admin

Kapolda Jabar Bersama Pengamen Jalanan,Pengemis Dan Penarik Becak “Ngabotram Sabandungen” Di Polrestabes Bandung

Bandung,swarabandung.net – Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., menghadiri acara Silaturahmi bersama masyarakat Kota Bandung dalam rangka mewujudkan situasi aman, damai, dan sejuk jelang Pemilu 2019 dengan tema “NGABOTRAM SABANDUNGEUN”  diselenggarakan di Lapangan Apel Polrestabes Bandung.Rabu (16/1/2019). 

Hadir dalam kesempatan tersebut Pejabat Utama Polda Jabar, Walikota Bandung, Kapolrestabes Bandung, Pejabat Kodim Kota Bandung, Kajari Bandung, Ketua KPU Kota Bandung Ketua Bawaslu Kota Bandung. Selain itu hadir para pengamen jalanan, pemulung, pengemis, penarik becak dan petugas kebersihan se-Kota Bandung yang berjumlah 750 orang.

Kapolda Jabar dalam sambutannya mengatakan,”acara “NGABOTRAM” ini merupakan tradisi makan bersama sebagai bagian budaya lelulur Indonesia yang perlu kita jaga dan rawat bersama, sehingga terwujud rasa saling asih dan empati terhadap sesama dalam mewujudkan rasa keadilan sosial kemasyarakatan, yaitu antara segenap unsur TNI, Polri, dan Pemerintahan dengan seluruh lapisan masyarakat”.

Lebih lanjut Kapolda Jabar menegaskan perlu diketahui bahwa Tahapan Pemilu tahun 2019 yang saat ini dalam tahap kampanye dan 91 hari lagi menuju pemungutan suara, yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019, dimana masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Bandung secara serentak akan melaksanakan Pesta Demokrasi untuk memilih para Pemimpin Nasional selama periode Lima Tahun kedepan. Adapun setiap pemilih akan diberikan 5 (lima) kertas suara, yaitu untuk Pilpres, DPR RI , DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kab.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap Rukun, Guyub dan tidak menjadikan suatu Konflik berkepanjangan dengan tetap mengutamakan persatuan,  dengan menjaga Situasi Kamtibmas agar tetap Kondusif dalam Pelaksanaan Pemilu 2019. Meminimalisir isu-isu provokatif menyangkut isu-isu Primodialisme, Penyebaran Hate Speech, berita Hoax, Radikalisme, intoleransi dan Terorisme melalui akun Jaringan Internet di Media Sosial.

Tidak sedikit masyarakat akan terpancing emosi apabila isu yang dipolitisasi oleh kelompok tertentu mengenai agama. Praktik politik identitas, ujaran kebencian dan Politisasi SARA dalam kontestasi politik perlu diredam untuk mencegah terjadinya Polarisasi masyarakat, dengan menerapkan konsep Peace Building atau membangun perspektif perdamaian di kalangan para politisi dan masyarakat Jawa Barat. Berbagai potensi kerawanan telah dipetakan untuk dilakukan upaya penanganan secara profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, keberhasilan Polri ,TNI dan seluruh Elemen dalam pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat, menjadi salah satu referensi penting dalam pengamanan Pemilu tahun 2019 serta Kebanggaan kita bersama.

Kapolda Jabar,  memberikan beberapa penekanan pada kesempatan itu yaitu agar TNI dan Polri tetap menjaga Netralitas dan tetap Solid serta saling bersinergi, saling koordinasi dan saling bekerjasama dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya mengamankan Pemilu 2019.

Kepada KPU, PPK, PPS, dan KPPS serta Bawaslu, Panwaslu dan Pengawas TPS Pemilu 2019 agar senantiasa menjaga Netralitas dan Transparansi dengan tidak berpihak kepada salah satu Paslon sehingga terwujud pelaksanaan Pemilu yang aman, damai dan sejuk. 

