Citarum Harum

Walikota Bandung Bersama Dansektor 22 Tinjau Langsung Proses Loseda Dan Jaring Sampah Di Rw.5 Malabar

Bandung,swarabandung.net – Rw 05 Kelurahan Malabar boleh bangga dengan keberhasilan nya dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan inovasi baru yang bernama Loseda ( Lodong sesa dapur ) sehingga Rw 05 terbebas dari sampah selain menjalankan program Kangpisman ( Kurangi, Pisahkan, Manpaatkan ) sebagai unggulan program pemerintah kota Bandung.

Sehingga walikota Bandung Mang Oded Selasa (21/1/2020 ) megunjungi ke Wilayah Rw 05 Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, didampingi Komandan Sektor 22 Citarum Harum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) untuk meninjau langsung proses loseda dan jaring sampah di sungai

“Kedatangan Mang Oded disini untuk memberi motifasi kepada warga masyarakat yang aktif menggalakan Program Kang Pisman, apalagi  masyarakat yang  mempunyai kreatifitas dan punya inovasi seperti alat pengurai sampah yang dinamakan  Loseda” jelas Mang Oded.

Walikota pun berasa senang atas kedatangannya disertai oleh Dansektor 22 Citarum Harum, Kadis DLHLK, Kabag Pemum, Camat Lengkong dan dan banyak unsur masyarakat yang ikut hadir “ini merupakan hal yang luar biasa ,” Ucap nya.

Sementara Dansektor 22 Kolonel Asep Rahman Taoufik mengatakan ,” Program percepatan daerah aliran sungai citarum sangat beririsan dengan program pemkot Bandung , permasalahan sama, seperti persoalan sampah, limbah industri, limbah domestik ,jadi kami selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah nya ,” Ujar Asep.

” Upaya pencapaian ODF 100%  kami sudah membuat Ipal komunal di beberapa titik, persoalan sampah juga sudah di buatkan TPS3R , inti nya kami bersinergis dengan pemerintah kota Bandung ,” Tambah nya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Agus Suherman mengatakan, Loseda

“Ini inovasi baru. Kita baru menempatkan di 15 titik. Rencananya satu rumah satu Loseda. Ke depannya kita ingin warga bisa menaruh di setiap rumah punya satu sampah basah yang bisa teratasi, Juga kompos nya biss di jadikan pupuk ,”  katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani mengungkapkan, Loseda tersebut merupakan bentuk pemberdayaan berbasis masyarakat.

“Ini programnya kawasan bebas sampah. Warga berinisiatif menyelesaikan masalahnya sendiri. Salah satunya dengan fokus mengenai sampah dan penataan lingkungan,” Imbuh nya

(Muh.Warman)

Serka Nurholis :”Sungai Menjadi Tanggung Jawab Kita Bersama”

Bandung,swarabandung.net – Jajaran Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 3 bersama Mahasiswa KKN UPI, Baraya dan Gober kewilayahan melaksanakan pembersihan Sungai citepus.

Sebelum melaksanakan pembersihan sungai, seluruh personil melakukan apel kesiapsiagaan mulai dari pengecekan personil dan berdo’a bersama yang dipimpin oleh Dansub 3 Serka Nurholis.

“Setelah Apel pagi, kami membersihkan sampah di sungai Citepus Rw.3 Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo. Kami berhasil mengangkat sampah sebanyak 1,5 Ton dengan menyusuri sungai sepanjang 100 meter dan dibawa ke TPS terdekat”. Kata Dansub 3 Serka Nurholis kepada wartawan. Senin (20/1/2020).

Menurut dia, kegiatan membersihkan sampah tidak hanya ditujukan untuk memperlancar aliran sungai, tetapi juga ditujukan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah ke sungai.

“Sungai menjadi tanggungjawab kita bersama karena kondisi di lapangan sungai menjadi tempat pembuangan sampah”. kata Serka Nurholis.

Ia juga mengatakan kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya sangat kurang sekali, warga masih sembarangan membuang sampah di sungai.

“Banyak sampah plastik, pempers dan sampah rumah tangga hingga bangkai Kucing pun di buang ke sungai,” tutupnya.

