admin

Korupsi Dalam Perspektif Kriminolog Willem Bonger

Swarabandung.net.Masalah korupsi di Indonesia masih terus menghiasi berita – berita di mass media, baik media cetak maupun media elektronik, bahkan media sosial. Seolah – olah hadirnya lembaga negara KPK dan berbagai ormas serta LSM penggiat anti korupsi tidak pernah mampu menurunkan syahwat korup untuk mengambil harta yang bukan hak-nya. 

 

Sosialisasi yang dilakukan secara resmi maupun tidak resmi di berbagai kalangan dan berbagai tempat, tetap saja tidak mampu mencegah tingginya minat para pelaku tindak pidana korupsi. Berbagai metode mulai dari yang namanya seminar, diskusi publik, focus group discussion di gelar dimana – mana dalam rangka menemukan formula untuk menyembuhkan penyakit kronis ini. Namun hasilnya tetap saja minim, ternyata upaya – upaya pemberantasan korupsi belum berdampak signifikan terhadap harapan adanya perubahan perilaku korup.

 

Hal itu juga terbukti dengan kasus – kasus OTT yang dilakukan oleh KPK dan Tim saber Pungli masih menghiasi pemberitaan. Tidak terhitung pejabat negara di pusat dan di daerah terjaring oleh operasi tangkap tangan ini. Termasuk oknum aparat penegak hukum sampai kepala desa yang diduga menyelewengkan dana desa.

 

Sungguh pekerjaan besar yang menjadi beban masa lalu, hari ini dan masa depan. Memang belum ada angka dan data yang pasti berapa besar nilai korupsi pada masa satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya, tetapi perilaku korupsi selalu menghiasi peradaban dari zaman ke zaman. Jika dibiarkan tanpa penyelesaian yang komprehensif tentu akan menjadi beban besar bagi generasi selanjutnya.

 

Lalu mungkin timbul pertanyaan mengenai bagaimana paradigma korupsi di era sebelumnya dibandingkan dengan era pasca Reformasi. Apakah lebih baik atau sama saja, atau mungkin bahkan lebih buruk ? lalu bagaimana pendekatan kriminologi untuk mengupas masalah korupsi ini, utamanya terkait perilaku korup seperti apa menurut salah seorang kriminolog Willem Bonger yang terkenal dengan teori konfliknya.

 

Hal yang menarik untuk dikaji adalah terkait perubahan paradigma dan modus dari karakteristik korupsi itu sendiri. Jika kita menilik saat pemerintahan Orde Baru, korupsi terjadi agak terpusat dan dapat diprediksi. Investor dan pengusaha bisa memprediksi jumlah uang yang harus disisihkan untuk biaya-biaya ‘tambahan’ dan mereka mengetahui mana orang-orang yang perlu dan harus disuap untuk menjamin kelacaran proyek. Meskipun kita tahu bahwa di era Orde Baru pun sebenarnya sudah ada upaya pemberantasan korupsi, melalui program Pengawasan Melekat (Waskat). Artinya program dan komitmen formilnya ada, hanya saja di lapangan sulit memberantasnya. Mungkin satu sama lain, seperti tahu sama tahu saja.

 

Menarik untuk diketahui adalah bagaimana format, model atau modus korupsi di era reformasi ini. Ternyata jika di era sebelumnya format korupsi agak tersentralisasi, maka di era reformasi formatnya berubah menjadi terdesentralisasi. Bukan korupsinya yang hilang, tapi formatnya yang berbeda. Program desentralisasi daerah yang dimulai pada tahun 2001 yang memiliki konsep  pemindahan otonomi administrasi dari Jakarta ke kabupaten, sejatinya memiliki tujuan yang mulia yaitu untuk menggerakan ekonomi di daerah, pemerataan pembangunnan, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan rasa keadilan. Jadi konsep di atas kertas sangat baik sekali, tetapi ada dampak negatif yang tidak terfikirkan sebelumnya yaitu pola penyebaran korupsi yang terdesentralisasi juga sampai ke daerah. Saat kewenangan terpusat maka korupsipun hampir terpusat. Lalu saat kewenangan di distribusikan ke daerah, maka korupsipun terdistribusi ke daerah. Itulah sebabnya tidak keliru berbagai analisa banyak ahli yang menyatakan bahwa perilaku korup sangat melekat pada kewenangan yang dimiliki. Semakin besar kewenangan maka akan semakin besar peluang untuk berbuat korup. Meskipun tentu tidak semua orang seperti itu, sebab masih banyak orang – orang yang berlaku baik dan tidak hanyut dalam gelombang nafsu dan perilaku korup untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

