Citarum Harum

Dansektor 22 Citarum Harum Hadiri Peresmian Caffe Walungan Di Pagarsih

Bandung,swarabandung.net – Walikota Bandung resmikan Cafe Walungan yang terletak diatas aliran sungai Babakan irigasi Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanayar. Sabtu (31/12/2019).

Cafe walungan lokasinya membelah pemukiman cukup padat dan tepat berada di samping pasar ulekan Pagarsih yang kini aliran airnya jernih dan tidak berbau.

Saking jernihnya aliran air di sungai ini, banyak anak-anak yang ingin berenang di area sungai. Padahal tempat yang ‘disulap’ oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan bekerja sama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3)

DPU juga menbuat area sungai dengan dasar batuan, kemudian ditempatkan tiga set kursi. Walhasil aliran sungai Babakan Irigasi ini pun tampak menjadi sebuah cafe yang berada di atas permukaan sungai.

“Kita lihat airnya ini jernih memang bakterinya belum selesai tapi secara kualitas air ga bau dan jernih,” ucap Yana Mulyana, Wakil Wali Kota Bandung saat mencoba cafe ‘walungan’

Yana berharap, keberadaan cafe ‘walungan’ bisa bertambah. Karena dia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan mendandani daerah sungai, baik menjadi destinasi wisata ataupun pusat kegiatan masyarakat.

Sebab, sambung Yana, di samping air yang jernih, tim dari DPKP juga turut rancangan taman dan area daerah pinggiran sungai sehingga tampak menarik. Sejumlah tanaman bunga, rumuput dan tempat duduk-duduk menjadi fasilitas masyarakat untuk bersosialisasi.

“Mudah-mudahan bisa hadir di beberapa tempat dan bisa jadi destinasi wisata yang baru,” harapnya.

Aliran air yang jernih di sungai babakan irigasi ini merupakan hasil penyaringan menggunakan Biocord. Yakni sebuah teknologi instalasi yang didatangkan dari Jepang untuk mengubah air sungai kotor dan berbau.

Instalasi Biocord dipasang di bagian hulu sepanjang 15 meter. Kemudian air sungai yang jernih mengaliri area buatan DPU sepanjang 42 meter yang terdiri dari kolam cetek setinggi betis orang dewasa.

“Jadi namanya itu Biocord, teknologi dari Jepang. Itu kaya rumah mikroba kena air ditambah udara aktif, nanti aktifnya itu tiga minggu,” ucap Kepala DPU Kota Bandung, Didi Ruswandi.

Didi menambahkan, pemilihan lokasi di Babakan Irigasi karena debit aliran air di sungai ini bisa diatur, sehingga bisa diseauaikan dengan Biocord. Setelah pembuatan ini DPU juga akan terus mengedukasi masyarakat agar memelihara sekitar area Biocord

Dansektor 22 Kolonel Asep Rahman Taupiq yang ikut hadir dalam peresmian tersebut mengatakan ” Destinasi wisata air ini sangat menarik selain model baru, juga ada nilai tambah bisa merubah air sungai menjadi jernih, padahal sebelum nya sungai itu sangat kotor dan berbau,” Ucap nya.

(Muh.Warman)

Peltu Seno :”Tidak Ada Hari Libur Bagi Satgas Citarum Harum Dalam Menjalankan Tugasnya”

Bandung,swarabandung.net – Satgas Sektor 22 Citarum Harum yang diwakili DanSub 05-22 (Peltu Seno)  bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mengadakan Ekspos dan Solusi tentang Penegakan Perda No. 9 Tahun 2018 di Kantor Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu (19’12/2019)

Perda No. 9 Th 2018 tentang Pengelolaan Sampah di Kota Bandung ini sangat beririsan dengan Perpres No 15 Th 2018 yaitu tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum yang diusung pergerakannya oleh satgas Citarum Harum.

Kegiatan Ekspos dan Solusi ini terdorong oleh terciduknya 11 orang warga Kelurahan Binong dan Kelurahan Gumuruh yang membuang sampah ke Sungai Cikapundung dua hari ke belakang (Senin 16/12) oleh Tim PASCHA (Pasukan Sungai Citarum Harum) dari DLHK Kota Bandung yang dipimpin oleh Rizal Supandji.