(Muh.Warman)

Serka agung :”Sektor 22 Akan Punya Website Sendiri”

Bandung,swarabandung.net – Dansektor 22 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Asep Rahman Taupiq yang diwakili Bamin Serka Agung menghadiri gebyar senam sehat diwilayah Sektor 7 bertempat di Taman Sangkuriang Rancamanyar Kabupaten Bandung. Minggu (19/1/2020).

Adapun kegiatan tersebut, di isi dengan senam Aerobik dan Senam Beladiri yang dipimpin Instruktur Nasional Hendri Hendarto dan pembagian undian Dorprize serta Talkshow tentang lingkungan yang diikuti 1500 Peserta lebih dari Buruh, Mahasiswa KKN UNAIR Suarabaya, UPI Bandung, PKK dan Masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Serka Agung adalah salah satu yang beruntung ,dengan mendapatkan foorfrize senilai 6 juta,namun berupa Website gratis selama 1 tahun, pasal nya serka agung dapat menjawab pertanyaan dari Dansektor7 Kol. Kav. Purwadi tentang bagaimana memperlakukan Sampah agar tidak mengotori lingkungan.

Dalam jawabannya agung  dengan mudah dan sangat detail menjelaskan  ” Bahwa yang pertama dan paling utama dalam menyelasaikan permasalahan sampah adalah mengubah dulu prilaku masyarakat atau mindsite masyarakat”. Katanya.

Lanjut Agung bahwa merubah mindsite masyarakat itu, merubah kebiasaan buruk  masyarakat  yang biasa membuang sampah sembarangan kini harus buang sampah pada tempat nya.

” Di jelaskan juga tentang program yang sudah di terapkan di kota Bandung yaitu Kangpisman ( Kurangi,Pisahkan Manpaatkan ) mengurangi dengan cara sampah di pilah, terus pisakan sampah sampah antara organik dan anorganik, terahir manpaatkan sampah yang bisa punya nilai ekonomis dan bisa di jadikan berupa kerajinan Dll. Organik nya bisa di jadikan kompos ,” Ucap Agung dengan ciri has senyum nya.

Ketika di tanya tentang doorfrize yang di dapatkannya Agung menjawab ” tentu website ini akan sangat berguna untuk kepentingan informasi dan publikasi di sektor 22 Kedepan akan mempunyai Website Sendiri, nanti bagian IT yang akan mengoprasikannya ,” Pungkas Agung.

Hadir pada kegiatan tersebut, Aster Kasdam III Siliwangi, Kolonel G Hasto P, ST, Waaster Kasdam III Siliwangi, Abah A,Alamsyah, Kang Acil Bimbo, Ambu Ani, tampilan Alim Sadar, Sandy Khardani Permana Guru Besar  Pencak Silat MHI,  Ketua K-LIDIK, Ngadi Utomo, Lebar Media Grup, Asep Mulyana Ketua Jurnalis Peduli Citarum Harum  (JPCH), Abah Edang Supardi Ketua MY DARLING ( Masyarakat Sadar Lingkungan ).

(Muh.Warman)

Sektor 22 Sub 11 Bersihkan Dampah Dan Rumput Liar Di Sungai Cijalupang

Bandung,swarabandung.net – Satgas sub 11 sektor 22 Citarum Harum Minggu (19-01-2020), melaksanakan pembersihan Sungai Cijalupang Wilayah Rw 01 Kelurahan Cisaranten Wetan dan sosialisasi motifasi pemuda dalam berkarya untuk pemerintah.

Pembersihan rumput kirmir dan mengangkat sedimentasi sepanjang sungai (-+)200m hingga terangkat sampah dan rumput (-+) 750 kg, lalu di buang ke TPS terdekat dan sebagian ditimbun agar kering terlebih dahulu.

Dikatakan Dansub 11-22 (Serma Abdulloh Fawzi) kepada wartawan tim 8, “Setelah melaksanakan karya bakti kami melanjutkan acara sosialisasi kepada peserta pemilihan Karang Taruna Kelurahan Cisaranten Wetan” ucapnya.

hadir pada kegiatan ini, Lurah Cisaranten Wetan (H. Dayat), Aiptu Jajang (Babinkamtibmas Kel. Cisaranten Wetan), Heru (Ketua Karang Taruna Kec. Cinambo) dan Pemuda/i Kel. Cisaranten Wetan yang punya hak pilih pemilihan Karang Taruna Cisaranten Wetan.