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan Tali Asih sejumlah 1000 Paket kepada Warga Masyarakat Kota Bandung oleh Kapolda Jabar, dalam Kegiatan Silaturahmi Kamtibmas dan Bhakti Sosial, berupa pelayanan kesehatan Bid Dokkes Polda Jabar dan Urkes Polrestabes Bandung serta Pembacaan dan Penandatanganan Deklarasi Damai Pilpres dan Pileg 2019 yang disaksikan Kapolda Jabar, dalam rangka mewujudkan Pilpres dan Pileg 2019 yang aman dan damai di wilkum Polrestabes Bandung.

(Muh.warman)

 

Kapolres Majalengka Silaturahmi Bersama Tokoh Adat Dan Seni Budaya Dangiang Leluhur Berikan Cindera Mata

Majalengka.swarabandung.net – Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, S.I.K, M.S.i Silaturahmi Dengan Tokoh Adat Dan Seni Budaya Dangiang Leluhur serta Berikan Cindera Mata bertempat di Sekretariat Dangiang Luluhur Blok Sukamanah RT. 02 RW. 02 Desa Passanggrahan Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka. Rabu (16/01/2019) pagi.

Kegiatan silaturahmi di hadiri oleh Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, S.I.K., M.Si., Kasat Binmas AKP Cucu Supiar, S.Sos., Kapolsek Maja IPTU Mulyono, Kasi Propam IPTU Umang Sumarsa, Danramil Maja LETTU Dede, KBO Sat. Binmas IPDA Baban, KBO Sat. Intelkam IPDA Adeng, Kanit IV BRIPKA I.S. Bachtiar, S.H. serta Anggota Unit IV Sat. Intelkam, Kanit Sabhara IPDA Mardiyanto beserta Anggota Polsek Maja, Anggota Koramil Maja dan Ketua Dangiang Leluhur Sdr. Abah Badrah Herawan Haji serta Tokoh Adat dan Seni Budaya Dangiang Luluhur sebanyak 50 orang.

Adapun kegiatan Kunjungan Kapolres Majalengka ke Sekretariat Dangiang Luluhur Adat dan Seni Budaya sebagai program Kerja Kapolres Majalengka dalam rangka Anjangsana Silaturahmi subsatgas kemitraan satgas nusantara Polres Majalengka ke tokoh Adat dan Budaya / Dangiang Luluhur guna mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk di wilayah Hukum Polres Majalengka.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Majalengka menyampaikan bahwa maksud kedatangan kami kesini adalah sebagai ajang silaturahmi dalam rangka Anjangsana Silaturahmi Subsatgas Kemitraan Satgas Nusantara ke Masyarakat tokoh Adat dan Seni Budaya Dangiang Luluhur guna mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk di wilayah Hukum Polres Majalengka dengan intinya mari kita bersama sama jaga Harkamtibmas di wilayah Kab. Majalengka agar tertib dan aman.

Anjangsana Silaturahmi Subsatgas Kemitraan Satgas Nusantara kemudian Kapolres Majalengka penyematan dan pemberian tali asih kepada Tokoh Adat dan Seni Budaya Dangiang Luluhur dan memberikan sembako, Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan dengan aman tertib dan kondusif.

(Dede RH).

Wakapolda Jabar Hadiri Dan Menandatangani Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Dan WBBM

Bandung,swarabandung.net – Wakil Kepala Polda Jabar Brigjen Pol Drs.Supratman,M.H.,menghadiri Undangan dari Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat,  Jalan Jakarta No. 27 Kota Bandung.Rabu (16/1/2019).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menuturkan,”Bahwa kedatangan Waka Polda Jabar tersebut,untuk menyaksikan sekaligus menandatangani Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)”.Tuturnya

Sementara itu,Penandatanganan berlangsung di Aula Kantor Wilayah  Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat Jalan Jakarta No. 27 Kota Bandung.