“Ada 11 orang kena OTT di wilayah Kelurahan Binong dan Gumuruh ketika Tim PASCHA DLHK melakukan patroli dan edukasi, mendapati warga yang membuang sampah rumah tangga ke Sungai Cikapundung” ucap Rizal.

Peltu Seno, pada kesempatan itu mengatakan, betul bahwa kami ini selalu bekerjasama dengan Tim Pascha DLHK Kota Bandung dalam melaksanakan Patroli Sungai sekalian edukasi kepada masyarakat disamping pembersihan sungai tiap hari yang kami lakukan.

“Tidak ada hari libur bagi Satgas Citarum Harum menjalankan tugasnya, kecuali dua hari pada saat hari raya Iedul Fitri” katanya.

“Kami selalu bekerjasama dengan Tim Boscha DLHK dalam menegakan Program Citarum Harum, bahkan dengan  warga dan aparat kewilayahan, kalo tidak ada mereka kami ini tidak ada apa apanya” imbuh Seno.

Camat Batununggal (Drs. Tarya) telah menegaskan secara formal kepada seluruh ASN Kecamatan tentang Program Kang Pisman, begitupun secara Informal kepada masyarakat dengan cara soaialisasi via kegiatan Pos Yandu dan PKK.

“Kami tinggal Memasifkan kepada masyarakat tentang program kang pisman, dengan memilah sampah organik dan an organik, dengan cara ini sampah dimasyarakat akan bermanfaat sehingga sampah yang dibuang otomatis mengurang” kata Camat.

“Dengan adanya Satgas Citarum Harum kami merasa terbantu, selain penertiban kebersihan sungai juga tujuan Kota Bandung Bebas ODF 100% tahun 2020 besar tercapai, soalnya dibeberapa tempat wilayah kami sudah dibangun Ipal Tinja Komunal” imbuhnya.

Kendala sempitnya jalan yang lebarnya 80Cm merupakan hal yang serius untuk dicari solusi pihak aparat kewilayahan, menyebabkan tidak bisa dilalui oleh roda sampah sehingga banyak sampah yang tidak terambil oleh petugas, didukung tidak adanya lahan untuk pembangunan Tempat Penampungan Sampah (TPS) sehingga membingungkan masyarakat untuk membuang sampahnya, hal ini dikatakan oleh Lurah Gumuruh (Nurma Safarini) ditempat yang sama.

Satgas Sub 5-22 sudah menjalin kerjasama yang baik dengan aparat kewilayahan dan warganya, sehingga dukungan mudah didapat, namun beberapa Ketua RW yang hadir mengeluhkan sempitnya lahan dan jalan sehingga sampah mudah membusuk dan bingung membuangnya, dengan harapan pemerintah bisa menyelesaikan permaslahan ini.

(***)

Dansektor 22 Citarum Harum Terima Penghargaan Dari Bupati Bandung

Kab. Bandung,swarabandung.net – Dansektor 22 Satgas Citarum Harum Kol. inf. Asep Rahman Taupiq menghadiri Puncak Jambore II Tahun 2019 yang diikuti 1.800 peserta yang bertempat di Gedong Sabilulungan Soreang Kabupaten Bandung. Senin (16/12/2019).

Jambore Lingkungan merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung kepada masyarakat yang berperan aktif dalam peningkatan kualitas lingkungan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung pada kesempatan tersebut memberikan puluhan penghargaan kepada penggiat lingkungan seperti tokoh inspirator lingkungan, camat inspirasi dan sekolah adiwiyata serta Satgas Citarum Harum.

Dansektor 22 Citarum harum dalam acara tersebut menerima penghargaan dari Bupati Bandung atas sinergitas dan kolaborasi program perlindungan dan pengelolaan lingkungan pada Jambore Lingkungan Hidup tingkat Kab. Bandung. Selain itu, Bupati Bandung Dadang Naser memberikan puluhan penghargaan kepada masyarakat yang berperan aktif dalam peningkatan kualitas lingkungan.

Bupati Bandung Dadang Naser dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kegiatan jambore ini selain sebagai ajang apresiasi dan juga media silaturahmi bagi para penggiat lingkungan di Kabupaten Bandung.