Pada sosialisasi ini Dansub 11-22 mengingatkan betapa pentingnya peran pemuda untuk sebuah pemajuan  pemerintahan dalam mensukseskan program-programnya, termasuk dalam mensukseskan Perpres 15 th 2018.

“Di contohkan zaman perkembangan Islam pada masa awal, ada beberapa tokoh pemuda yang hebat seperti Sayyidina Ali bin Abi Tholib, Salman Al Farizi dan yang lainnya, begitupun pada masa untuk meraih Kemerdekaan RI ada pemuda Sukarno dll, sehingga kami berharap para pemuda disini bisa ikut bersama kami untuk mensukseskan Perpres 15/2018 ini baik secara fisik maupun non fisik (sosialisasi)”. papar Abdulloh pada sambutan utamanya di acara pemilihan Karang Taruna Cisaranten Wetan. Minggu (19/01/2020)

Ia mengulas sejarah kemenangan para pemuda dari berbagai generasi pada pemerintahan di jaman saat itu, tidak lain untuk menyemangati para pemuda yang hadir, sebagai penerapan jiwa korsa untuk setia dalam peran pembangunan pemerintah saat ini.

Abdulloh pun mengulas tentang jiwa modernisasi yang dibutuhkan pemerintah, dalam pencintaan kebersihan sungai dan lingkungan sebagi bentuk jiwa yang positif.

“Jelas sebagai generasi penerus bangsa harus mencintai kebersihan sungai dan lingkungan, kalau semua dibiarkan kotor maka akan terjadi bencana, baik fisik (banjir dan erosi lainnya) maupun dampak kesehatan masyarakat, seperti terjankitnya penyakit (epidemi dan endemi) juga stunting, itu yang disebabkan oleh kotornya sungai dan lingkungan yang berdampak pada gizi buruk masyarakat” tutup Abdulloh.

Pemenuhan makna pidatonya Abdulloh, merupakan geliat sehatnya para pemuda sehingga bisa berkarya dalam peran pembangunan pemerintah. Karena dengan modal sehat maka kekuatan untuk membangun banyak kesempatan.

Dansektor 7 Jalan Sehat Bersama Masyarakat

Rancamanyar,swarabandung.net – Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kol.kav.Purwadi ajak masyarakat Jalan sehat bersama bertempat di Taman Sangkuriang Rancamanyar Kabupaten Bandung. Minggu (19/1/2020).

Adapun Senam aerobik dan senam beladiri dipimpin instruktur nasional Artis Hendri Hendrarto didampingi istri dan anaknya dengan jumlah peserta sekitar 1500an orang yang terdiri dari buruh 1000 orang, mahasiswa KKN dari UNAIR Surabaya dan UPI Bandung 300 orang, Ibu – Ibu PKK 200 orang ditambah ratusan peserta lainnya.

Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi menjelaskan, bahwa acara Gerak Jalan dan Senam sehat yang digelar hari ini di wilayah tugasnya tersebut mengambil rute yang berjarak sekitar 3 KM dengan melintasi bantaran serta jembatan Sungai Citarum.

“Sungai Citarum yang sudah tertata rapi hasil dari kinerjanya bersama pasukan Satgas Sektor 7 selama kurang lebih 2 tahun. Alhasil selain sehat para peserta gerak jalan juga disuguhi pemandangan bantaran sungai yang indah”. tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Selain Senam bersama di gelar juga Talkshow tentang Lingkungan serta pembagian undian Dorprize diantaranya, TV LED 40 Inch, Sepeda Gunung, Kulkas, Setrika, mixer, sprei, badcover, rice cooker dan banyak lagi hadiah lainnya.

“Selain Senam digelar juga talkshow bertema lingkungan serta pengundian doorprize. Selain itu, acara akan diselipi juga dengan sosialisasi pola hidup sehat dan motivasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan”. pungkas Dansektor 7.

(Muh.Warman)

Dansub 7 Sektor 22 Citarum Harum Hadiri Peresmian IPAL KOMUNAL Kelurahan Sukawarna Kec. Sukajadi

SUKAJADI,swarabandung.net  – Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan bersama Dansub Sektor 7 – 22 Citarum Harum, Peltu Bayu DC mewakili Dansektor 22 Citarum Harum dan Ketua KSM Manunggal Syarifudin meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tinja Komunal di RT. 04 RW 01 Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Kamis, 16/1/2019.