(Muh.Warman)

Kabid Humas Polda Jabar : “Ditbinmas Polda Jabar Sholat Shubuh Keliling Di Masjid Al-Ukhuwah Bandung”

Bandung,swarabandung.net – Dit Binmas Polda Jabar mengadakan kegiatan Suling (Shubuh Keliling) dan Ngopi Kamtibmas dengan Jamaah Sholat Shubuh Mesjid Al-Ukhuwah Perumahan Panyileukan Kota Bandung.Rabu (16/1/2019).

Dalam giat tersebut,yang bertindak selaku iman dan penceramah adalah H. Azis Kawakibi selaku Ketua Da’i Kamtibmas Provinsi Jawa Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dir Binmas Polda Jabar Kombes Pol. Badya Wijaya, S.H., M.H., Kabag Bin Ops Dit Binmas Polda Jabar AKBP. Sumintha, S.H., M.H., Kompol Aam, S.H., Kapolsek Panyileukan, H. Diding Ketua DKM Masjid Al-Akhuwah, Ustazd Ozin pengurus Masjid A-Ukhuwah, Bahrudin Lurah Cipadung Kidul Kec. Panyileukan, Aiptu Karna Bhabinkamtibmas Kel. Cipadung Kidul Kec. Panyileukan, Perwakilan staf Dit Binmas Polda Jabar, dan perwakilan anggota Polsek Panyileukan Polrestabes Bandung.

                                                                           Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menuturkan  dalam kesempatan tersebut Dir Binmas Polda Jabar Kombes Pol Badya Wijaya, S.H.,M.H menyampaikan  bahwa shubuh keliling ini diadakan dalam rangka lebih mendekatkan Polri dan masyarakat, serta dalam rangka  turut mensukseskan program memakmurkan mesjid, juga sebagai sarana silaturahmi serta implementasi Polmas. 

Kesetaraan Polri dan masyarakat diharapkan agar  masyarakat tidak ragu-ragu dan ikhlas memberikan informasi tentang Keamanan Ketertiban Masyarakat.

(Muh.Warman)

Polri Berduka : “Kasubag Humas Polres Sumedang Gugur Saat Melaksanakan Tugas Negara”

Bandung,swarabandung.net – Polri, khususnya Polres Sumedang Polda Jabar telah  kehilangan anggota terbaiknya yaitu Kasubbag Humas Sumedang AKP A. Bambang Heryanto, S.H.Rabu (16/1/2019)

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko,menyampaikan,”Bahwa Almarhum AKP A.Bambang Heryanto, S.H.sekitar pukul 05.15 Wib mengalami kecelakaan tunggal  lalu lintas di jalur depan bengkel  Lingga,  Jalan  Soekarno Hatta Bandung

Almarhum AKP.A.Bambang Heryanto, S.H. , mengalami kecelakaan pada saat berangkat melaksanakan Dinas menggunakan kendaraan sepeda motor Honda Vario warna Hitam No. Pol. D 3458 AB.

Kendaraan yang ditumpangi AKP. A. Bambang Heryanto, S.H.,oleng  ke kanan, yang mengakibatkan pengendara   menabrak pembatas jalan sehiggga AKP.A.Bambang Heryanto, S.H. meninggal dunia.

Sat Lantas Polrestabes Bandung saat ini sedang melaksanakan pemeriksaan dalam penanganan  lebih lanjut.

(Muh.Warman)

 

Gubernur Jabar Optimis Sungai Citarum Akan Lebih Baik Dan Mempunyai Kantor Pusat Komando

Bandung,swarabandung.net – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, di bulan Februari nanti pihaknya akan menghibahkan gedung kantor pusat komando Citarum Harum. Kantor tersebut merupakan bekas kantor Dinas Lingkungan Hidup Jabar di jalan Naripan Kota Bandung.