“Kami berharap, momen ini bisa dijadikan sebagai ajang kampanye, edukasi, serta sharing dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dansektor 22 Kol. Inf. Asep Rahman Taupiq mengapresiasi ikhtiar Bupati Kabupaten Bandung dalam peningkatan kualitas lingkungan.

“Alhamdulillah, saya atas nama Dansektor 22 Citarum Harum mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung yang telah memberikan dukungan terhadap Program Citarum Harum”. Pungkas Kol.Inf. Asep Rahman Taupiq.

(Muh.Warman)

Dansektor 22 Sosialisasikan Program Citarum Harum Dilingkungan Pelajar

Bandung,swarabandung.net – Dansektor 22 Satgas Citarum Kolonel Inf Asep Rahman Taufik laksanakan giat sosialisasi Citarum Harum kepada siswa/siswi Madrasah Yapispa jalan Curug candung Kota Bandung. Rabu (18/12).

Sosialusasi ini sendiri dilaksanakan secara rutin oleh jajaran Satgas Citarum ke tengah masyarakat dan para pelajar sebagai upaya menanamkan pola pikir dan perilaku terhadap pemanfaatan lingkungan agar menjadi lebih baik dan sehat.

Kolonel Asep Rahmat T. pada paparannya menjelaskan terkait perogram Citarum Harum dengan permasalahan yang dihadapi di kota Bandung , melalui sungai ,anak sungai serta cicit sungai yang mengalir ke Aliran Sungai (DAS) Citarum berupa Sampah, Kotoran hewan (Kohe) , limbah Industri , limbah Domesti ( Rumah Tangga), serta Jamban yang masih banyak di buang langsung tanpa di kelola melalui Septyctank.

Tampak para siswa mengikuti secara antusias pemaparan yang disampaikan oleh Dansektor 22 , duduk rapi serta mengenakan seragam topi berwarna hitam yang di bagi dari satgas citarum harum sebagai atribut bagian sosialisasi.

Menurut Dansektor 22 , ” Memang lebih mudah membicarakannya ketimbang melaksanakannya, tapi kita harus memulainya untuk anak cucu kita kelak, persoalan yang tadi di paparkan harus di kerjakan secara bersama – sama baik Pemerintah,maupun   Swasta, serta di dukung oleh masyarakat nya, ” Ujar Dansektor..

Hal ini dilakukan sebagai pendorongan suksesi program citarum harum, mengedukasi pada generasi muda dengan harapan terapan ini bisa menjalar pada keluarganya dan dilingkungan tempat mereka tinggal.

Sungai Citarum merupakan simbol Peradaban dan budaya masyarakat Jawa Barat yang mesti kita jaga dan merawatnya, Sungai Citarum juga sebagai  sumber kehidupan sehari-hari yaitu mengairi lahan pertanian, sumber listrik (bendungan) bahkan pencari ikan yang kini sudah mulai rusak tercemari oleh berbagai limbah.

Sementara perwakilan dari  Dinkes Kota Bandung, menerangkan tentang Stunting yang sekarang di Kota Bandung menuai (25,8%) merupakan pengaruh dari tidak memperdulikan sanitasi, ini karena membudayanya buang tinja ke selokan hingga air sungai tercemar bakteri ekoli tinggi 63,18% ODF Kota Bandung, tetpengaruh pembangunan sanitasi di indonesia tidak tecapai sepenuhnya, mengakibatkan ODF tingkat tinggi.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program pemerintah untuk mengatasi pengurangan ODF dan pola hidup sehat.

“Lima pilar STBM itu diantaranya, pertama, Tidak buang air besar disembarang tempat, kedua Mencuci tangan dengan sabun dan dengan air yang mengalir, ketiga mengelola air minum rumah tangga, keempat, Mengola sampah rumah tangga, kelima, Mengolah limbah cair rumah tangga” Jelas nya.

Lahirnya Program STBM mengikat pendorongan pada pemerintah supaya masyarakat memiliki jamban sehat yang memiliki Septick Tank pribadi

Hadir pada kesemoatan itu, Camat Bandung Kidul, Lurah Wates, Kepala Sekolah Yapispa Ratusan Siswa/i MI Yapispa, Para Guru SDN 223 dan beberapa Stakeholders.