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan mengatakan pembangunan Ipal Komunal ini menelan biaya sebesar Rp. 500 Juta, merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui KSM Manunggal yang difasilitasi oleh Satgas Citarum Harum Sektor 22. Dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, Pengerjaan pembangunan Ipal Komunal dapat terselesaikan dan hari ini kita resmikan,” ungkap Camat Sukajadi.

Lebih lanjut diungkapkan Camat Sukajadi, bahwa Ipal Komunal di RT 04 RW 1 ini, berukuran 11 X 3 X 3 Meter, dan 412 meter sambungan perpipaan dari 75 rumah, 97 Kepala Keluarga terdiri dari 297 jiwa penerima manfaat. “Kelurahan Sukawarna sudah memiliki 3 (tiga) Ipal Komunal, dan yang satunya terletak di RW 5 dalam tahap pembanguna, pengerjaannya sudah mencapai 80%,” ucap Camat Sukajadi.

Menurut Camat Sukajadi, keberadaan Ipal Komunal sangat bermanfaat sekali dalam rangka meningkatkan akselerasi percepatan Open Defecation Free (ODF), yaitu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit. Sebagai tolak ukur pencapaian ODF 100% Tahun 2020, maka diperlukan jamban sehat atau septicktank ditiap rumah,” ujar Camat Sukajadi.

Tahun 2020 ini, perencanaan pembangunan septick tank di Kelurahan Cipedes dan Kelurahan Pasteur. Kita lebih fokuskan pembangunan septick tank ditiap-tiap RW baik melalui PIPPK, swadaya dengan merangkul perusahaan-perusahaan yang ada dilingkungan wilayah Kecamatan Sukajadi. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya jamban sehat ditiap-tiap rumah terus kita lakukan. Bahkan kita tekankan kepada BKM-BKM untuk program rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), dalam RAB Pembangunannya harus dicantumkan pembangunan septick tank,” imbuh Camat Sukajadi.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KSM Manunggal Syarifudin menyampaikan rasa tarimakasih dan bangganya bisa berkolaborasi bersama Satgas Citarum Sub Sektor 07-22 Citarum Harum yang dipimpin oleh Peltu Bayu Dc.

“Dengan adanya Satgas Citarum Harum Sektor 22, koordinasi pembuatan septic tank komunal menjadi lebih cepat terealisasi, terbukti dengan awal diajukannya bulan Juni tahun 2019, pekerjaannya, bulan oktober, dan Bulan Januari 2020 diresmikan dan manfaatnya dapat dirasakan warga masyarakat,” Syarifudin.

Hal senada diutarakan Ketua KSM Hijrah yang diwakili oleh Ketua Rw.05 menyampaikan rasa senang bisa mendukung Program Pemerintah dengan adanya pembangunan septic tank komunal di wilayah ini.

“Semua ini tidak terlepas dari keterlibatan Satgas Citarum Sektor 22 Sub 07 yang terus bersosialisasi dan mencari titik – titik yang bisa digunakan untuk membangun septic tank komunal,” tutur Haris

Sementara itu, Dansub Sektor 7 – 22 Citarum Harum Peltu Bayu DC mewakili Komandan Sektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik mengatakan pada awak media tim 8, “Pembangunan Ipal Komunal adalah salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pencemaran Limbah Domestik sebagai sumber Bakteri Echoli ke Sungai Citarum,” tegasnya

Dengan dibangunnya Ipal Komunal ini maka kotoran manusi (Tinja) akan diolah dan terurai melalui metoda bakterial didalam Ipal Komunal, setelah melalui proses itu kotoran akan berubah menjadi cairan yang layak buang dalam kondisi bersih sehingga akan mengurangi beban pencemaran di Sungai.

(***)

Sektor 22 Sub 10 Satgas Citarum Harum Bersihkan Sampah Dan Rumput Liar Di Sungai Cipamokolan

Bandung,swarabandung.net – Memastikan sungai mengalir dengan lancar dan tidak ada hambatan dari sampah, jajaran Satgas Citarum Sektor 22 Sub 10 bersama Baraya dan Gober Kelurahan Cisaranten Endah, melaksanakan giat karya bhakti membersihkan sampah dan rumput liar di Sungai Cipamokolan wilayah Rw 02 dan 06 Kel. Cisaranten endah Kec Arcamanik. Jum’at (17/1/2020).