 

Jika demikian adanya terkait masalah korupsi ini, maka tentu akan sangat menarik jika mengupas perilaku korup dalam perspektif kriminologi. Ada banyak teori yang bisa dipakai untuk membahas masalah ini, tetapi pada kesempatan ini akan dicoba dibahas dengan pendekatan teori Konflik yang dikemukakan oleh Willem Bonger. Dalam buku “Criminality and Economic Conditions”, Bonger menuliskan bahwa Bonger kapitalisme menghasilka kejahatan. Semua kejahatan menurut Bonger dihasilkan dari sistem ekonomi yang kapitalistik, dimana kapital/ modal/ harta menjadi centrum orientasi kehidupan.

 

Jadi kesimpulan masalah korupsi di Indonesia jika ditinjau dari teori konflik Willem Bonger berakar pada sistem kapitalisme yang berkembang luas dan berpandangan bahwa orang yang memiliki kapital/ harta/ uang menjadi tujuan hidup dari sifat egositas seseorang. Dengan uang yang banyak orang dinilai bisa melakukan apa saja. Bonger menentang teori Lambroso karena merujuk pada penelitiannya, bahwa kejahatan tidak terkait dengan soal fisik atau soal ras. Di sisi lain dalam sistem kapitalisme juga melihat bahwa tidak setiap orang tidak memiliki kemampuan yang selalu dapat “dijual”, yaitu kaum miskin atau bodoh sehingga mereka bisa dieksploitasi untuk menghasilkan kekayaan bagi kaum borjuis. Tentu semua ujungnya akan bermuara pada kekayaan dan penghormatan.

Oleh : Dede Farhan Aulawi

( Tim Red )

Acara Pisah Sambut Kapolres Lama Kepada Kapolres Baru di Kabupaten Majalengka

Majalengka.sawarabandung.net. Pisah sambut kapolres majalengka dari AKBP Noviana Tursanurohmad, S.I.K., M.Si. Kepada AKBP Mariyono, S.I.K., M.Si., di gedung pendopo kabupaten majalengka, Jum’at(2/11/2018).

Acara ini dihadiri oleh PLT Bupati Kabupaten Majalengka Dr.H.Karna Sobahi,MPd, Ketua DPRD Majalengka Drs. H. Edy Anas Djunaedi, MM., Dandim 0617/Majalengka Letkol Arm Novi Herdian,SH,MH, Pimpinan OPD Kabupaten Majalengka, serta Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta Pimpinan Organisasi Masyarakat yang ada di Kabupaten Majalengka

 

Ahmad sodikin yang mengawali sambutan acara ini menyambut kapolres baru dan mengucapkan selamat menjalankan tugas dan menjadi keluarga baru di kabupaten majalengka.

 

AKBP Noviana Tursanurohmad,S.I.K, M.Si. menyampaikan salam pamitnya kepada tamu undangan yang hadir dan  memberi kepercayaan kepada kapolres baru.

“Saya AKBP Noviana Tursanurohmad dan keluarga mengucapkan terimakasih banyak telah di beri kepercayaan selama menjalankan tugas, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam menjalankan tugas selama menjabat di kabupaten majalengka, saya yakin dan percaya kepada AKBP Mariyono,S.I.K, M.Si. selaku Kapolres Majalengka yang baru, beliau pasti mampu memberikan kinerja yang lebih baik.” Ujarnya.

 

Kemudian dilanjutkan sambutan  AKBP Mariyono, S.I.K, M.Si. sekaligus mengenalkan diri kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

“Sebelumnya saya dan keluarga salam kenal kepada seluruh tamu undangan yang hadir, terimakasih sudah di sambut dengan baik, doakan saya dalam menjalankan tugas semoga bisa melanjutkan apa yang di bangun pondasi yang sudah baik oleh abang saya AKBP Noviana.” ujar mariyono.