“Mulai februari Citarum Harum ini akan ada kantor atau pusat komandonya di jalan Naripan yaitu di bekas kantor DLH Jabar gedung itu akan kami dedikasikan untuk pusat Komando Citarum Harum,” kata Ridwan Kamil usai rapat evaluasi satu tahun program Citarum Harum, di Graha Manggala Siliwangi Bandung, Selasa (15/1/19).

Kantor pusat komando tersebut akan berfungsi sebagai command center untuk memantau aktivitas di sepanjang DAS Citarum dan untuk menggelar rapat koordinasi dalam pengambilan keputusan. Gubernur mengatakan, ada puluhan kelompok yang berkegiatan memulihkan sungai Citarum, namun tidak terkoordinir dan harus diperbaiki.

“Nantinya akan jadi pusat command center, rapat disitu, ambil keputusan disitu jadi tidak lagi terpisah-pisah disinilah semua keputusan akan dilakukan,” kata Emil, sapaan akrab Gubernur.

Ridwan Kamil Optimis 2019 Program Citarum Harum Akan Lebih Baik

Selain kantor pusat komando, rencana aksi lain di tahun 2019 yang akan dilakukan Satgas Citarum Harum antara lain membangun danau retensi tambahan di Cieunteung. Walaupun danau retensi yang ada sekarang sudah bisa mengendalikan banjir, namun menurut Emil perlu ditambah karena masih terjadi banjir di beberapa titik.

“Akan dibuat danau retensi tambahan karena Cieunteung tidak mencukupi masih banjir tapi sudah cukup bekurang. Mudah-mudahan kita bisa melihat perbedaannya,” kata Emil yang juga Dansatgas Citarum Harum.

Saat ini pihaknya tengah menunggu anggarannya dari pemerintah pusat yang rencananya akan dikucurkan sebesar total Rp 600 Milyar. Angka tersebut sebagian besarnya akan diberikan kepada TNI karena dalam program Citarum Harum ini mengambil porsi paling berat yaitu pengembalian ekosistem

“Anggaran sekitar Rp 600 an Milyar sedang kita tunggu dari pusat, setengahnya untuk TNI karena mengambil porsi paling berat yaitu pengembalian ekosistem. Sebagiannya untuk danau retensi,” terangnya.

Selain itu, di bulan Februari nanti juga akan digelar Expo Citarum. Emil menjelaskan dalam expo tersebut semua unsur atau kelompok peduli citarum diminta untuk mendaftar ulang komitmennya.

“Semua kelompok kami minta untuk mendaftar ulang komitmennya, kalau atas nama pribadi mau apa komitmennya, kalau kelompok mau apa sumbangannya, universitas seperti apa sumbangan keilmuannya, pebisnis juga seperti apa. Termasuk dari pramuka yang siap menurukan ribuan anggotanya,” pintanya.

Setelah itu akan dibuat rencana aksi yang telah disepakati bersama termasuk pendanaannya.

“Misalkan Kota Bandung memastikan sungai Cikapundung atau sungai lain yang bermuara ke sungai Citarum harus sudah bersih tidak ada sampah,” ujarnya.

Emil menuturkan, ada terobosan lain yang kini sedang dikajinya, yaitu memberlakukan Citarum menjadi wilayah administrasi sendiri yang terdiri dari Pemprov, Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, Pemkab Bandung dan Pemkab Bandung Barat.

“Kita juga ada terobosan inovasi yang sedang dikaji kemungkinan kita akan memberlakukan Citarum sebagai wilayah administrasi sendiri seperti rencana di KBU agar tidak berjalan masing-masing,” tuturnya.

Dengan begitu Emil optimistis penanganan Citarum di 2019 akan lebih maksimal karena sudah terkoordinir dengan baik.

“2019 sangat optimis karena koordinasi sudah dirancang dengan sangat baik,” ucapnya.