Adapun Kegiatan pembersihan Sungai tersebut dilaksanakan selepas apel pengecekan personil dan Do’a bersama yang diikuti 35 Personil.

Dansub 10 Sektor 22 Citarum Harum Serda Maman “Kami hari ini, Satgas Citarum Sektor 22 Sub 10, melaksanakan karya bhakti bersama Baraya dan Gober Kelurahan Cisaranten Endah”.Kata Serda Maman.

“Sasarannya adalah pengangkatan sampah dan pembersihan rumput dan tanaman liar”.tambahnya.

Diungkapkan oleh Serda Maman, dari sepanjang 1 Km aliran sungai yang dibersihkan, berhasil diangkat sampah dan tanaman liar sebanyak 900 Kg dan dibuang ke TPS terdekat.

” Dengan Hasil karya bhakti hari ini, berharap tidak ada sampah yang menyumbat aliran air di Sungai Cipamokolan. Selain itu, kesadaran dan kepedulian warga masyarakat terus meningkat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena sampah yang dibuang ke selokan atau parit bisa menumpuk di sungai,” urai Serda Maman.

Selesai membabad rumput dan mengangkat sampah sungai, Satgas berpatroli di daerah aliran sungai dan pengecekan tempat pembuangan limbah di Pabrik untuk menyisir agar tak ada lagi sampah berserakan dan memastikan aliran sungai terbebas dari Sampah dan Limbah Pabrik.

“Dalam patroli ini Satgas tidak lagi menemukan ceceran sampah. Masyarakat sudah menyadari betapa pentingnya memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan”. Papar Serda Maman.

Namun demikian, Satgas tetap melaksanakan komunikasi sosial kepada warga secara Dor To Dor Sosialisasikan Program Citarum Harum dan tetap dihimbau jangan sembarangan membuang sampah, khususnya ke sungai yang harus dijaga kebersihannya.

(Muh.Warman)

Sub 7 Sektor 22 Citarum Harum Tindak Tegas Pelaku Pembuang Barangkal Ke Selokan

BANDUNG,swarabandung.net – Satgas Citarum Haram Sub Sektor  7-22, yang dipimpin oleh, Peltu Bayu Dc, menjalankan fungsinya sebagai penertiban Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai dengan Perpres No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai.

Selain mengeksekusi kotornya sungai dari berbagai limbah, Satgas Citarum Harum juga berwenang untuk sidak dan menertibkan atas rusaknya sungai oleh para pelaku pengotoran air dan pengrusakan sungai dari segala gejalanya.

Memungsikan aliran DAS, sesuai  perpres yang berlaku, dengan diperkuat oleh Kepmen LHK No. 2 Bulan Agustus 2018. tentang fungsi dan wewenang wadan satgas 2, untuk penertiban pelaku pencemaran dan pengrusakan sungai, bertujuan membuat efek jera dan merubah paradigma prilaku yang berkaitan.

Pagi ini satgas Citarum Harum subsektor 07 sektor 22, menindaklanjuti laporan warga yang membuang berangkal (serpihan bubuk bata dll) di gorong-gorong jalan Cipedes tepatnya disekitar lapangan Abra.

“Kami dapat laporan dari warga bahwa ada yang membuang berangkal ke gorong-gorong, berbekal informasi dari masyarakat, kami melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Bayu. Kepada wartawan tim 8.

Setelah ditemukan orang pembuang berangkal tersebut, dia bernama Haji Cucu, “saya berikan teguran dan tindakan agar mengangkat berangkal tersebut dari dalam gorong-gorong” imbuhnya.

Pernyataan pelaku pembuang barangkal, didengar alasannya oleh satgas Sub 07-22, mengapa hal buruk seperti itu dilakukan, padahal viralnya tugas satgas Citarum Harum sudah buming se Dunia.