 

PLT bupati majalengka H. Karna sobahi mengucapkan terimakasih kepada kapolres yang lama dan menyambut kepada kapolres yang baru.

“Terimakasih kepada bapak kapolres yang lama saya sangat terkesan dengan pengamanan beliau kita melihat yang baru-baru kebelakang dalam pengamanan pilkada polres majalengka sudah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga pilkada kemarin aman dan damai, kepada kapolres yang baru selamat datang dan salut, baru berapa hari hadir di majalengka kapolres baru sudah menyapa dan silaturahmi dengan beberapa komponen elemen masyarakat sesuai intruksi dari kapolda.” tutupnya. (Dede RH).

Haru ” Pelajaran Buat Pemkot Bandung Perubahan 2108 Di Tolak

Swara Bandubg.Net.Bandung – Pengajuan APBD Perubahan 2018 Kota Bandung ditolak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penolakan ini dikarenakan Kota Bandung terlambat menyampaikan pengajuan.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Haru Suandaru menjelaskan,  keterlambatan pengajuan APBD Perubahan 2018 dikarenakan proses pembahasan yang memakan waktu.

“Pembahasan KUPA (kebijakan umun perubahan APBD) kemarin terlalu lama. Karena pembahasannya melibatkan SKPD. Mestinya cukup dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” kata Haru saat di konfirmasi mengenai hal ini, Jumat (2/11/2018)

Haru menuturkan pembahansan KUPA dengan SKPD membuat proses lama. Sebab masing-masing SKPD mengusulkan tambahan anggaran sementara anggarannya defisit, karena asumsi penerimaan pendapatan tidak tercapai, tetapi belanja bertambah.

Menurutnya ada beberapa pembiayaan dan proyek Pemkot Bandung yang terkena imbas atas penolakan APBD-P 2019 tersebut. Proyek tersebut tidak bisa dijalankan pada akhir tahun ini karena tidak tercantum dalam APBD Murni.

Ia menyebutkan di antaranya pembiayaan yang tidak bisa dicairkan yaitu tambahan untuk PIPPK, bantuan operasional RW, honor guru ngaji serta pembelian tanah untuk RSUD. Padahal PIPPK dan bantuan keuangan operasional RW sangat diperlukan karena hanya dianggarkan untuk sembilan bulan dalam APBD murni.

“Pemkot harus memaksimalkan anggaran yang ada di APBD murni,” kata dia.

Sementara itu, tambah dia, untuk hal-hal.yang bersifat penting dan mendesak, Pemkot bisa menggunakan peraturan walikota (perwal) yang dikeluarkan. Sehingga dana dalam APBD murni bisa dialokasikan untuk pembiayaan hal tersebut.

Ia menyebutkan misalnya untuk anggaran pemilu, dana parpol, dan kewajiban pada pihak ketiga bisa memggunakan perwal. Namun untuk hal-hal tidak urgen, tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada anggarannya.

“Kalau diatur UU juga bisa tetap dibayarkan, seperti gaji pegawai, listrik, air, telepon, dll. Sisanya yang tidak urgent tidak bisa,” ucapnya.

Ia mengatakan keputusan penolakan dari Pemprov Jawa Barat sudah final. Kota Bandung sudah tidak bisa lagi melakukan negosiasi akibat keterlambatan pengajuan tersebut. Pasalnya Kota Bandung baru mengajukan pada 14 Oktober lalu, sementara batas maksimal penerimaan oleh Pemprov Jawa Barat yakni pada 30 September.

Hal ini dinilai Politikus PKS ini sebagai pelajaran bagi Pemkot Bandung. Agar ke depannya tidak lagi berbelit-belit dalam pembahasan APBD. Sehingga dana yang ada bisa dimaksimalkan untuk pembangunan.

“Ini mesti jadi pelajaran buat pemerintahan kota bandung kedepan. Hal yg sama tidak boleh terjadi pada APBD 2019 dan RPJMD,” harapnya.(**)

Black Box Paling Dicari Saat Terjadi Kecelakaan Penerbangan ?