Dansektor 22 Kolonel Asep Rahman Taufik saat menyampaikan keterangannya kepada awak media seusai giat sosialisasi Citarum Harum di MI Yapispa Rabu (18/12/2019).
“Kita jelaskan semua ke adik-adik pelajar ini, karena memang Citarum ini bukan miliknya perorangan tetapi milik kita semua dan harus dikerjakan ramai-ramai untuk kerjakan bersama semua pihak pembersihannya, Mudah- mudahan dalam waktu tujuh tahun sesuai amanat Perpres, no.15 Tahun 2018 bisa terealisasikan,kalau semua bergerak, apapun bidangnya kita semua bergerak untuk lingkungan ini, insya Allah permasalahan Citarum dapat cepat teratasi,” Imbuh Kolonel Asep.

Kesempatan yang sama, Kepsek MI Yapispa Ayep  menyampaikan apresiasinya   mengatakan, “ Sosialisasi yang disampaikan sangat bagus, kami apresiasi kepada TNI yang telah memberi nilai tambah pendidikan tentang menjaga kebersihan dan lingkungan, agar anak- anak membiasakan diri menjaga kebersihan dirinya sendiri serta lingkungan tempat tinggalnya,’ Pungkasnya.

Sementara itu Camat Bandung Kidul Epi Hendarin, S.Sos., MAP. mengatakan ,” program citarum harum memang sangat beririsan dengan pemerintah kota Bandung, seperti dengan program kang Pisman serta pencapaian ODF di tahun 2020.kita sangat mendukung sekali program citarum harum terutama dalam mensosialisasikan pada masyarakat agar berprilaku nya agar bisa berubah , bisa lebih mencintai lagi kebersihan lingkungan,” Pungkas nya.

(Muh.Warman)

Sub 3 Sektor 22 Citarum Harum Bersama Masyarakat Karbak Bersihkan Lingkungan Dan Anak Sungai Cibeureum

Bandung,swarabandung.net – Sub 03 Sektor 22 Satgas Citarum harum karya bakti dengan masyarakat dalam rangka pembersihan anak Sungai Cibereum berlokasi di perbatasan RW 01 dan RW 2 kelurahan Campaka kecamatan Andir Kota Bandung. Minggu (15/12/2019).

Dansub 03 Sektor 22 Serka Nurcholis mengatakan, bahwa Sebelum melaksanakan pembersihan Sungai, Sub 03 Sektor 22 Citarum Harum bersama masyarakat Apel pagi di depan Yayasan Ampera kelurahan Campaka kecamatan Andir dan Do’a bersama.

“Setelah apel pagi dan berdo’a bersama masyarakat Satgas Citarum harum Subsektor 03-22 langsung melaksanakan giat pembersihan Sungai Cibeureum.” ucapnya.

Pembersihan sungai dilakukan satgas citarum harum merupakan upaya perbaikan aliran sungai supaya air lancar dengan kondisi yang bersih bebas dari limbah domestik.

“Hasil akhir pembersihan sungai sepanjang 120 meter dengan menghasilkan sampah 827 Kg.” jelas Serka Nurcholis.

Dengan turunya masyarakat, pasukan Subsektor 03-22 semakin semangat bergerak membersihkan sungai Agar pungsi sungai sesuai dengan kodratnya, yaitu bisa menghidupi sumber kehidupan yang selama ini.

“Suksesnya program Citarum Harum karena masyarakatnya ikut andil “Lamun Teu Ku Urang Rek Ku Saha Deui” (Kalau Tidak Sama Kita Sama Siapa Lagi)”. Pungkas Nurcholis.

(Muh.Warman)

Dansub 14 Sektor 22 Citarum Harum Ajak Masyarakat Jangan Buang Sampah Ke Sungai

Pangandaran,swarabandung.net – Sabtu (14-12-2019) dilaksanakan acara pembinaan LKK Kelurahan Batununggal Kecamatan Bandung Kidul dalam rangka implementasi Perwal No 15 Tahun 2019 tentang petunjuk teknis pelaksanaan program PIPPK Dan Sosialisasi Program Citarum Harum guna mewujudkan Bandung ODF 100% Tahun 2020.