Haji Cucu mengatakan, “Menyesal atas tindakan yang saya lakukan, atas kebijakan Dansubsektor 07 sektor 22 dengan sukarela saya angkat kembali berangkal tersebut dari dalam gorong-gorong.” katanya

Dansub 07-22, setelah memberikan nasihat panjang lebar dengan menjelaskan perpres No 15-2018 tentang gencarnya satgas dalam penertiban DAS yang ditargetkan hanya 5 Tahun lagi, atas kejadian ini dihadapan pelaku mengatakan,

“Saya berharap ini kejadian yang terakhir, tanpa dukungan dari masyarakat, Lrogram Citarum Harum tidak akan bisa terlaksana dengan baik”. Tutup Bayu.

Kepedulian warga dalam menjaga kebersihan lingkungannya masih kurang. Terbukti, Satgas Citarum Harum Sub 07 Sektor 22 yang dipimpin oleh Peltu Bayu DC mendapati warga sedang membuang brangkal ke selokan lapang Abra yang terletak diwilayah Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Jumat, 17/1/2020.

Melihat kondisi tersebut, Peltu Bayu DC berkoordinasi dengan Lurah Cipedes, H. Dedi Rustandi,S.H. Dengan spontan Lurah Cipedes langsung mengunjungi lokasi yang dijadikan tempat1 pembuangan brangkal.

Menurut Lurah Cipedes, H. Dedi Rustandi,SH bahwa yang membuang brangkal ke selokan lapang Abra bukan warga Cipedes, melainkan warga Kelurahan Sukagalih.

Batas antara Wilayah Kelurahan Cipedes dengan Kelurahan Sukagalih yaitu Jalan Cipedes Tengah.

Dansektor 22 :”Kami Sudah Tanam 35.000 Dikawasan Bandung Utara (KBU)”

Cimeunyan,swarabandung.net – Komandan Sektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, mengatakan, “Kami sudah menanam 35.000 pohon di KBU, sesuai dengan program Citarum Harum selain menangani limbah kimia dan sampah domestik. Ini harus melibatkan para pihak setelah pemerintahan, utamanya yang paling penting adalah merubah mindset masyarakat, diharapkan para mahasiswa bisa menyebarkan sosialisasi kepada masyarakat banyak dengan berbagai cara” jelasnya .

Hal senada disampaikan oleh Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Unikom, Dr. Nia Karniawati, S.IP., M.Si., yang berperan langsung dalam penanaman, “Bahwa partisipasi Unikom merupakan bentuk kegiatan PKM (pengabdian kepada masyarakat), yang ikut berpartisipasi merupakan Prodi Ilmu Pemerintahan, Prodi Sastra Inggris dan Prodi Sastra Jepang.” singkatnya

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jabar, Epi Kustiawan bersama Satgas Sektor 22 Citarum Harum yang dipimpin oleh Kol. Inf. Asep Rahman Taufik hari ini menanam 450 pohon di Kp. Cikahuripan RW 04 Desa Mekarsaluyu Kec Cimenyan Kab  Bandung ,  Kamis (15/01/2020)

Dishut Jabar kali ini mengajak Mahasiswa/i UNIKOM Bandung sebanyak 80 personil untuk merubah kawasan kritis KBU yang kian viral supaya menjadi lahan produktif dengan menanam pohon produktif bernilai ekonomi tinggi, yaitu Macademia (sebuah pohon tanaman keras, rindang berbuah Coklat Unggulan Dunia/tanaman coklat Ausralia) sebagai pelengkap KBU kawasan wisata.

Dikatakan Epi Kustiawan Kepala Dishut Jabar kepada  Jurnalis Peduli Citarum Harum di lokasi penanaman pohon, , “Dalam penanganan DAS Citarum, Pesan Pak Gubernur disetiap rapat pimpinan, diharuskan perangkat daerah menyampaikan pesan program pariwisata di daerah masing-masing, ini merepleksi dari Kota Malang dan Kabupaten Batu” katanya.

” Sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur Jawa Barat , yang mengharapkan dari lahan kritis menjadi pengembangan Agro Wisata dan Agro Bisnis”, ungkap Kadishut Jabar .

KBU merupakan salahsatu kawasan wisata di Bandung Raya, upaya kuat dari Dishut Jabar untuk mengikis lahan kritis KBU menjadi lahan produktif ekonomi unggulan. Kian gebyar penanaman berbagai jenis pohon, supaya KBU bisa jadi ICON Jawa Barat dari kawasan wisata yang menghasilkan buah-buahan, dengan cara seperti ini revitalisasi hutannya ada juga makro ekonominya juga diraih sesuai dengan slogan Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera.