Sejak diresmikan pada Februari 2018 lalu, program Citarum Harum mengalami progres signifikan dalam setahun ini. Sesuai Perpres no 15 tahun 2018, sungai Citarum ditargetkan pulih dalam waktu 7 tahun.

Pada rapat evaluasi satu tahun program Citarum Harum dihadiri oleh unsur penta helx yaitu pemerintah (Gubernur, Walikota dan Bupati), para pengusaha, akademisi, pegiat lingkungan dan media.

(Muh.Warman)

 

Urdokkes Polres Bandung Melaksanakan Bakti Kesehatan Kepada Korban Angin Puting Beliung Rancaekek

Kab.Bandung,swarabandung.net – Polres Bandung menerjunkan kembali Ur Dokkes untuk melaksanakan Bhakti Kesehatan bagi warga yang terkena musibah angin puting beliung di Racaekek Kab.Bandung.Selasa (15/1/2019).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,menyampaikan,”Bahwa Bhakti Kesehatan di laksanakan di Mesjid Nurul Huda Perum Rancaekek Permai Kec. Rancaekek Kab. Bandung dan di Tenda Posko Polres Bandung,  penanggulangan Bencana Puting Beliung”.Katanya

Sementara itu,”Adapun sasaran utama dari  kegiatan Bhakti Kesehatan tersebut adalah warga yang menjadi korban bencana angin puting beliung Rancaekek Kab. Bandung juga para relawan yang sedang membantu di wilayah terdampak”.Ucap Kabid Humas Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar menuturkan,”total pasien yang menjalani pemeriksaan berjumlah 36 ( tiga puluh enam ) orang. Adapun pemeriksaan tersebut berupa pemeriksaan Hypertensi, Gastritis, ISPA 8, myalgia 3, Dermatitis 4, Urticaria dan pemberian vitamin 8″.Tuturnya

“Tim UrDokkes Polres Bandung yang melaksanakan tugas di tempat Bencana Angin Puting Beliung adalah dr. Sri Andhi, Bripka Jajat, A.M.K., Bripka Roni H, AM.Ki. dam Bripda Eva Nurmega”.Pungkas Trunoyudo

(Muh.Warman)

 

Manajemen Pengelolaan Hutang dan Tanggung Jawab Akhirat

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Manusia sebagai mahluk sosial dalam kehidupannya selalu berinteraksi satu sama lain. Bukan sekedar interaksi komunikasi saja, tapi bisa terjadi interaksi ekonomi, interaksi politik, dan lain – lain. Salah satu interaksi ekonomi yang sering terjadi adalah soal hutang piutang, yaitu pinjam meminjam uang karena ada satu kebutuhan yang harus segera dibayar. Hal ini bisa terjadi dalam satu lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, lingkungan kerja atau lingkungan teman – teman lain pada umumnya.

Sebagai sebuah warga masyarakat, jika kita menolong orang lain yang sedang kesulitan tentu baik. Daripada teman kita terjerat oleh lintah darat dengan tingkat suku bunga yang mencekik, maka sebaiknya jika kita punya uang, maka menolong meminjami uang tersebut tanpa diembel – embeli bunga adalah sebuah perbuatan yang mulia. Menolong orang lain untuk meringankan bebannya, bukan untuk menambah bebannya. Itu prinsip pertolongan.

Namun di sisi lain hal yang seringkali terabaikan adalah kewajiban dari si peminjam. Peminjam harusnya sesegera mungkin mengembalikan pinjaman saat ada uang. Jangan menunda – nunda atau membiarkannya. Apalagi sampai si peminjam harus nagih – nagih. Akhirnya menempatkan peminjam seperti pengemis dan ngejar – ngejar yang membuat lelah, capek, malu dan tidak akan percaya lagi. Padahal kepercayaan adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita ini. Jika kita sudah tidak dipercaya oleh orang lain, maka kebanggaan apalagi yang bisa kita banggakan.