Hadir dalam acara tersebut Lurah Batununggal (Asep Syaripudin, S.Sos) beserta jajaran, Dari inspektorat KOTA Bandung (Robiana, S.E.), LPM Kelurahan Batununggal, para RT RW, PKK dan Karangtaruna Kelurahan Batununggal.

Pada kesempatan itu Lurah Batununggal menyampaikan, “pelaksanaan kegiatan PIPPK tahun 2020, pengelolaannya harus swakelola sesuia Perwal No. 15 tahun 2019, untuk itu dengan adanya sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi bekal untuk pelaksanaan kegiatan PIPPK TH 2020” ucapnya.

Nara sumber dari Inspektorat Kota Bandung, Robiana, S.E. menjelaskan mekanisme program kerja pemerintah dalam anggaran Tahun 2020 kedepan akan di laksanakan oleh masyarakat setempat, “sebagai pelaksananya oleh masyarakat dengan mekanisme yang sudah di tetapkan, diharapkan hasil yang di dapat lebih maksimal dan lebih bertanggung jawab atas pekerjaan nya” katanya

Dari satgas citarum harum menyampaikan tentang perubahan mindset masyarakat, utamanya pada pengolahan sampah yang dihasilkan masyarakat, agar para RT dan RW mengelola sampahnya dengan baik sesuai aturan pemerintah

“Prilaku Masyarakat supaya lebih ditingkatkan lagi melaksanakan program Kang Pisman, karena hal ini bisa mewujudkan target 100℅ ODF di Tahun 2020 bisa tercapai” ucap Syahril.

Syahril pun menyarankan, seiring akan adanya pembangunan Ipal komunal maka pendirian kantor RT dan RW juga bangunan apapun jangan di atas branghang (saluran-saluran) air, hal ini selain menjadi contoh yang tidak baik juga menghambat aliran air apa bila banjir.

Satgas Citarum Harum juga mengajak semua pengurus dan masyarakat terus memberikan sumbangsihnya terhadap Satgas dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai dan pentingnya membuat septitank, karena dengan dukungan semua pihak akan lebih cepat proses percepatan pemulihan aliran sungai, yang sangat dibutuhkan oleh semua pihak

Satgas Citarum Harum sub 14-22 juga memberikan pelatihan kepada para gober dan linmas Kelurahan Batununggal, dengan tujuan bisa meningkatkan sinergitas dan loyalitas terhadap unsur-unsur pimpinan dan petugas dan bisa memberikan motivasi agar lebih semangat dalam melaksanakan aktivitasnya.

(***)

Dansektor 22 Citarum Harum Hadiri Peresmian”Bukit Mbah Celeng”

Cibiru,swarabandung.net – Dansektor 22 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Asep Rahman Taupiq Hadiri Peresmian “Bukit Mbah Celeng” oleh Wakil walikota Bandung Yana Mulyana yang berlokasi di Jalan pasir luhur Rw. 10 Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Sabtu (14/12/2019).

Bukit Mbah Celeng merupakan tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang di sulap oleh Komunitas Gowes Baraya Bandung (GBB) dan Komunitas Lainnya menjadikan tempat tersebut sebagai tempat penghijauan dan Trak bersepeda.

Wakil walikota Bandung Yana Mulyana dalam sambutannya menyampaikan, Bukit Mbah Celeng ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan kritis lahan khususnya di Kawasan Bandung Utara.

Pada kesempatan tersebut, Yana berharap lahan-lahan tanah milik Pemerintah Kota Bandung yang kritis di Kawasan Bandung Utara (KBU) terus dilakukan penghijauan sehingga dapat membantu mengurangi dampak banjir dan menyelamatkan Cekungan Bandung.

Sementara itu, Dansektor 22 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Asep Rahman Taupik menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah kota bandung yang telah berhasil mewujudkan sinergitas bersama para komunitas, sehingga bukit mbah celeng menjadi tempat penghijauan dan Downhil trek sepeda yang dibuka untuk umum khususnya komunitas sepeda dan pecinta alam.

“Berharap selain bersepeda para komunitas bisa sambil memanam Pohon sehingga tempat ini menjadi rindang dan tempat resapan air sehingga bisa mengurangi dampak banjir di kota Bandung”. Ucapnya.