Upaya diatas tidak lepas dari bidang Penyuluhan Dishut kepada para penggarap tanah di KBU, yang terkesan tidak sepaham dengan program ini, bahkan beribu pohon yang telah ditanam tidak tumbuh karena sikap petani penggarap yang kontra.

“Kami selalu bersosialisasi menemui para petani penggarap, mengadakan penyuluhan, utamanya konsep  Tumpang sari, bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan dapat diperluas dalam kelas usaha tani lain, dan ini tidak merugikan tanaman perntanian (Hortikultura) yang sudah ada, Alhamdulillah mereka tersentuh hatinya, alhasil mereka saat ini menerima program kami,” kata Ir. Edi Kusnadi (bidang penyuluhan Dishut Jabar) disela-sela giat tanam pohon.

Sedangkan Asep Mulyana , Ketua Jurnalis Peduli Citarum Harum (JPCH ) menyampaikan, dengan Konsep  Pentahelix terus diterapkan, dimana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam mewujudkan keberhasilan program Citarum harum, termasuk menjaga alam dan kelestarian lingkungan hidup Kawasan Bandung Utara (KBU) yang semakin kritis lahannya, kami sangat mendukung Program Komandan Sektor 22 Citarum Harum dan Kepala  Dishut Jabar yang semakin peduli menanam pohon di  KBU”, ungkap Asep Mulyana dengan semangat.

Kegiatan Dansektor 22 di Sub sektor 17/Cimenyan penanaman pohon sebanyak 450 terdiri dari 400 pohon Makademia dan 50 pohon Kidamar, peserta yg hadir antara lain, Dansektor 22 citarum harum. , Kadis Kehutanan Provinsi,  Dosen dan mahasiswa Unikom , staf Tahura, camat Cimenyan Kades Mekarsaluyu, JPCH. Beberapa  jenis pohon yang ditanam adalah, Macademia 400 pohon dan Kidamar 50 pohon.

(Muh.Warman)

Sub 8 Sektor 22 Satgas Citarum Harum Bersihkan Sungai Lebak Larang, 750 Kg Sampah Terangkut

Bandung,swarabandung.net – Giat karya Bakti (karbak) membersihkan sampah di aliran sungai lebak larang Kelurahan Lebak gede Kecamatan Coblong dilakukan bersama oleh prajurit satgas Citarum Harum sektor 22 Sub 08 bersama unsur kewilayahan. Kamis (16/1/2020).

Adapun giat tersebut dihadiri Kasie Ekbang Kecamatan Coblong, Kasie ekbang kelurahan Lebak gede, Kasie Ekbang Kelurahan Sadangserang, Kasie Ekbang sekeloa, Babinsa, Bahbinkamtibmas, Pasukan Gober dan tim Baraya Sektor 22 serta Mahasiswa KKN UPI.

“kami bahu membahu bersama kewilayahan melakukan kerjasama untuk eksekusi membersihkan sampah di aliran sungai lebak larang. Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi banjir ketika musim hujan yang di akibatkan oleh menumpuknya sampah di sungai,” kata Dansub 8 Sektor 22 Citarum Harum Peltu Ade Rapiudin.

Dalam keterangannya, Dansubsektor 8 mengungkapkan bahwa kegiatan sudah dilaksanakan sejak pukul 07.30 wib. dengan melaksanakan apel pagi pengecekan personel dan berdo’a bersama. “Pukul 08.00 wib kami melaksanakan kegiatan pembersihan sungai Lebak Larang di Kelurahan Lebak gede,Kelurahan Sekeloa Dan Sadang Serang Kecamatan Coblong Kota Bandung dengan hasil 900 Meter pembersihan 750 Kg sampah terangkut”. Katanya.

Ade Berharap, dengan adanya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan, selain menghindari banjir akibat tumpukan Sampah juga dapat menghidari berbagai penyakit.

” Saya tak henti – hentinya mengajak warga untuk peduli akan lingkungannya, karena dengan dukungan semua pihak akan lebih cepat proses percepatan pemulihan aliran sungai yang sangat dibutuhkan oleh semua pihak”. Pungkas Ade.

(Muh.Warman)