Swarabandung.net.Black Box kalau diterjemahkan langsung artinya kotak hitam atau sebuah kotak yang berwarna hitam. Padahal faktanya kotak yang dimaksud itu berwarna oranye. Sampai saat ini belum pernah ada orang yang berinisiatif untuk merubah nama yang sudah kadung familiar di telinga dengan istilah Black Box ini. Ya mungkin dianggaplah apalah “arti sebuah nama”. Kenapa warna aktualnya oranye ? Sebenarnya alasannya sederhana, yaitu untuk mempermudah pencarian saat terjadi kecelakaan karena memiliki warna yang cukup mencolok. Dan black box ini sudah di desain cukup kuat sehingga tidak mudah rusak ataupun hancur jika terjadi kecelakaan. Informasi/ data – data yang ada dalam kotak berwarna oranye tersebut bersifat *RAHASIA*. Black box di tempatkan pada bagian ekor pesawat yang terdiri atas dua alat terpisah, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). FDR dalam black box berisi data-data penerbangan terkait dengan berapa besar kecepatan udara, ketinggian pesawat, posisi kemudi, tekanan udara dan lain – lain yang berhubungan dengan sistem teknis dari pesawat tersebut. Sedangkan CVR dalam black box berisi tentang rekaman seluruh percakapan pilot dan kopilot di kokpit serta percakapan dengan Air Traffic Control (ATC).

Black Box ini menjadi barang yang sangat berharga dan menjadi barang yang paling dicari bila terjadi kecelakaan pesawat terbang. Kenapa banyak pihak yang mencarinya ??? Tentu ada sebuah alasan logik kenapa barang tersebut sangat dicari – cari untuk segera ditemukan. Ya alasan logiknya adalah bahwa di barang tersebut ada data – data penting mengenai penerbangan yang dilakukan oleh pesawat tersebut, baik catatan data penerbangan maupun catatan percakapan antara pilot dengan ATC di bandara. Jadi dari data – data tersebutlah akan sangat membantu untuk memudahkan dalam menemukan penyebab terjadinya kecelakaan. Jika penyebabnya bisa ditemukan maka harapannya, KNKT bisa mengeluarkan rekomendasi perbaikan pada semua fungsi terkait guna mencegah agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Baik rekomendasi pada maskapai, pilot, pengelola bandara, pabrikan pesawat, ataupun pada Pemerintah sebagai regulator.

Jika ditinjau dari sisi historis, Black box ini diciptakan oleh orang Australia yang bernama David Warren. Ide ini muncul dalam fikiran David, setelah ayahnya mengalami kecelakaan pesawat dan meninggal pada 1934. Lalu ia berfikir untuk menciptakan sebuah alat yang dapat memuat data penerbangan agar bisa  memudahkan analisis terhadap penyebab terjadinya kecelakaan pesawat. Ide-nya tersebut akhirnya bisa diwujudkan dengan menulis memo untuk Pusat Penelitian Aeronautika, Melbourne dengan judul ‘Alat untuk Mengetahui Investigasi Kecelakaan Pesawat’. Akhirnya alat ini diproduksi oleh Inggris dan Amerika Serikat.

Di samping itu, Black box juga dilengkapi pin locator yang mampu memancarkan sinyal untuk memudahkan pencarian black box di bawah air. Sinyal ini dipancarkan setiap detik selama 30 hari sebelum baterai habis. Jika baterai black box habis, maka sinyal berhenti terpancar. Hal ini akan menyulitkan tim pencari untuk menemukan black box. Itulah sebabnya, saat terjadi kecelakaan orang – orang banyak yang fokus pada pencarian black box.

Di luar pengkajian aspek teknis yang menjadi domain KNKT, Polri pun secara simultan biasanya melakukan penyelidikan untuk menyelidiki kasus kecelakaan pesawat tersebut. Hanya saja domain-nya yang berbeda, yaitu lebih fokus pada aspek non-teknis penerbangan, misalnya investigasi rekam medik pilot, profile dan rekam medik teknisi lapangan dan latar belakang para pihak yang terkait lainnya. Termasuk tidak menafikan kemungkinan adanya sabotase. Jadi domain penyelidikannya antara KNKT dan Polri itu berbeda.