Ditambahkanya, “bahwa Sektor 22 Citarum Harum memiliki banyak pohon yang siap mendukung menghijaukan lahan – lahan milik pemerintah kota bandung yang kurang hijau, yang terpenting komitmen merawat harus kita lakulan dengan baik”. Pungkas Dansektor.

(Muh.Warman)

Dalam Hari Juang TNI AD Ke 74, Koramil 1804/Regol Kolaborasi Bersama Sub 4 Sektor 22 Citarum Harum Bersihkan Lingkungan

Bandung,swarabandung.net – Koramil 1804 Regol – Lengkong Kolaborasi bersama Sub 4 Sektor 22 Citarum Harum serta kewilayahan menggelar karya bakti bersihkan lingkungan dalam rangka Hari Juang TNI AD Ke 74 di Wilayah Kelurahan Ciateul Kecamatan Regol Kota Bandung. Jum’at (13/12/2019).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Koramil 1804/RL, Kecamatan Regol, Subsektor 4-22 Satgas Cirarum Harum, Polsek Regol, Pasukan Gober dan Baraya Sektor 22 Citarum Harum.

Danramil 1804/RL Mayor. Inf. Suprianto menyampaikan, Bahwa dalam rangka hari juang TNI ke 74 Koramil 1804 /RL mempokuskan Karya Bakti di sekitar Rumah Ibadah dan pembersihan sampah di sungai Ciregol.

“Dengan adanya kegiatan ini sebagai bentuk kebhinekaan akan lebih memacu dan memotivasi masyarakat di sekitar sini untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan diri”. Katanya.

“Selain itu, Dengan adanya Satgas Citarum harum sudah mulai ada peningkatan dan kami harap dengan adanya kegiatan kerja bakti ini bisa lebih meningkatkan kebersihan dan kesadaran dari masyarakat sekitar”. Ucapnya.

Ditempat yang sama, Dansubsektor 4 – 22 Satgas Citarum Harum Sertu Agus Tardiman menyampaikan, “setelah melaksanakan Apel pagi dan berdo’a bersama dilanjutkan Karya bakti pembersihan Sekitar Gereja Kristen Imanuel Gloria dan pembersihan sampah dan Rumput kirmir sungai Ciregol jalan Mohamad Toha No 69 di wilayah Rw 05 Rt 01 kel Ciateul kec Regol, Pembersihan sampah pelastik dan Rumput kirmir  sungai sepanjang -+350 m dengan hasil Sampah 1,2 ton”. Katanya.

Sektor 22 Citarum Harum akan selalu berkoordinasi dengan aparat kewilayahan, sehingga program Citarum harum bisa berjalan dan sampai ke warga masyarakat yang belum tersentuh karena program tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama.

“bahwa kegiatan karya bhakti ini merupakan bentuk sinergitas antara TNI dan Instansi serta Masyarakat dalam mensuskseskan Perpres No.15 tahun 2018”. Pungkasnya.

(Muh.Warman)

Dansektor 22 Citarum Harum Bersama Unsur Kewilayah Tanam Pohon Di Sungai Cinambo

Bandung,swarabandung.net – Komandan Sektor 22 Citarum Harum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) menanam 620 pohon bersama Camat Gedebage (Dodit Ardian Pancapana, ST., M.Sc.) disepanjang Bantaran Sungai Cinambo, Gedebage, Jumat (13/12/2019).

Penanaman pohon ini dilakukan sebagai keseriusan Satgas Citarum Harum bersama Pemerintah Kota Bandung untuk mengembalikan Hijaunya Kota Bandung sebagai penyelamatan lingkungan hidup yang selama ini tergerus oleh pembangunan perumahan yang menyebar diseluruh wilayah Gedeage sehingga Ruang Tata Hijau (RTH) bisa terkondisikan.

Dansektor 22 Kol.Inf. Asep Rahman Taupiq mengatakan kepada awak media tim 8, pada akhir Tahun 2018 di Bantaran Sungai Cinambo Wilayah Gedebage telah dilakukan penanaman pohon, hari ini kami hanya menyulam saja, ada dari beberapa pohon yang mati.

“Di wilayah Cisarantenkidul pernah di tanam 400 pohon, Cimencrang 150 pohon, Rancanumpang dengan Rancabolang 100 pohon, hari ini dibagi dua Kelurahan kita lakukan penyulaman mudah-mudahan tidak mati kembali” kata Dansektor.

