektronik akan semakin penting. Oleh karena itu Indonesia membutuhkan banyak jurnalis untuk mengeksplor setiap potensi sehingga bisa memberikan nilai tambah buat bangsa dan negara. Baik potensi SDM maupun potensi SDA-nya.

Namun demikian, semuanya tentu harus berorientasi pada nilai – nilai kebangsaan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa yang utuh.

Dede juga menambahkan bahwa Indonesia saat ini sedang terus membangun, maka sangat diperlukan nilai – nilai pengabdian dari seluruh warganya.

Di samping itu juga diperlukan karakter kerja keras dan kerja cerdas yang penuh dengan kreatifitas dan inovasi. Apapun profesi atau pekerjaannya, diharapkan berorientasi pada karya dan prestasi untuk mengharumkan nama baik dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

“ Jaga marwah dan kehormatan bangsa dengan menjauhi segala macam perbuatan yang tercela, termasuk didalamnya perilaku korup yang merusak sendi – sendi perekonomian bangsa. Sudah seharusnya kita meneteskan air mata jika ada orang yang berpendapat bahwa korupsi di Indonesia sudah menjadi budaya. Ingatlah bahwa budaya Indonesia itu luhur dan terpuji, maka tidak akan membiarkan perbuatan nista merajalela “, ujar Dede dengan penuh semangat.

Sementara itu destinasi wisata dan potensi wisata Indonesia banyak yang belum teridentifikasi, belum tergarap, dan belum terpromosikan dengan baik, maka peran jurnalis dalam mengangkat tema – tema kepariwisataan menjadi sangat penting. Oleh karena itulah, maka GENPPARI dengan berbagai programnya terus mendorong dan mendukung daya tumbuh kemajuan pariwisata Indonesia. GENPPARI juga secara konsisten dengan dorongan rela berkorban dengan penuh pengabdian terus mencurahkan segenap sumber daya yang dimilikinya untuk mendukung program Pemerintah di bidang kepariwisataan. Jelas Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa tujuan dari pelatihan kali ini adalah untuk menyediakan tenaga – tenaga terampil dalam melakukan keterampilan jurnalistik seperti peliputan berita (news) atau opini yang mengangkat tema – tema kebangsaan guna meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara. Adapun yang menjadi materi pembahasan dalam pelatihan tersebut meliputi Pengertian Jurnalistik, Keahlian Jurnalistik, Produk Utama Jurnalistik, Media dan Bahasa Jurnalistik, Media Massa Menurut UU No. 40/1999 Tentang Pers dan Jurnalistik Online. Di samping itu, sesuai dengan standar pendidikan dan pelatihan yang sudah ditetapkan, guna menunjang mutu lulusan maka langsung dilakukan praktikum penulisan opini dan berita, juga diakhiri dengan ujian teori dan ujian praktik.

Sementara apabila ada yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait materi pelatihan ini, bisa menghubungi Ibu Lilis Hidayati di no +62 813 1253 5153. Pungkas Dede mengakhiri percakapan.

(Red)

GENPPARI Rumuskan Model Wisata Edukasi Bela Negara

Jakarta,swarabandung.net – Pembicaraan masalah bela negara akan selalu relevan dari zaman ke zaman. Artinya konteks bela negara tidak hanya bicara masa lalu saja, tetapi juga masa kini dan nanti. Jika masa lalu berjuang untuk merebut kemerdekaan, maka nilai – nilai juang masa kini untuk mengisi kemerdekaan. Berkarya dan berprestasi di bidang masing-masing pun merupakan bentuk bela negara yang sesuai dengan tuntutan zaman di masanya.

Dede Farhan Aulawi sang Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) merupakan konseptor kreatif dalam menanamkan nilai-nilai juang bela negara. Selain melakukan terobosan melalui pembangunan kampung – kampung anti Korupsi, saat ini dilakukan di bidang kepariwisataan dengan program wisata edukasi bela negara. Termasuk juga perumus Alternative Development dalam menyelesaikan beberapa persoalan terkait peredaran gelap narkoba di perkotaan.