Secara teori berdasarkan kajian empirik, banyak ahli transportasi yang mengatakan bahwa penyebab kecelakaan itu 80% karena faktor manusia atau human error. Human error ada dua kategori, yaitu yang disengaja dan tidak sengaja. Di sinilah tugas kepolisian untuk menyelediki apakah ada faktor kelalaian, faktor kesengajaan atau tidak. Investigasi Kepolisian terkait kecelakaan penerbangan bisa menggunakan beberapa metode, seperti SHELL Model, Ice Berg Model, atau metode lainnya. Jadi ruang lingkup penyelidikan bisa mencakup Software (regulasi, prosedur, manual, dokumen – dokumen terkait lainnya), Hardware (Pesawat, engine, hanggar, peralatan), Lifeware (orang – orang yang bekerja/bertugas saat itu baik secara pribadi, fisik, mental/psikis, maupun saat interaksi dengan fungsi yang lainnya), dan terakhir masalah Environment (lingkungan/ cuaca saat itu, seperti angin, awan, dan lain – lain). Memang investigasi untuk kasus seperti kecelakaan penerbangan ini harus memiliki keterampilan penyelidikan + +, karena nanti terkait dengan pemahaman aturan – aturan penerbangan baik aturan nasional ataupun aturan internasional. Jadi untuk mengetahui apakah ada pelangaran aturan atau tidak, ya harus tahu dulu aturannya berbunyi seperti apa. Karena nanti akan berkaitan dengan pertanggungjawaban secara hukum.

Oleh : Dede Farhan Aulawi (Pengamat Keselamatan Penerbangan)

“Waduh Zaman Now”,  Pelajar SMP Di Purwakarta Terjaring Razia Ponsel Konten Mesum

Purwakarta,swarabandung.net.Puluhan pelajar SMP di Kabupaten Purwakarta terjaring Razia Konten Pornografi Handphone (HP) Andoid yang di sidak Langsung Oleh Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta ke seluruh sekolah SMP yang tersebar di Kota ini. Kamis (1/11)

 

“jumlah total yang terjaring razia posel konten porno ada sekitar 60 ponsel yang kita amankan.”Ujar Kadis Diadik Melalui Kasi Wajar Dikdas Dadang,  di sela-sela mendata barang bukti ponsel yang diamanakan di kantor Disdik Purwakarta,  Kamis (1/11)

 

Sedangkan Pihak Disdik menjelaskan tujuan adanya Sidak Razia Android yang berkonten mesum ini untuk mengantisipasi adanya pengaruh negatif konten yang berbau mesum yang menyebar sekarang ini akibat pengaruh arus zaman modern.

 

“semoga dengan adanya razia ini bisa setidaknya membendung arus negatif akibat penngaruh zaman modern. “tegas Dadang

 

Terkait adanya razia Ponsel ini para orang tua siswa terlihat kerepotan pasalnya para pelajar yang terjaring harus membuat surat keaepakatan tidak mengulangi kembali yang telah disediakan oleh pihak Disdik dengan syarat orang tua siawa wajib datang ke lkantor Disdik dalam menebus Ponsel yang terjaring.

 

”  sanksi tahap pertama kita panggil orang tua masing-masing siswa dan di suruh tanda tangan surat kesepakatan bilamana mengulang lagi kita beri sanksi tegas tidak menutup kemubgkinan bisa dikelurkan dari sekolah.”pungkasnya.

(fuljo)

Launching Kang PisMan di Kelurahan Cipedes

KIM Cipedes, Sukajadi –Aparatur Sipil Negara (ASN) Kelurahan Cipedes bersama lembaga kekuatan kewilayahan (LKK) LPM, PKK, Karang Taruna, RT, RW, Gober, Linmas dan warga masyarakat melakukan penimbangan sampah sekaligus launching Kang PisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), bertempat di halaman Kantor Kelurahan Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Senin, 29 Oktober 2018.

 Kasi Ekbang dan Lingkungan Hidup Kelurahan Cipedes, Meiti Irianti S, S.Pd mengatakan Bank Sampah Kelurahan Cipedes menerima sedekah sampah warga. Pelayanan sedekah sampah buka setiap hari, sedangkan untuk pelayanan Bank Sampah sebulan sekali pada Minggu keempat,” ungkap Meiti.

Bank Sampah Kelurahan Cipedes, kata Meiti menginduknya ke Bank Sampah Hijau Lestari RW 05. Setiap warga yang melakukan penimbangan sampah akan diberi buku tabungan sampah. Sehingga nominal dari hasil sampah warga akan dicatat pada buku tabungan,” ujar Meiti.