Dia berharap nanti di bulan januari dan februari turun hujan dengan intensitas cukup besar sehingga pohon ini bisa tumbuh sesuai dengan yang diinginkan, tentunya bukan hanya kita selalu bersandar kepada hujan saja karena perlu ada sentuhan sentuhan tangan manusia untuk melakukan perawatan, termasuk pembersihan rumput disekitarnya jangan sampai menunggu hujan kita harus melakukan penyiraman, hal ini sudah dilakukan oleh satgas dan seterusnya sudah menugaskan subsektor disini agar memasang minimal 2 orang di area kawasan Cisaranten Kidul.

“Dengan perawatan secara intensif diharapkan ada hasilnya Sehingga kedepan pohon-pohon sudah tumbuh maka cuaca di sini tidak panas seperti sekarang ini ada tempat perlindungan yang penuh dengan oksigen” ucap Dansektor.

Ditempat yang sama, Camat Gedebage ketika diwawancara tim 8 mengatakan, empat atau lima tahun kedepan kawasan disini merupakan kawasan yang luar biasa, disini perkembangan pembangunan sangat cepat terjadi.

“Banyak sekali kegiatan fisik yang dilakukan disini tentu saja yang dilakukan oleh Dansektor 22 masuk ke daerah Sungai Cinambo Kecamatan Gedebage ini luar biasa, kita perlu mengimbangi kegiatan yang bersifat fisik sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak yang sifatnya negatif” kata Camat.

Camat Gedebage menambahkan, “Lingkungan perlu dijaga keseimbangannya, di Gedebage masih banyak lahan yang terbuka ini peluang yang besar bagi kita untuk menjaga keseimbangan tersebut jangan sampai semua lahan dimanfaatkan kegiatan kegiatan fisik saja tetapi juga hal yang terkait dengan lingkungan, intinya hal yang dilakukan hari ini merupakan suatu upaya yang sangat penting, bagaimanapun pohon itu merupakan tonggak yang sangat dibutuhkan oleh manusia” imbuhnya

632 pohon yang diselamatkan oleh para komandan hari ini sangat penting untuk menjaga air sebagai penyedia oksigen dan 2 substansi tersebut menjadi tonggak bagi kehidupan manusia.

“Hal ini sebagai penyelatan bagi manusia yang dilakukan oleh Pak Komandan beserta jajaran, perlu kita dukung. Harapan kedepan kami tentu apa yang kita lakukan di sini ada sekitar 200 warga dibagi yang terdiri dari  KKPK, Karang Taruna, LPM, gober dan Binmas kita bergerak bertujuan untuk kedepan menjaga yang tadi”. Pungkas Camat.

(Muh.Warman)

Satgas Citarum Harum Sedang Lakukan Pembersihan, Warga Malah Buang Sampah

Bandung, swarabandung.net – lagi – lagi Oprasi tangakap tangan ( OTT ) kali ini di lakukan seorang wanita bernama Ruth Damayanti (48 Thn), yang tinggal di jalan . Muara Timur No. 52. Rt/Rw 005/005. Kelurahan  Pelindung Hewan. Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung.

Konon penangkapan berawal saat subektor 01 Sektor 22 yang di pimpin Serka Mustakim dan 4 orang angota  saat melakukan kegiatanan pembersihan sungai citepus, di wilayah Rw 05 Kelurahan Pelindung hewan.Ruth Damayanti dengan sengaja membuang sampah ke sungai sementara di bawah sungai satgas citarum sedang bersih- bersih sungai.

Kontan saja Serka Mustakim langsung menangkap nya dan langsung di bawa ke Pos Security komplek muara pelindung hewan,

Menurut Serka Mustakim ,” saya heran berani nya buang sampah ke sungai, padahal di sungai ada satgas citarum lagi pada bersih – bersih, ya terpaksa kami bawa ke pos secutity untuk di beri sangsi ,” Ujar Mustakim.

Kali ini sangsi sosial yang diberikan kepada Ruth  membersihkan Gereja GKII sesuai agama yang di anut nyaselama 2 minggu, serta di haruskan minta tanda tanggan sebanyak 150 KK dan sosialisasi kepada masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.

(Muh.Warman)