Bahkan ada yang ekstrim misalnya seseorang yang saat butuh pinjam uang merengek – rengek minta dipinjami uang. Lalu setelah dikasih pinjaman dan lalu memiliki rejeki untuk mengembalikan pinjaman ditunda – tunda malah mendahulukan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting. Orang yang seperti itu akan kehilangan ruh pergaulan dengan sesamanya. Ia masih hidup dan masih bisa kesana kemari tetapi sudah tidak ada lagi orang yang mempercayainya. Hidupnya akan jadi bahan omongan dan pergunjingan orang. Oleh karena itu manajemen hutang itu sebenarnya menganut prinsip – pinsip yang sederhana saja, yaitu (1) Jangan meminjam uang kepada siapapun jika tidak benar – benar dalam keadaan terpaksa untuk sesuatu yang sangat penting sekali, (2) jika terpaksa harus meminjam, maka pinjamlah nominal yang sesuai dengan kemampuan kita untuk mengembalikannya, (3) usahakan pinjam ke orang yang tidak menggunakan model bunga, (4) beri kepastian ancer – ancer waktu untuk mengembalikannya, (5) jika sudah ada uang segera selesaikan hutang itu dan harus menjadi prioritas utama, (6) mengucapkan terima kasih.

Adapun hal – hal yang sering mencederai tata kelola hutang, adalah (1) mengatakan meminjam padahal maksudnya meminta atau ada niat untuk tidak membayarnya, (2) mengatakan akan membayar secepatnya dalam jangka waktu tertentu, tapi setelah waktu itu tiba tidak pernah menyinggung dan pura – pura lupa saja, (3) ketika didatangi atau ditelpon oleh si peminjam, tidak mau angkat telpon atau tidak mau jawab sms-nya, (4) ketika sudah ada uang tidak memprioritaskan untuk segera membayarnya, (5) menghilang dari peredaran karena tidak mau ketemu dengan si peminjam.

Ketahuilah bahwa ketika seseorang meminjamkan uang pada kita, belum tentu saat itu dia memiliki kelonggaran uang. Mungkin saja karena memandang penting untuk membantu kita, maka orang lain bisa pinjam dulu atau menjual apa dulu agar bisa membantu kita. Lalu setelah kita ditolong, kita pura – pura lupa ? Itu artinya kita hanya memindahkan kesulitan kita pada orang lain. Kita tertolong, lalu orang lain yang jadi bermasalah. Betapa dzolimnya jika kita berbuat demikian.

Bahkan beberapa hadist banyak yang menjelaskan tentang kewajiban untuk segera membayar hutang ini, termasuk resiko jika kita meninggal dunia dan meninggalkan hutang. Beberapa diantaranya (1) Jika meninggal dan membawa hutang, ia akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.” Ada juga “Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya”.

Dan bagi orang yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasi , akan bertemu dengan Allah dengan status sebagai pencuri, seperti sabda Rasul “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri”.

Kesimpulannya dalam berinteraksi satu sama lain, tolong menolong itu sesuatu yang baik. Menolong orang yang sedang kesulitan dan meminta tolong untuk meminjaminya uang, kemudian kita pinjami adalah baik. Namun demikian bagi peminjam hendaknya segera menapati janji untuk mengembalikan pinjaman itu sesegera mungkin. Jangan menunda – nunda, karena apabila sampai kita meninggal masih meninggalkan hutang maka banyak keterangan yang akan menjadi beban kita di akhirat kelak. Jadi sebaiknya jangan pernah berhutang kalau tidak benar – benar perlu.