Sementara itu, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH mengatakan launching Kang PisMan sebagai wujud nyata mengimplemintasikan Program 100 Hari Kerja Wali Kota Bandung dalam mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan lingkungan dengan Kampanye Perubahan Paradigma Kumpul – Angkut – Buang menjadi Gerakan #KangPisMan) (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) #ZeroWasteLifeSyle.
Menurut Dedi, untuk mengurangi sampah di Kota Bandung, Kelurahan Cipedes sudah membentuk unit-unit Bank Sampah ditiap RW. Program Kang PisMan yang diluncurkan Bapak Wali Kota Bandung untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat Kota Bandung. Pisahkan sampah berarti warga memiliki kesadaran untuk memisah sampahnya ketika membuang sampah. “Kesadaran untuk menanggulangi persoalan persampahan dari hal-hal mendasar harus kita tumbuhkan secara terus menerus, konsisten, konsekuen dan masif. Kesadaran ini yang dapat melahirkan perilaku baru kita terhadap sampah,” katanya.
Gerakan Kang PisMan merupakan kependekan dari kata Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah. Kurangi sampah berarti setiap warga memiliki kesadaran untuk menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan. Seperti kertas bekas, botol bekas yang sekiranya masih bisa digunakan ulang maka ditahan terlebih dahulu dan tidak dibuang.

TKI asal Majalengka di eksekusi mati di saudi arabia, Istri Ridwan Kamil Taziah ke rumah duka

Majalengka.swarabandung.net.Tuti Tursilawati (33) TKI asal Majalengka yang di eksekusi mati di saudi arabia pada hari senin, 29 Oktober 2018.

Mendapat kabar duka tersebut, Atalia Praratya, ketua Tim PKK Penggerak Jawa barat sekaligus Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan taziah ke rumah duka bersama perwakilan dari pemerintah provinsi jawa barat dan pemerintah daerah Kabupaten Majalengka pada hari kamis, 1 November 2018.

 

Sebelum ke rumah duka Atalia singgah terlebih dahulu di pendopo kabupaten majalengka pada pukul 13.00 WIB.

 

Atalia sangat terpukul dengan adanya kabar duka warga majalengka yang di eksekusi mati di saudi arabia.

Atalia menjelaskan bahwasanya upaya sudah di lakukan dengan berbagai cara khusunya dari pemeritah pusat mau pun daerah dari tahun 2010 hingga hari ini dengan berbagai proses yang panjang namun tetap saja keputusan ada dari pemerintahan arab saudi.

 

Atalia mempunyai prospek untuk kedepannya akan mendirikan sekolah perempuan sehiga perempuan-perempuan yang ada di jawa barat khususnya mampu menghadapi tantangan-tantangan dimanapun berada, bisa mandiri dan cerdas.

 

Atalia berharap dengan kejadian seperti ini semoga menjadi contoh supaya tidak ada lagi kejadian prihatin seperti ini. (Dede RH).

Dalam Kunjungannya Ke Wilayah Coblong,Kapolrestabes Bandung Kenalkan Program Bandung Sauyunan

Bandung,swarabandung.net.Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema,S.I.K., M.H. di dampingi Kasat intel, Kasat Binmas, Kasat Lantas dan Kapolsek Coblong melaksanakan Silaturahmi di Masjid Al-Ikhlas Jalan Cikondang Rw.02 Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong Kota Bandung.(31/10/2018)

Dalam Kunjungannya,Kapolrestabes Bandung Melaksanakan silaturahmi bersama Muspika, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan seluruh komponen warga se-Kecamatan Coblong,Yang Sekaligus melaksanakan Program Bandung Sauyunan serta membagikan pamflet himbauan kamtibmas.

Kegiatan tersebut bertujuan Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi, menjaga kondusifitas kota Bandung dan mewujudkan situasi menjelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 aman, damai dan sejuk.

( Muh.Warman )

Persiapan Lounching Teras Sunda Cibiru,Warga Masyarakat Gelar Tasyakur Binni’mah

Bandung,swarabandung.net.Dalam Rangka Lounching Teras Sunda Cibiru,Masyarakat Kecamatan Cibiru Menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Tasyakur Binni’mah yang bertempat di teras Sunda Cibiru Jalan AH.Nasution Kota Bandung.