Pada kesempatan ini ketika dihubungi media melalui sambungan telepon Senin (12/8) di Pontianak, Dede menjelaskan bahwa GENPPARI secara konsisten dan terus menerus memperkuat basis pertahanan negara melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan terkait nilai – nilai Bela negara. Termasuk melakukan pengkajian terhadap isu-isu strategis kebangsaan. Instrumen judul dan tema bisa beragam tetapi esensinya menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap bangsa dan negara. Ujar Dede.

Bidang kepariwisataan menjadi salah satu bidang garapan karena posisi strategis nya untuk mensosialikan nilai-nilai kecintaan pada negara. Uang negara yang diperoleh dengan tidak gampang ini, harus dipastikan digunakan secara efektif untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Siapapun yang mencintai Indonesia maka ia harus memperjuangkan nama baik bangsa di tengah kompetisi global yang penuh dengan turbulensi ketidakpastian. Dengan mengenal lebih banyak keindahan alam Indonesia maka kecintaan kita terhadap negara pun akan meningkat.

Jadi program pengenalan terhadap seluruh destinasi dan potensi pariwisata merupakan satu langkah untuk membangun nilai-nilai bela negara. Tegas Dede mengakhiri perbincangan.

(Red)

GENPPARI Kembangkan Konsep Wisata Berbasis Mitigasi Bencana

Jakarta,swarabandung.net – Sesungguhnya semua manusia itu hidup di tengah lingkungan yang penuh ketidakpastian. Baik ketidakpastian alam, non alam maupun sosial.

Ketidakpastian menghasilkan segala kemungkinan bisa terjadi akan hal – hal yang tidak terprediksi, bisa berupa bencana seperti erupsi gunung berapi, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran dan sebagainya. Setiap jenis musibah di atas bisa datang dalam waktu yang tidak bisa diprediksi.

Dengan demikian sangat diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan adanya bencana yang tidak terprediksi tersebut.

Terkait hal ini media mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi sesaat setelah selesai menjadi narasumber pelatihan Mitigasi dan Manajemen Bencana di RUMPPI Bandung pada Sabtu (10/8).

Pada kesempatan ini Dede memberi penjelasan terkait pentingnya membekali masyarakat dengan pengetahuan dan wawasan kebencanaan.

Seperti diketahui bahwa Indonesia berada pada posisi yang memungkinkan terjadinya banyak bencana yang beragam. Oleh karena perlu langkah – langkah antisipatif sebelum terjadinya peristiwa yang tentu sangat tidak diharapkan. Bayangkan saja di musim kemarau banyak daerah yang terdampak kekeringan dan kebakaran.

Sementara saat musim penghujan banyak banjir dan longsor. Belum lagi ancaman gempa, tsunami, likuifaksi, epidemi penyakit, dan lain – lain. Apalagi pelatihan – pelatihan yang terkait dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana ini dirasakan masih minim. Ujar Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa setiap elemen bangsa dituntut ikut berpartisipasi secara aktif dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Jadi pelatihan yang diselenggarakan oleh GENPPARI ini bertujuan untuk Melatih kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi segala kemungkinan munculnya bencana yang tidak bisa diprediksi jenis dan waktunya. Termasuk di objek – objek wisata yang ada di tanah air. Jadi para pengelola objek wisata pun sebaiknya sudah mempertimbangkan konsep pengembangan wisata berbasis mitigasi bencana.

Sementara itu, objek behasan pada pelatihan kali ini dititikberatkan pada pemahaman Bencana menurut UU No. 24 Tahun 2007, Manajemen Resiko dan Bahaya, Mitigasi bencana, Penanggulangan Bencana, seperti tanggap darurat, recovery, rehabilitasi, dan rekonstruksi, serta melatih Kesiapsiagaan itu sendiri.

Seperti biasa pelatihan diselenggarakan di Sekretariat RUMPPI jalan Mega Asri I No. 8, Cicendo – Bandung.

Informasi lebih lanjut berbagai pelatihan bisa menghubungi ibu Lilis Hidayati di no 0813 1253 5153.

Bahkan di saat yang bersamaan juga diselenggarakan pelatihan Pijat Tradisional Profesional angkatan ke-8. Demikian penjelasan Dede mengakhiri percakapan.

(Red)