Kapolda Jabar Menghadiri Kegiatan Evaluasi Satu Tahun Program Citarum Harum

Bandung,swarabandung.net – Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I,.menghadiri acara Evaluasi satu Tahun Program Citarum Harum yang bertempat di Graha Manggala Siliwangi Jl. Aceh no. 66 Bandung.Selasa (15/1/2019)

Kapolda Jabar, Irjen Pol.Drs. Agung Budi Maryoto M.S.I.,menjadi Narasumber pada Acara Evaluasi 1 (satu) Tahun program Citarum Harum. Kegiatan ini dipimpin oleh Gubernur Jabar selaku DanSatgas Citarum Harum dan dihadiri juga oleh beberapa kementrian dan lembaga serta pejabat terkait di wilayah Jawa Barat.

Kegiatan evaluasi ini sebagai upaya Pemerintah dengan Instansi terkait dalam Program Normalisasi Sungai Citarum, selain itu  untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan program Citarum Harum, dan dapat menyimpulkan apakah program ini sudah tepat dan apa yang harus dirubah sehingga program lebih maksimal untuk kedepannya.

Dalam  Paparannya,Kapolda Jawa Barat sebagai Wadansatgas II Bidang penegakan Hukum menyampaikan,mengenai data penanganan dan Langkah Hukum yg telah dilakukan polda Jabar selama setahun terakhir untuk Program Citarum Harum.

Disampaikan pula oleh Kapolda Jabar, pada tahun 2018,ada 58 ( lima puluh delapan ) laporan pelanggaran lingkungan dan sudah diproses penyelidikan dan penyidikannya,serta Sudah mengajukan 19 kasus perkara lengkap hingga ke pengadilan,Untuk itu diharapkan,agar ada efek jera terhadap pelaku maka  ditahap pengadilan harus diberikan hukuman yang sesuai.

Jika anggaran kurang, kita pakai Dukopsnal ( Dukungan Operasional ) sehingga kita dapat menyelesaikan banyak perkara,karena untuk tahun 2019 Polda Jabar menerima anggaran langsung dari Mabes Polri.

Menurut Kapolda Jabar,ada beberapa Kabupaten /Kota yang paling  banyak pelanggarannya  seperti, Kabupaten  Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.

Untuk itu,mari kita tingkatkan sinergitas, bersama sama saling merapatkan barisan, agar lebih giat lagi dalam program Citarum Harum ini.

(Muh.Warman)

 

 

 

Kabid Humas Polda Jabar : “DitPolairud Polda Jabar Ungkap Kasus Penyelundupan Baby Lobster”

Sukabumi,swarabandung.net – Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Jabar telah melakukan penangkapan terhadap 2 ( dua ) orang laki – laki yang  diduga melakukan jual beli benur di pertigaan Loji Jl. Geopark Pelabuhan Ratu Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.Senin(14/1/2019).

Seperti yang telah disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., bahwa tim kemudian melakukan pemeriksaan dengan hasil, ditemukannya Baby Lobster sejumlah 9.575 ( sembilan ribu lima ratus tujuh puluh lima ) ekor, yang terdiri dari 9.458 ( sembilan ribu empat ratus lima puluh delapan )  ekor Baby Lobster jenis pasir dan 117 ( seratus tujuh belas ) ekor Baby Lobster jenis mutiara serta Kendaraan Roda Empat Merk Daihatsu Ayla Warna abu abu Metalik Nomor Pol. B 1089 KRX

Selanjutnya,Tim dari Dit Polairud Polda Jabar mengamankan terduga Tersangka, yaitu R ( 32 ) dan AS ( 22 )  serta Barang Bukti untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan serta pengembangan penanganan kasus.

Selain itu,Dit Polairud Polda Jabar bersama – sama dengan Dinas Karantina Ikan  Cirebon akan melakukan pelepas liaran Barang Bukti Baby Lobster untuk dikembalikan ke habitat asalnya

Atas perbuatan yang telah  dilakukan, maka para tersangka dikenakan  Pasal 88 UU RI No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No

31 tahun 2004 tentang Perikanan  Jo Pasal 55 KUHPidana, dengan ancaman Hukuman 6 Tahun Kurungan Penjara dan Denda maksimal 1,5 Milyar.

(Muh.Warman)