Acara tersebut dihadiri Kabid Seni dan Budaya Disbudpar kota Bandung H.Sigit Iskandar,Kapolsek Panyileukan Akp.Cucu Wijaya bersama jajarannya,Camat Cibiru,Plt Lurah Cipadung,Tokoh Agama,tokoh Masyarakat,Tokoh Pemuda serta Para tamu Undangan Serta Masyarakat dilingkungan Kecamatan Cibiru.

Kegiatan Tasyakur Binni’mah tersebut di isi dengan berbagai acara diantaranya,Sholawatan,Marawis,Qasidah Modern,Wayang Dakwah serta Do’a bersama.

Kabid Produk Budaya Dan Kesenian Disbudpar Kota Bandung H.Sigit Iskandar dalam sambutannya menyampaikan.”Bahwa tujuan kegiatan  ini adalah mendoakan atas terwujudnya Tetas Sunda Cibiru”.Katanya

“Selain itu,Untuk menjaga Silaturahmi antara pemerintahan dengan warganya”.Ucap Sigit

Dijelaskannya,”Bahwa Teras ini bisa terwujud berkat dorongan para tokoh serta masyarakat sehingga bisa terwujud seperti ini”.Terangnya

Sigit menambahkan,”Mudah-mudahan tempat ini menjadi berkah bukan masyarakat yang ada di sekitaran khususnya Cibiru umumnya kota Bandung”.Pungkas sigit


Ditempat yang sama Kapolsek panyileukan yang saat ini di wakili Wakapolsek Akp.cucu wijaya mengatakan,”Bahwa malam ini terwujud tempat teras cibiru berkat perjuangan masyarakat.untuk kedepannya bisa menjaga dan memelihara agar tempat ini bermanfaat”.Tegasnya

Kapolsek berpesan,”agar masyarakat bisa menjaga keamanan khususnya dalam menyikapi berita-berita Hoax yang  sat ini bermunculan,terkait itu masyarakat jangan mudah terpropokasi oleh hal-hal yang tidak di inginkan”. Pungkasnya

Ujang Sopandi sebagai Ketua panitia pelaksana mengatakan,”Bahwa kegiatan ini merupakan rasa tasyakur bini’mah warga masyarakat telah di bangunnya teras sunda cibiru”. Ucapnya.

Tak hanya itu,” Serta mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Kota Bandung Khususnya Dinas kebudayaan dan pariwisata (DISBUDPAR)Kota Bandung Atas kerja kerasnya sehingga bisa terbentuknya Teras Sunda Cibiru”.Pungkas Ujang Sopandi

( Muh.Warman Ule )

Trotoar Di Jantung Kota Purwakarta nyaris Amblas, Warga Khawatirkan Keselamatan

Purwakarta,swarabandung.net.Sungguh memprihatinkan fasiltas trotoar dan saluran air (drainase) yang berada di depan Perbelanjaan Golden Star Pasar Junaah, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta terlihat hampir amblas rusak parah. Masyarakt pengguna jalan khawatir keselamatan jalan.

Pihak Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta mengaku bahwa fasilitas trotoar dan saluran air (Drainse) yang longsor memang lokasinya masuk ke wilayah Kelurahan Nagri Kaler, kerusakan fasilitas ini sudah dilaporkan ke pihak Dinas Tata ruang dan Permukiman (Distarkim) Purwakarta namun sampai sekarang ini belum ada tindakan Perbaikan.

“trotoar dan saluran air (drainase) yang lonsor memang lokasinya masuk ke wilayah kelurahan Nagrikaler, untuk antisipasi rawan lobgsor yang lebih parah sudah kita laporkan ke Distarkim namun beberapa bulan inj belum ada perbaikan. “tegas Abah Sobandi Lurah Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta pada media, Selasa (30/10)

Adanya trotoar dan drainase yang hampir longsor rusak parah ini di keluhkan pengguna jalan yang setiap harinya melewati jalan itu. Masyrakat khawatir rawan kecelakaan di kala malam hari.

“adanya kerusasakan trotoar dan drainase kami khawatir rawan kecelakaan terutama malam hari kami minta pemda cepat tanggap perbaikan. ” keluh Yogi salah seorang tokoh masyarakat Purwakarta.

(fuljo)